BAGAIMANA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 22 Jumadil-Akhir 1447 H /13 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Berbakti pada orang tua merupakan ibadah dan
kewajiban seorang hamba yang merupakan di antara kewajiban yang paling utama
dan merupakan salah satu amal yang bisa mengantarkan seorang hamba menuju
surga. Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an menyandingkan
berbakti pada orang tua dengan perintah untuk bertauhid dan menjauhi kesyirikan
yang merupakan inti dari agama Islam untuk menunjukkan agungnya ibadah berbakti
pada orang tua. Ini sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Isra’ ayat ke-23,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu
jangan menyembah selain Dia, dan berbuat-baiklah pada kedua orang tua.”
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga
berfirman pada surah An-nisa ayat ke-36,
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا
“Sembahlah Allah dan jangan kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan berbuat baiklah kepada orang
tua.”
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga
berfirman pada surah Luqman ayat ke-14,
أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua
orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu.”
Sebaliknya, durhaka atau menyakiti kedua
orang tua dalam bentuk apa pun merupakan salah satu di antara dosa yang paling
besar, pelakunya diancam masuk neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
لا يدخل الجنة عاق
“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka
(kepada orang tuanya).” (HR. Nasa’i dan Ahmad)
Maka dari itu, dari dalil-dalil yang ada,
bisa disimpulkan bahwa berbakti pada orang tua merupakan perintah Allah yang
agung setelah bertauhid dan durhaka kepada orang tua merupakan di antara dosa
yang paling besar setelah kesyirikan.
Berbakti pada orang tua tidak diragukan lagi
merupakan suatu yang utama dan salah satu bentuk ibadah yang mulia. Lalu,
bagaimana jika orang tua sudah meninggal? Apakah masih ada kesempatan bagi kita
untuk tetap berbakti kepada mereka. Ataukah sudah terputus kesempatan bagi kita
untuk berbakti kepada mereka setelah keduanya meninggal? Mungkin dari kita ada
yang merasa tidak sempurna untuk berbakti pada keduanya ketika mereka masih
hidup atau kita ingin terus berbakti pada mereka setelah mereka tidak lagi di dunia
ini.
Berbakti pada orang tua yang paling utama
tentunya ketika mereka berdua masih hidup. Akan tetapi, kesempatan itu tidaklah
hilang ketika mereka berdua sudah tidak ada. Perlu diingat bahwa salah satu di
antara amal yang tidak terputus adalah anak yang saleh yang selalu mendoakan.
Ini sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية،
وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له
“Jika seorang anak Adam meninggal, maka
terputuslah amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat,
dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Maka dari itu, salah satu upaya yang bisa
dilakukan untuk bisa terus berbuat baik kepada orang tua setelah keduanya
meninggal adalah dengan menjadi orang yang saleh dan senantiasa mendoakan
keduanya.
Selain menjadi anak saleh yang selalu
mendoakan kedua orang tua setelah keduanya meninggal, adakah amal lain yang
bisa dilakukan untuk berbakti pada orang tua yang sudah meninggal? Suatu hari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya oleh
seseorang dari Bani Salimah, “Apakah masih ada bentuk untuk berbakti pada kedua
orang tuanya yang sudah meninggal?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam menjawab,
الصلاة عليهما، والاستغفار لهما، وإنفاذ عهدهما
من بعدهما، وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما، وإكرام صديقهما
“Mendoakan keduanya, meminta ampunan untuk
keduanya, memenuhi janji keduanya setelah meninggal dunia, menyambung
silaturahim yang tidak tersambung, kecuali dengan keduanya, dan memuliakan
teman keduanya.” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Berdasarkan hadis di atas, disebutkan 5 cara
yang bisa dilakukan untuk berbakti pada kedua orang tua, yaitu:
Pertama: Mendoakan keduanya
Di antara bentuk berbakti pada kedua orang
tua yang sudah meninggal adalah dengan cara mendoakan kedua orang tua yang
sudah meninggal. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang telah lewat bahwa
di antara amal yang tidak terputus adalah anak saleh yang mendoakannya. Maka
dari itu, perbanyaklah doa kebaikan bagi kedua orang tua.
Kedua: Meminta ampunan bagi keduanya
Amalan lain yang bisa dilakukan untuk kedua
orang tua yang sudah meninggal adalah dengan meminta ampunan bagi kedua orang
tua. Memohon ampunan bagi kedua orang tua merupakan di antara doa yang paling
agung yang merupakan doa yang dilakukan oleh para nabi sebagaimana doa Nabi
Nuh ‘alaihi salam dalam surah Nuh ayat ke-28,
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ
بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku, ibu
bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman, dan semua orang
yang beriman laki-laki dan perempuan.”
Juga doa nabi Ibrahim dalam surah Ibrahim
ayat ke-41,
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ
يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Wahai Tuhan kami, ampunilah aku, ibu
bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan.”
Memohon ampunan bagi orang tua juga merupakan
salah satu amal yang bisa menaikkan derajat orang tua kita di akhirat nanti
sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwasanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ
لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ! أَنَّى لِي هَذِهِ؟!
فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla akan
mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lalu, ia berkata, ‘Wahai
Rabb, dari mana semua ini?’ Maka, Allah berfirman, ‘Dari istigfar anakmu
kepadamu.’ ”
Baca juga: Ingin Bahagia?
Berbaktilah kepada Kedua Orang Tua
Ketiga: Menunaikan wasiat keduanya
Amalan selanjutnya bagi yang bisa dilakukan
untuk kedua orang tua yang sudah meninggal adalah menunaikan wasiat keduanya.
Maka dari itu, di antara hal yang pertama kali perlu dilakukan setelah
meninggalnya kedua orang tua adalah menunaikan wasiat keduanya. Akan tetapi,
perlu diperhatikan bahwa untuk menunaikan wasiat ini, kita harus memperhatikan
batasan syariat, seperti wasiat tidak boleh melebihi sepertiga harta dan tidak
mengandung hal yang dilarang syariat.
Keempat: Menyambung silaturahim yang tidak
bisa tersambung kecuali dengan kedua orang tua
Menyambung silaturahim tentu merupakan hal
yang wajib. Akan tetapi, kewajiban tersebut menjadi lebih tegas lagi ketika
kedua orang tua telah meninggal, terutama pada kerabat yang tersambung
silaturahmi gara-gara kedua orang tua seperti dengan paman, bibi, dan anak-anak
mereka.
Kelima: Berbuat baik kepada sahabat orang tua
Selama masa hidup ayah dan ibu, tentunya
mereka memiliki sahabat-sahabat yang dekat dengan mereka. Perlu diketahui bahwa
salah satu bentuk berbakti pada orang tua yang sudah meninggal dan bukti
cintanya seorang anak pada orang tuanya adalah berbuat baik pada sahabat
keduanya dan tidak memutuskan hubungan dengan mereka setelah meninggalnya kedua
orang tua. Ini sebagaimana hadis sahih yang diriwayatkan dalam Shahih
Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu
’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إن من أبر البر صلة الرجل أهل وُدِّ أبيه
“Sesungguhnya kebajikan yang paling utama
adalah apabila seseorang menyambung hubungan dengan keluarga sahabat ayahnya.”
(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu
’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أحَبَّ
أنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ؛ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيهِ بَعْدَهُ
“Barangsiapa yang ingin menyambung ayahnya
di kuburnya, maka sambunglah hubungan dengan teman-teman ayahnya semasa
hidupnya.” (HR. Ibnu Hibban)
Demikianlah, beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk tetap berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal agar kita bisa menyempurnakan bakti kita pada mereka selama hidup dan juga setelah mereka meninggal.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: FIrdian Ikhwansyah
Artikel: Muslim.or.id
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: FIrdian Ikhwansyah
Artikel: Muslim.or.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar