EMPAT DOSA BESAR YANG SERING DIREMEHKAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 29 Rabi'ul-Awal 1448 H /11 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khotbah pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ
التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ.
فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ
تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ
بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral muslimin,
jamaah masjid yang dimuliakan oleh Allah.
Mengawali khotbah kali ini, khatib berwasiat
kepada diri khatib pribadi dan para jamaah sekalian agar senantiasa
meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan
menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Ketahuilah wahai
saudaraku, bahwa larangan Allah Ta’ala itu ada beberapa macam,
di antaranya adalah perbuatan dosa.
Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
menunjukkan bahwa dosa yang kita lakukan terbagi menjadi dua, dosa besar (al-kaba’ir)
dan dosa kecil (ash-shagha’ir). Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ
عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara
dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus
kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat
yang mulia (surga)” (QS. An-Nisa: 31).
Allah Ta’ala juga berfirman,
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ
وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ
“(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya” (QS. An-Najm: 32).
Begitupun dalil-dalil di dalam As-Sunnah pun
menunjukkan adanya pembagian dosa besar dan dosa kecil. Nabi Shallallahu
’alaihi wasallam bersabda,
الصَّلاةُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجمعةِ
كفَّارةٌ لما بينَهنَّ ما لم تُغشَ الْكبائرُ
“Salat lima waktu dan salat Jumat ke salat
Jumat selanjutnya, menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak
melakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).
Di antara kaidah untuk membedakan dosa besar
dan dosa kecil adalah:
Pertama, dosa besar adalah
yang disebutkan sebagai dosa besar oleh Allah dan Rasul-Nya. Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan,
كُلّ ذَنْب أُطْلِقَ عَلَيْهِ بِنَصِّ كِتَاب
أَوْ سُنَّة أَوْ إِجْمَاع أَنَّهُ كَبِيرَة أَوْ عَظِيم
“Dosa besar adalah dosa yang dimutlakkan oleh
nash Al-Qur`an dan As-Sunnah atau ijma’ sebagai dosa besar” (Fathul Baari,
15: 709).
Kedua, dosa besar adalah
setiap dosa yang diancam dengan neraka, atau mendapatkan murka, laknat, atau
adzab, Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma ketika
menafsirkan surat An-Nisa’ ayat 31, beliau berkata,
الكبيرة كل ذنب ختمه الله بنار، أو غضب، أو
لعنة، أو عذاب
“Dosa besar adalah yang Allah tutup dengan
ancaman neraka, atau kemurkaan, atau laknat atau adzab” (Tafsir Ibnu Katsir,
2: 282).
Ketiga, dosa besar adalah
yang terdapat hukuman khusus, tidak sekedar dilarang atau diharamkan. Semisal
disebutkan dalam dalil “barangsiapa yang melakukan ini, maka ia bukan
mukmin”, atau “bukan bagian dari kami”.
Syekh Muhammad bin Ibrahim memberikan
penjelasan yang ringkas mengenai dosa besar, yaitu:
ما توعد عليه بغضب، أو لعنة، أو رتب عليه عقاب
في الدنيا، أو عذاب في الآخرة
“Dosa besar adalah dosa yang diancam dengan
kemurkaan Allah, atau laknat, atau digandengkan dengan suatu hukuman di dunia,
atau dengan suatu adzab di akhirat” (Fatawa war Rasail, 2: 54).
Ma’asyiral muslimin,
jamaah masjid yang dimuliakan Allah.
Setelah mengetahui ancaman serta akibat yang
akan kita peroleh jika melakukan dosa besar, tentu saja muslim yang berakal dan
beriman akan berusaha menjauhkan dirinya dari terjatuh ke dalamnya. Sayangnya
ada beberapa amalan yang sering kali masih dilakukan oleh seorang mukmin dan
ternyata tanpa ia ketahui, hal tersebut merupakan salah satu dosa besar yang
tidak akan Allah Ta’ala ampuni kecuali dengan bertaubat
kepada-Nya. Di antaranya adalah:
Pertama, menyekutukan
Allah Ta’ala di dalam beribadah. Baik itu dengan meyakini
bahwa ada yang bisa memberikan manfaat ataupun menghindarkan diri kita dari
keburukan selain Allah, atau dengan keyakinan yang semisalnya. Padahal
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni
dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi
siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. An-Nisa’: 48).
Kedua, bermuamalah dengan
riba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (peminjam),
pencatat riba (sekretaris), dan dua orang saksinya.” Beliau
mengatakan, “Mereka semua itu sama (dalam melakukan yang haram)” (HR.
Muslim no. 1598).
Ada kaedah umum dalam memahami riba yang
disebutkan oleh para ulama.
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً, فَهُوَ رِبًا
“Setiap utang piutang yang ditarik manfaat di
dalamnya, maka itu adalah riba.”
Ketiga, durhaka kepada orang
tua. An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Minhaj Syarh
Shahih Muslim berkata, “Uququl walidain atau durhaka
kepada orang tua adalah segala bentuk menyakiti orang tua.” Para ulama juga
mengatakan bahwa taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selama bukan
dalam maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ
لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ مِنَ الْبَغِى وَقَطِيْعَةِ
الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk
disegerakan balasannya bagi para pelakunya (di dunia ini) –berikut dosa yang
disimpan untuknya (di akhirat)– daripada perbuatan melampaui batas (kezaliman)
dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR.
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Keempat, meninggalkan salat.
Dari Buraidah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ
الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian yang mengikat antara kita dan
mereka adalah salat, maka siapa saja yang meninggalkan salat, sungguh ia telah
kafir” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).
Seorang tabi’in bernama ‘Abdullah bin
Syaqiq Rahimahullah berkata,
كَانَ أصْحَابُ محَمَّدٍ – صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لاَ يَرَوْنَ شَيْئاً مِنَ الأعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ
غَيْرَ الصَّلاَةِ
“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi
wasallam tidak memandang kufur karena meninggalkan amal, kecuali salat.” (HR.
Tirmidzi).
Semoga Allah Ta’ala melindungi
diri kita dari terjerumus ke dalam perbuatan dosa besar, baik yang kita sadari
maupun tidak kita sadari, serta menjadikan diri kita salah satu hamba-Nya yang
selalu takut akan pedihnya azab Allah Ta’ala.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khotbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ
وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ
الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّاإِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ
أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى
نَبِيِّهِ الْكَرِيْم، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اِدْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ
وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ
وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا
هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيْرٌ،
رَبّنَا لَا تُؤَاخِذْ نَا إِن نَّسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا، رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى
الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا
بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَا نَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ
الْهُدٰى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى.
اَللّٰهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي
الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ.
رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
***
oleh Muhammad Idris, Lc
Artikel Muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar