Menu

Minggu, 11 Oktober 2026

BAGIAN KESATU

PELIPUR LARA SI MISKIN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Senin 1 Jumadil-Ula 1448 H /12 Oktober 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Kekayaan dan Kemiskinan merupakan ujian dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Allah memberi kelapangan bagi hamba yang ini, Allah menganugerahkan berbagai macam kebaikan agar Allah mendengar apakah sang hamba memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya ataukah sang hamba sombong dan melampaui batas. Dan Allah menyempitkan rezeki kepada hambanya yang lain dan menahannya dari sebagian dunia untuk mengujinya apakah ia Sabar dan Ridho ataukah ia menunjukkan kemarahannya dan bahkan berkeluh kesah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (٣٥)

Artinya : “Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa : 35)

Dan sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, jika ditimpa dengan kesulitan dan penderitaan maka ia bersabar maka inilah yang terbaik baginya, dan jika mendapatkan kesenangan dan kegembiraan maka ia bersyukur dan inilah yang terbaik baginya, maka seorang mukmin berada diantara merenungkan dosa-dosanya sehingga bersabar (karena musibah dapat membersihkan dosa-dosanya) dan menyaksikan karunia Allah sehingga bersyukur  kepada-Nya.

Tingkatan-tingkatan Dalam Rezeki

Dialah Allah yang telah memberi karunia kepada yang ini dan juga kepada yang itu dalam kehidupan dunia.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا

Artinya : “Dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.” (QS. Az-Zukhruf : 32)

Yaitu agar sebagian menggunakan sebagian yang lain dalam memenuhi kebutuhannya, maka timbullah Kedekatan dan Kesatuan diantara mereka. Orang-orang kaya dengan harta mereka mempekerjakan para pekerja yang miskin, maka sebagian mereka merupakan sebab untuk kehidupan sebagian yang lain, yang sebagian dengan hartanya dan sebagian yang lain dengan kerjaannya.

Bisa jadi kemiskinan adalah yang terbaik bagi seorang hamba.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الأرْضِ

Artinya : “Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi.” (QS. Ash-Shuroo : 27)

Yaitu mereka akan disibukkan sehingga lalai dari menjalankan ketaatan kepada Allah, dan kelapangan tersebut akan mengantarkan mereka untuk berbuat kedzaliman, sikap melampaui batas, dan sombong kepada orang lain.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

...وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ (٢٧)

Artinya : “…......... tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha melihat.” (QS. Ash-Shuroo : 27)

Jika Allah menguji seorang hamba dengan kemiskinan maka ibadah yang termulia adalah kesabaran. Barang siapa yang sempit rezekinya, keras kehidupannya, maka janganlah sempit dadanya, dan janganlah ia berkeluh kesah selalu dalam menjalani kehidupannya, karena sesungguhnya kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mayoritas para sahabat adalah pas-pasan, dan perhiasan dunia yang sedikit dan akan sirna tidak pantas untuk disedihkan tatkala terluputkan.

Dan agar jiwa tenteram dan mengetahui bagaimana besarnya karunia Allah kepadanya dan bisa menunaikan rasa syukur kepada Allah maka datanglah pengarahan yang bersumber dari sabda Nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam :

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ

Artinya : “Jika salah seorang dari kalian melihat orang yang lebih unggul dalam harta dan tubuh maka hendaknya ia melihat kepada orang yang di bawahnya dari orang yang ia lebih unggul darinya” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim lainnya ditambahkan :

فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

Artinya : “Maka hal itu lebih layak menjadikan kalian agar tidak meremehkan karunia Allah kepada kalian”

Sungguh Islam telah menyeru kepada kaum faqir -secara khusus- sebagaimana pula Islam menyeru kepada kaum kaya untuk mendidik jiwa mereka agar memiliki jiwa yang kaya, yang mengekang hawa nafsunya, mengaturnya hingga sampai pada sifat qonaah dan ridho dengan apa yang Allah bagikan kepadanya meskipun hanya sedikit. Tidak akan terluput sedikitpun yang telah Allah bagikan kepadamu sejak azali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

Artinya : “Ridholah dengan apa yang Allah bagikan untukmu maka engkau akan menjadi manusia yang terkaya” (HR At-Tirmidzi)

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar