PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 25 Rabi'ul-Awal 1447 H /18 September 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Pendidikan
anak dalam Al-Qur'an menitikberatkan pada pembentukan tauhid (keesaan
Allah), iman, dan akhlak mulia melalui teladan orang tua yang
baik. Kewajiban orang tua adalah mendidik anak sesuai fitrahnya,
menanamkan rasa takut kepada Allah, dan menjaganya dari kelemahan moral. Pendidikan
dimulai sejak dini, membentuk karakter anak dengan kasih sayang dan
kesungguhan, serta mengajarkan rasa syukur dan kewajiban kepada orang tua dan
Allah.
Pada
sisi lain menilai seorang anak, mereka diibaratkan kertas putih yang belum
terdapat tulisan sama sekali. Lalu lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat
yang memberikan warna dalam kehidupan seorang anak. Sebagaimana telah
dijelaskan sebelumnya, bahwa usia anak-anak adalah usia keemasan. Jika
permulaan kehidupan mereka telah mendapatkan didikan yang baik, maka sang anak
akan tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Konsep
tarbiyah dan ta’dib
Allah
telah berfirman dalam alquran sura An-Nahl ayat 78 yang berbunyi:
وَاللّٰهُ
اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ – ٧٨
Artinya: Dan
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur.
Ayat
ini menjelaskan bahwa manusia terlahir ke dunia dalam keadaan tidak mengetahui
apa-apa. Namun Allah telah memberikan sang anak potensi penglihatan dan hati
agar dapat digunakan oleh manusia untuk mengetahui banyak hal. Perkembangan
potensi-potensi tersebut memelukan arahan dan didikan yang sesuai dengan
norma-norma dan nilai-nilai yang ada serta sesuai dengan aturan-aturan Islam.
Konsep
perkembangan pendidikan pada anak dalam islam menitikberatkan pada konsep
tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan pada konsep tarbiyah adalah perlakuan kasih
sayang untuk menumbuhkan rasa berdaya dan mengembangkan kemandirian anak berupa
keterampilan menjaga diri sendiri, menyelesaikan pekerjaan rumah. Sedangkan
pendidikan pada konsep ta’dib mengacu pada proses penerapan nilai-nilai,
seperti sikap disiplin dan tertib. Hal ini dapat diterapkan dengan pembiasaan
shalat tepat waktu, memberikan respon yang tepat saat anak melakukan hal-hal
baik dan juga saat sang anak melakukan kesalahan.
Islam
memberikan pandangan bahwa pendidikan anak bermula dari keluarga. Orang tua
memiliki peran penting dalam mendidik, mengarahkan, dan mengajari anak. Salah
satu hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam bersabda “Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali
orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Hadist
tersebut menjelaskan bahwa setiap anak yang terlahir kedunia berada dalam
keadaan fitrah atau suci. Fitrah dalam hadist ini adalah keadaan seseorang yang
meyakini dan mengimani bahwa tuhan yang berhak disembah hanya Allah subhanahu
wataa’ala. Namun keadaan kedepannya sangat ditentukan oleh bimbingan dan arahan
yang diberikan oleh orang tua. Sehingga dalam hadist tersebut rasulullah
menyampaikan bahwa orang tualah yang menjadikan seorang tetap dalam keadaan
fitrah atau mengarahkan sang anak untuk menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.
Pendidikan
anak harus didapatkan sejak kecil
Pendidikan
anak dalam perspektif islam tidak lepas dari pendidikan dan ajaran islam yang
harus didapatkan anak sejak kecil. Ajaran islam secara garis besar terdiri dari
tiga, yaitu aqidah, ibadah dan akhlak. Hal ini selaras dengan yang telah
diajarkan oleh Luqmanul Hakim kepada anaknya dan menjadi contoh yang harus kita
teladani hari ini.
1.
Pendidikan
Aqidah
Aqidah
adalah ilmu keimanan, kepercayaan, dan keyakinan kepada Allah yang maha esa.
Meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi selain Allah
serta menjauhi segala perbuatan kesyirikan dan mempersekutukan Allah dengan
sesuatu apapun. Aqidah menjadi pondasi penting dalam hidup seseorang.
Nilai-nilai
keimanan yang harus diajarkan dan ditanamkan padadiri seorang anak dimulai
dengan, mengenalkanAllah dan rasulnya, memberikan gambaran tentang siapa
penciptaalam semesta serta isinya, dan mengenalkan Maha Agungnya Allah.
Menanamkan aqidah kepada anak sebelum mengajarkan ilmu-ilmu lain merupakan hal
penting yang harus dilakukan oleh orang tua.
2.
Pendidikan
Ibadah
Ibadah
adalah hal penting dalam kehidupan seorang manusia. Sehingga pendidikan ibadah
adalah hal penting yang harus diajarkan sejak kecil, agar ketika anak telah
dewasa dapat melakukan ibadah dengan benar dan sesuai dengan tuntunan ajaran
islam dan sang anak dapat taat pada perintah agama dan menjauhi segala
larangannya. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam alquran surah Az-Zariyat
ayat 56 yang berbunyi
وَمَا خَلَقْتُ
الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ – ٥٦
Artinya
: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
beribadah kepada-Ku. (surah Az-Zariyat ayat 56)
Seorang
anak yang memiliki potensi fitrah haruslah dikembangkan secara maksimal pada
hal-hal positif dengan menanamkan nilai-nilai agama. Seperti berdoa saat hendak
melakukan aktifitas, mengajarkan anak tentang wudhu, bersuci, shalat, puasa dan
ibadah-ibadah yang lain.
3.
Pendidikan
Akhlak
Akhlak
adalah kelakuan, kebiasaan, sikap dan karakter yang melekat pada diri sesorang.
Akhlak wujud jiwa seseorang yang tertuang dalam sikap, ucapak, dan juga
perbuatan. Pendidikan akhlak dapat diajarkan pada anak melalui
pembiasaan-pembiasaan bersikap dalam sehari-hari. Seperti berkata jujur,
menghormati orang tua, menyayangi yang lebih kecil, tidak sombong, dan berbagai
akhlak lain yang harus dibiasakan pada anak sedini mungkin.
Jika
anak tidak dibiasakan dengan akhlak baik, maka mereka akan tumbuh tanpa
kendali. Pendidikan akhlak pada anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan
tempat seorang anak berada. Orang pertama dan paling dekat dengan sang anak
adalah keluarga dan secara khusus adalah mereka orang tua. Orang tua adalah
contoh teladan pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan akhlak seorang anak.
Persiapkan
bekal sedini mungkin
Pendidikan
anak dalam perpektif islam menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh
setiap orang yang terlibat dalam lingkungan seorang anak. Anak-anak adalah
penerus generasi peradaban. Sehingga mereka harus memilki cukup bekal untuk
tumbuh menjadi seseorang yang cerdas, kuat dan bermanaat untuk agama dan
negara. Sehingga bekal tersebut haruslah disiapkan sedini mungkin, mulai dari
mengenal tuhan mereka, beribadah, dan berakhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Hal-hal
besar dicapai karena adanya kumpulan-kumpulan hal kecil didalamnya. Demikian
juga dengan kehidupan seseorang. Pembiasaan-pembiasaan baik yang telah
dibiasakan saat ia kecil akan membentuk ia menjadi seorang yang baik dan
positif. Bukankah demikian?
Keberhasilan
pendidikan dipengaruhi keluarga
Pendidikan
Islam atau pendidikan Islami adalah pendidikan yang dipahami dan dikembangkan
dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya,
yaitu Al-Quran dan As- sunnah. Dalam pengertian yang pertama ini, pendidikan
Islam dapat berupa pemikiran dan teori pendidikan yang berdasarkan diri atau
dikembangkan dan dibangun dari sumber- sumber dasar tersebut. Keberhasilan
pendidikan masa balita dipengaruhi pihak keluarga, karena banyak dilakukan
dalam lingkungan keluarga.
Paradigma
pendidikan anak usia dini mengacu pada konsep tarbiyah dan ta’dib.
Pendidikan pada konsep tarbiyah menekankan pada tindakan rahmah, di mana
orangtua atau guru wajib menumbuhkan rasa berdaya dan mengembangkan kemandirian
secara bertahap mulai keterampilan mengurus diri sendiri, mengerjakan pekerjaan
rumah, keterampilan bermain dan belajar. Sedangkan ta’dib mengacu pada
proses pembudayaan nilai-nilai, khususnya sikap disiplin dan budaya tertib.
Pemduayaalan dilakukan melalui pembiasaan disiplin sesuaidengan jadwal sholat
serta pemberian pujian dan hukuman.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Sumber : https://fis.uii.ac.id
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://fis.uii.ac.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar