KEWAJIBAN PERTAMA BAGI SEORANG HAMBA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 16 Rabi'ul-Awal 1448 H /29 Agustus 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Kewajiban
pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama
adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan mempelajari kandungannya. Dengan
kata lain, kewajiban pertamanya adalah mempelajari tauhid.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاعْلَمْ
أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Artrinya
: “Ilmuilah bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, dan
mintalah ampunan untuk dosamu, dan mintalah ampunan untuk kaum Mukminin dan
Mukminat.” (QS. Muhammad: 19)
Demikian
juga dalam hadis dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ’anhuma, ia berkata,
لَمَّا
بَعَثَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُعَاذًا نَحْوَ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ
إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ
إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ
اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ ، فَإِذَا
صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِى أَمْوَالِهِمْ
تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ
فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ
Artrinya
: “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz
ke Yaman, Rasulullah bersabda kepadanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi
sebuah kaum Ahlul Kitab. Hendaknya yang engkau dakwahkan pertama kali
adalah agar mereka mentauhidkan Allah Ta’ala. Jika mereka telah
memahami hal tersebut, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan
mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka mengerjakan itu
(salat), maka kabarkanlah kepada mereka bahwa Allah juga telah mewajibkan bagi
mereka untuk membayar zakat dari harta mereka, diambil dari orang-orang kaya di
antara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir. Jika mereka menyetujui
hal itu (zakat), maka ambillah zakat dari harta mereka, namun jauhilah dari
harta berharga yang mereka miliki.” (HR. Bukhari no. 7372 dan Muslim
no. 19)
Dalil-dalil
di atas tegas menunjukkan bahwa kewajiban pertama bagi seorang hamba adalah
tauhid. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
وقد علم
بالاضطرار من دين الرسول صلي الله عليه وسلم، واتفقت عليه الأمة أن أصل الإسلام وأول
ما يؤمر به الخلق: شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله
Artrinya
: “Telah diketahui secara pasti dan gamblang dari agama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ulama umat Islam pun
telah bersepakat, bahwa pokok Islam dan perkara pertama yang diperintahkan
kepada manusia adalah syahadat ‘Laa ilaaha illallah’ dan ‘anna
Muhammadan Rasulullah’.” (Dinukil dari Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid,
hal. 84)
Al-‘Allamah Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah berkata
dalam Syarah Ath-Thahawiyah (1: 59) mengatakan,
اعلَمْ
أنَّ التَّوحيدَ أوَّلُ دَعوةِ الرُّسُلِ، وأوَّلُ مَنازِلِ الطَّريقِ، وأوَّلُ مَقامٍ
يقومُ به السَّالكُ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ … ولهذا كان الصَّحيحُ أنَّ أوَّلَ واجبٍ
يجبُ على المُكلَّفِ شهادةُ أنْ لا إلهَ إلَّا اللهُ، لا النَّظرُ، ولا القَصدُ إلى
النَّظرِ، ولا الشَّكُّ، كما هي أقوالٌ لأربابِ الكلامِ المذمومِ
Artrinya
: “Ketahuilah bahwa tauhid adalah yang pertama didakwahkan
oleh para Rasul, dan langkah pertama dalam perjalanan menuju Allah, dan perkara
pertama yang ditempuh oleh seorang hamba yang berjalan menuju Allah ‘Azza
wa Jalla … Oleh karena itu, pendapat yang benar adalah bahwa kewajiban
pertama yang wajib atas seorang mukallaf adalah syahadat ‘Laa
ilaha illallah’, bukan nazhor, al-qashdu ilan nazhor, dan
bukan asy-syakk, sebagaimana perkataan ahlul kalam yang tercela.”
Adapun
ahlul kalam, mereka mengatakan bahwa kewajiban pertama bagi seorang hamba
adalah nazhor atau syakk. Sebagaimana keterangan
dari Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah di atas.
Syekh
Ibnu Jibrin rahimahullah menjelaskan konsep nazhor dan syakk ini,
وذهبت الصوفية
وبعض المتكلمين إلى أن أول واجب عليه النظر، والنظر أن يبدأ بالنظر فيما بين يديه وفيما
خلفه من المخلوقات، أن ينظر بنفسه وينظر في الذي بين يديه من السماء والأرض ونحو ذلك،
ثم بعد ذلك يظهر بنتيجة من هذا النظر، وهذا قول باطل، بل أول واجب العلم مع العمل
Artrinya
: “Orang-orang sufi dan sebagian ahlul kalam mengatakan bahwa
kewajiban pertama atas seorang hamba adalah
melakukan an-nazhor (melakukan penalaran). Yang dimaksud
dengan an-nazhor adalah memulai beragama dengan merenungkan apa yang
ada di hadapannya dan di belakangnya berupa makhluk-makhluk ciptaan Allah,
merenungkan dirinya sendiri, merenungkan langit dan bumi yang ada di
hadapannya, dan semisalnya. Kemudian setelah itu, ia sampai kepada suatu
kesimpulan dari hasil pengamatan tersebut (berupa iman). Pendapat ini adalah
pendapat yang batil. Bahkan kewajiban pertama adalah ilmu yang disertai dengan
amal.
وذهب بعضهم
إلى أن أول واجب القصد إلى النظر، والقصد بمعنى نية النظر، أي: أن ينوي أن ينظر وينوي
أنه سوف ينظر في هذه المخلوقات وفي دلالتها، وهذا أيضاً باطل، فالقصد يعني نية النظر،
وليس بواجب، بل الواجب القبول والتقبل والعمل
Aerinya
: Sebagian mereka berpendapat bahwa kewajiban pertama seorang hamba
adalah al-qashd ilan nazhor (berniat untuk nazhor). Yang
dimaksud dengan al-qashd adalah niat untuk melakukan penalaran, yaitu
seseorang berniat untuk memperhatikan makhluk-makhluk ciptaan Allah dan
merenungkan petunjuk yang terkandung di dalamnya. Pendapat ini juga batil.
Sebab al-qashd hanyalah berniat untuk melakukan penalaran, dan itu
bukanlah suatu kewajiban. Akan tetapi, yang wajib adalah menerima kebenaran
dari dalil-dalil, menyambutnya dengan lapang dada, dan mengamalkannya.
وذهب آخرون
إلى أن أول واجب الشك، فإذا عقل وكلف وتم عقله يشك، ثم بعد ذلك يتحير في أمره، ثم بعد
ذلك يطلب ما يزيل به ذلك الشك، فيقول: أنا أشك وأنا في حيرة من أمري، ولكن بأي وسيلة
أدفع هذا الشك؟ فيسأل وينظر ويستدل إلى أن يتبدل الشك باليقين، وهذه مقامات ومقالات
صوفية لا يلتفت إليها، بل أول واجب هو ما ذكره من العلم والعمل
Sebagian
ahlul kalam yang lain berpendapat bahwa kewajiban pertama
adalah asy-syakk (meragukan). Maksudnya, ketika seseorang telah
berakal, dibebani syariat, dan sempurna akalnya, maka ia harus meragukan semua
ajaran agama terlebih dahulu. Kemudian setelah itu, ia menjadi bingung terhadap
agamanya. Setelah itu, ia berusaha mencari sesuatu yang dapat menghilangkan
keraguan tersebut. Ia berkata, “Aku ragu dan bingung terhadap urusan agamaku,
tetapi dengan cara apa aku dapat menghilangkan keraguan ini?” Maka ia pun
bertanya, meneliti, dan mencari dalil hingga keraguan itu berubah menjadi keyakinan.
Ini
adalah tahapan dan pendapat-pendapat kaum sufi yang tidak perlu dilirik sama
sekali. Yang benar, kewajiban pertama bagi seorang hamba adalah sebagaimana
yang telah disebutkan, yaitu ilmu dan amal.” (Syarah al-Aqidah
ath-Thahawiyah karya Syekh Ibnu Jibrin, 11: 47)
Kesimpulannya, kewajiban pertama seorang hamba yang baru masuk Islam dan baru serius beragama adalah mempelajari tauhid dari dasar dan bertahap, serta menerima semua dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunah dengan lapang dada, dan mengamalkannya. Tidak perlu melirik konsep-konsep ahlul kalam yang aneh, nyeleneh, membingungkan, dan tidak ada asalnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para salaf.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar