HAKIKAT KEKAYAAN YANG SEBENARNYA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 21 Rabi'ul-Awal 1448 H /3 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Hanya
dengan cara pandang agama, manusia akan percaya bahwa sesungguhnya kekayaan
tidak selalu berwujud harta benda. Kekayaan yang sebenarnya tidak selalu diukur
dengan besarnya angka-angka materi. Keluasan hati saat seorang hamba mampu
menekan hawa nafsunya, bersikap menerima dan mensyukuri apa yang ada justru
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam nyatakan sebagai
kekayaan yang sebenarnya.
Dari
Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan
tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari
Muslim)
Ibnu
Baththal berkata, “Hadis
ini bermakna bahwa kekayaan yang hakiki bukan pada harta yang banyak. Karena,
banyak orang yang Allah luaskan harta padanya namun ia tidak merasa cukup
dengan pemberian itu, ia terus bekerja untuk menambah hartanya hingga ia tidak
peduli lagi dari mana harta itu didapatkan, maka, sesungguhnya ia orang miskin,
disebabkan karena ambisinya yang sangat besar.”
Oleh
karena itu kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. “Orang yang merasa
cukup dengan pemberian Allah, tidak terlalu berambisi untuk menambah hartanya
dan terus-menerus mencarinya, maka berarti ia orang yang kaya”
Al-Qurthubi
berkata, “Hadis ini
bermakna bahwa harta yang bermanfaat, agung dan terpuji adalah kekayaan jiwa.”
Dengan
demikian, tidak selalu harta benda yang banyak itu mendatangkan kebahagian,
kebaikan dan kesenangan bagi pemiliknya. Kekayaan yang sebenarnya adalah
sesuatu yang manusia rasakan dalam hatinya. Hatilah yang menentukan seorang
manusia menjadi senang atau sengsara, kaya atau miskin dan bahagia atau sedih.
Pangkalnya ada dalam hati.
Hati
yang takut kepada azab Allah, beriman, penuh rasa syukur dan cinta kepada
Pemilik dan Pemberi rizki sebenarnyalah yang akan memperoleh kebaikan dan
kebahagiaan dari harta yang dimilikinya, sebesar apapun harta tersebut.
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, maka Allah akan menghancurkan
kekuatannya, menjadikan kemiskinan di depan matanya dan dunia tidak akan datang
kepadanya kecuali apa yang telah Allah takdirkan. Dan barangsiapa akhirat
adalah tujuannya, maka Allah akan menguatkan urusannya, menjadikan kekayaannya
pada hatinya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” (HR
Ibnu Majah)
Semoga
Allah mengaruniakan kepada kita semua hati yang kaya, hati yang selalu
bergantung dan bersandar kepada Dzat yang Mahakaya.
Wallahu'alam Bishshowab
Penulis: Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa, Lc
Artikel Muslim.or.id
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar