Menu

Sabtu, 05 September 2026

Bagian Kesatu

5 (LIMA) KISAH DAHSYATNYA SHALAWAT NABI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Ahad 24 Rabi'ul-Awal 1448 H /6 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Umat Islam dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.  Shalawat juga sangat baik dilakukan untuk mengiringi setiap hembusan dari nafas kita, hanya dengan mengucapkannya dalam hati. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

عَنْ أَنس ابْنِ مالك رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَن صَلَّى عليَّ صَلاةً واحدةً، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ. (رواه النساء و احمد)

Artinya : "Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu beliau berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)-nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).” (HR. An-Nasa’i No. 1297 dan Ahmad, shahih)

Bayangkan, hanya sekali saja membaca sholawat sudah mendatangkan pengangkatan 10 derajat bagi orang yang membacanya sekaligus dihapuskan 10 kali kesalahannya.

Berbagai keutamaan membaca Shalawat Nabi. Dari meningkatkan derajat dan kebaikan, penghapus keburukan, menambah pahala, dapat memberikan ampunan dosa hingga menjadi penghibur kelak di alam kubur.

Ada kisah pengamal Shalawat Nabi yang memiliki karomah luar biasa. Meski mereka hanyalah orang biasa. Berikut kisah karomah pengamal Shalawat Nabi :

1. Kisah Pertama Tentang Seorang Nelayan Yang Gemar Sekali Bershalawat.

Namun shalawatnya kurang tepat, karena mungkin ia teringat ayat Al Qur'an surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya : "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat untuk Nabi.

Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah dalam penghormatan kepadanya".

Dia pun bershalawat selama berpuluh-puluh tahun dengan ribuan kali bacaan setiap harinya.

Suatu ketika lagi asik merajut jalanya yang robek dan kusut di bibir pantai, sembari membenarkan jalanya, si nelayan pun asik bershalawat.

Shalawat itu didengar rombongan para ustadz yang akan menaiki kapal untuk menyeberang ke seberang pulau.

Salah seorang ustadz tersebut menegur kepada nelayan, dengan berkata "wahai nelayan shalawat yang engkau baca itu keliru. Bukan solo tapi soli yang benar". Dengan tersenyum nelayan itu berterima kasih kepada ustadz itu karena telah menasehatinya. Rombongan ustadz itupun pergi dengan perahu besar yang ditumpanginya.

Namun beberapa saat setelah rombongan Ustadz itu pergi, nelayan lupa apa yang Ustadz katakan tentang bacaan shalawat yang benar. "Solu atau solia" ungkap nelayan.

Dia pun mengejar rombongan Ustadz tadi yang sudah berada di lautan lepas, sambil berteriak memanggil-manggil ustadz ustadz, "Yang benar solo atau soli ya? saya lupa Ustadz”.

Nelayan itu mengejar dengan berjalan serta berlari di atas air. Ustadz itu kaget dan tercengang melihat kebesaran Allah dan kedahsyatan shalawat atas kekasih Allah yang diberikan kepada hambanya.

Sang Ustadz itu pun membalas "buat engkau mau solu atau soli, bebas Pak Tua, Maqom engkau jauh lebih tinggi daripada kami. Semua maafkan kata-kata kami yang tadi," kata Ustadz.

2. Selanjutnya Kisah Pemabuk Ditinggikan Derajatnya, Berkah Membaca Shalawat

Kisah ini disampaikan oleh Syekh Muhammad Nawawi Al Bantani dalam kitabnya penkihul Qoul Syekh Nawawi, mengutip cerita ini dari sebagian kaum sufi. Diceritakan salah seorang tokoh sufi memiliki tetangga yang pemabuk berada dalam taraf di luar kewajaran.

Bahkan, si pemabuk itu tidak bisa membedakan hari sekarang besok atau kemarin. Dia hanyut dalam minuman keras. Pemabuk ini berulang kali diberi nasihat oleh sang Sufi agar bertaubat. Namun tidak menerimanya, tetap dengan kebiasaan mabuk-mabukan.

Yang menakjubkan saat pemabuk tersebut meninggal dunia, dijumpainya oleh sang sufi dalam sebuah mimpi. Ia berada di dalam derajat yang luar biasa mulia.

Ia memakai perhiasan berwarna hijau lambang kebesaran dan kemegahan di surga. sang sufi terheran-heran, mengapa tetangganya yang seorang pemabuk mendapat kedudukan semulia ini.

Lalu sang Sufi bertanya apa yang menjadi alasan memperoleh derajat yang mulia ini.  Kemudian pemabuk menjelaskan ihwal kenikmatan yang dirasakannya.

Suatu hari menghadiri Majelis Dzikir lalu mendengar orang alim berkata: "barangsiapa bershalawat kepada Nabi dan mengeraskan suaranya, surga wajib baginya. Lalu orang alim tadi mengeraskan suaranya dengan bersholawat kepada Nabi, dan jamaah juga mengeraskan suara, seperti yang dilakukan orang alim itu.

Kemudian Allah mengampuni semuanya pada hari itu, termasuk pemabuk. Kisah tersebut terang saja bukan hendak menebarkan praktik mabuk-mabukan yang memang diharamkan dalam Islam.

Cerita itu sekedar merefleksikan keistimewaan sholawat yang bisa mengantarkan pada samudra kasih sayang dan pengampunan.

3. Kisah Orang Sholeh Yang Sempat Berhenti Mengamalkan Shalawat Nabi

Suatu zaman terdapat seorang yang cukup Sholeh, setiap harinya membaca Shalawat Nabi. Ia kerap bertemu Rasulullah dalam mimpinya, diperlakukan dengan hangat oleh Rasulullah pada setiap perjumpaannya.

Tapi suasana perjumpaan kali ini, dalam mimpinya melihat Rasulullah tidak seperti biasanya. Rasulullah bersikap dingin, Rasulullah tidak menoleh kepadanya dan tidak menyapanya. "Wahai Rasulullah apakah yang mulia sedang murka terhadapku," Ia bertanya. Dengan susah hati tidak jawab Rasulullah.

"Tidak sudi memandangku karena aku tidak mengenalimu," kata Rasulullah. Lalu dijawab orang Sholeh "bagaimana bisa yang mulia tidak mengenaliku. Padahal aku salah seorang dari umatmu. Ulama yang menjadi ahli waris yang mulia meriwayatkan bahwa lebih mengenal umat yang mulia sendiri dibanding pengenalan ibu terhadap anaknya."

Kembali dijawab Rasulullah "mereka itu benar, hanya saja kau tidak mengingatku melalui shalawat. Sementara daya pengenalanku terhadap umatku tergantung pada kekuatan mereka membaca shalawat," kata Rasulullah.

Ia pun terbangun, hatinya begitu sedih. Tetapi ia menyadari sudah sekian bulan ini ia tidak membaca shalawat. Kemudian bershalawat dalam hatinya membaca shalawat nabi sebanyak 100 kali setiap hari.

Ia kemudian membuktikan tekadnya dengan baik. Pada suatu malam Ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah. Dalam mimpinya ia disapa dengan hangat oleh Rasulullah.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Bersambung Bagian Kedua.........

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar