Menu

Jumat, 19 September 2025

SABAR

SABAR DALAM MENGHADAPI MUSIBAH


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Sabtu 27 Rabi'ul-Awal 1447 H /20 September 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Sabar menghadapi musibah dan ujian berarti menahan diri dengan tenang, disertai tawakal kepada Tuhan, mengharapkan pahala, serta melakukan upaya lahiriah (ikhtiar) dan batiniah seperti berdoa, berzikir, dan introspeksi diri. Dalam ajaran Islam, kesabaran (shabr) adalah sikap penting yang menunjukkan keimanan dan akan diganjar pahala oleh Allah SWT. 

Sabar secara bahasa diambil dari kata al-habsu yang artinya menahan. Secara istilah sabar berarti menahan diri dari berputus asa, menahan lisan dari berkeluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang Allah Swt. (Kitab ‘Idatush Shabirin hal.7)

Sabar memiliki makna yang sangat luas dan selalu dikaitkan dengan ujian atau musibah yang menimpa. Selain itu, sabar juga menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan karena berkaitan langsung dengan keimanan.

Imam Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata: “Kesabaran merupakan pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT, atas musibah yang menimpa dirinya (bahwa semua berasal dari sisiNya) dan pengharapan terhadap balasan pahala dari Allah SWT. Sesungguhnya terkadang seorang hamba bersedih, namun ia berusaha menahan diri, dan tidak terlihat darinya kecuali kesabaran” (dinukil oleh Imam Ibnu Katsir).

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya kesabaran sejati adalah saat pertama kali musibah terjadi” (HR. Al-Bukhari, 430).

Imam Ath Thayyibi menjelaskan tentang hadist di atas: “Apabila ketabahan dan keteguhan hati ada saat pertama kali seseorang diserang oleh hal-hal yang menyusahkan, itulah yang disebut ketabahan yang sempurna. Ketabahan itu pasti mendapat pahala” (Tuhfatul Ahwadzi; 54).

Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Memahami hakikat dari musibah adalah kunci untuk menjadi sabar. Perlu diketahui bahwa musibah tidak didatangkan kecuali untuk menguji keimanan seorang hamba.

Surah At-Taghabun ayat 11 menyatakan bahwa tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada-Nya, maka Allah akan memberi petunjuk ke dalam hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi. 

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١ 

Artinya : “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Penjelasan Singkat:

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi, termasuk musibah, berada dalam ketetapan dan izin Allah. Bagi orang yang beriman, musibah tersebut akan menjadi ujian yang justru mendekatkan hatinya kepada Allah melalui bimbingan dan ketenangan. Allah Maha Mengetahui segalanya, sehingga segala ketetapan-Nya pasti mengandung kebaikan dan keadilan

Karena sejatinya hamba yang mendapat musibah sedang ingin ditinggikan derajatnya dan dihapuskan dosa-dosanya. Maka dari itu, hendaklah bersikap sabar atas musibah yang menimpa.

Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. At Tirmidzi No. 2396)

Sabar atas musibah yang menimpa dan berprasangka baik kepada Allah bahwa musibah tersebut semata-mata untuk menghapuskan dosa. Dengan harapan Allah sudah menyiapkan surga yang terbaik di akhirat kelak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : “Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Allah lah yang maha mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghabun: 11)

Ayat di atas, menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada suatu apa pun yang terjadi di luar dari kuasa Allah. Artinya kita tidak perlu khawatir dengan musibah yang menimpa karena sebentar saja Allah bisa mengembalikan seperti semula.

Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid dalam Musnad-nya No. 636)

Rasulullah SAW, pernah memberikan umpama tentang sabar, beliau mengatakan bahwa kesabaran itu laksana sebuah cahaya yang panas. Ia memberikan keterangan di sekelilingnya akan tetapi memang terasa panas dan menyengat di dada.

Dari bahasan di atas, diketahui bahwa sabar menjadi kunci utama dalam menghadapi musibah. Musibah yang menimpa bukan semata-mata murka dari Allah, melainkan cara untuk menghapuskan dosa hambanya di dunia.

Baru-baru ini kita mendengar bencana kemanusiaan yang menimpa saudara kita di Palestina. Oleh karenanya, mari kita bantu saudara kita dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk meringankan beban mereka.

Dalam hal ini, Zakat Sukses akan menyalurkan bantuan mendesak khususnya makanan untuk masyarakat Gaza, Palestina. Sahabat juga dapat berpartisipasi dengan cara berdonasi melalui Sahabat Berbagi melalui tombol di bawah ini.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar