BEGITU CEPAT WAKTU INI BERLALU
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 21 Jumadil-Akhir 1447 H /12 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Khotbah pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ
نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ
فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ
فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral
Muslimin, jemaah
masjid yang dimuliakan Allah.
Pertama-tama,
marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Karena
dengan ketakwaan inilah, kita bisa meraih rida Rabb kita dan dengannya pula
kita akan mendapatkan kehidupan yang mulia. Orang yang bertakwa dicap oleh
Allah Ta’ala sebagai makhluk-Nya yang paling baik. Allah Ta’ala berfirman,
اِنَّ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ
“Sungguh,
orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah
sebaik-baik makhluk.” (QS.
Al-Bayyinah: 7)
Sungguh,
waktu ini sangatlah cepat berlalu. Rasanya belum lama kita bertemu dengan tahun
1443 Hijriyyah. Namun, ternyata tahun 1443 sudah hampir usai dan tak akan
kembali. Berlalu juga semua kesempatan ibadah di dalamnya. Ramadan yang telah
kita lewati, musim haji, dan bulan Zulhijah telah usai yang ditandai dengan
jemaah haji yang mulai berdatangan dari tanah suci Makkah, kembali ke tanah air
ini. Sungguh, waktu sangatlah cepat berlalu, dan itu tidaklah mengherankan,
karena cepatnya waktu adalah salah satu karakteristik kehidupan di akhir zaman.
Singkatnya
waktu yang kita rasakan merupakan salah satu tanda-tanda kecil dekatnya hari
kiamat sebagaimana yang pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam katakan,
لاَ تَقُومُ
السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ
الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ
كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ
“Tidak
akan terjadi kiamat hingga zaman berdekatan. Setahun bagaikan sebulan. Sebulan
bagaikan sepekan. Sepekan bagaikan sehari. Sehari bagaikan sejam. Dan sejam
bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (HR. Ahmad no. 10943 di dalam Musnad-nya)
Ma’asyiral
Muslimin, jemaah
masjid yang dimuliakan Allah.
Alangkah
bahagianya bagi siapa saja yang telah memperbanyak ketaatan, berlomba-lomba
dalam kebaikan, berusaha mengangkat derajat pahalanya, dan berusaha agar
Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosanya pada tahun ini, serta
bisa mengambil pelajaran dari setiap hal yang telah Allah takdirkan.
Allah Ta’ala berfirman,
يُقَلِّبُ
اللّٰهُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ
“Allah
mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, pasti
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang
tajam).” (QS.
An-Nur: 44)
Alangkah
senangnya bagi siapa saja yang mengisi hari-harinya dengan mengerjakan perintah
Allah, memenuhi bulan-bulannya dengan menjawab panggilan salat, dan
mengorbankan tahun-tahun kehidupannya di dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala
disertai dengan keikhlasan dan kesadaran bahwa inilah tujuan
diciptakannya manusia di bumi ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَا خَلَقْتُ
الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku
tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah
kepada-Ku.” (QS.
Az-Zariyat: 56)
Dan
firman-Nya juga,
وَمَآ
اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ
وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
“Padahal
mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas, menaati-Nya semata-mata
karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan
zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5
Ma’asyiral
Mu’minin, yang
dirahmati Allah Ta’ala.
Di
antara hak Allah Ta’ala atas hamba-Nya yang telah Allah
berikan begitu banyak kenikmatan, yang telah Allah berikan kesempatan hidup
hingga detik ini dalam keadaan yang baik adalah mensyukuri segala nikmat-Nya
serta memuji-Nya atas segala kemulian-Nya. Karena rasa syukur menyebabkan
bertambahnya kenikmatan dan mencegah dari penderitaan. Alangkah baiknya manusia
selalu meresapi dan mematri dengan kuat di dalam hatinya firman Allah Ta’ala,
وَاِذْ
تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ
عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan
(ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
Saat
seorang muslim bersyukur, maka kebaikannya akan kembali ke dirinya sendiri. Dan
saat ia kufur terhadap nikmat Allah, maka bahayanya pun akan kembali ke dirinya
sendiri. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala Mahakaya, tidak
memerlukan sesuatu apapun dari seluruh alam ini. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ
يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ
حَمِيْدٌ
“Dan
barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk
dirinya sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya
Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (QS.
Luqman: 12)
Jemaah
salat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala.
Tidak
ada yang menjadi tugas kita, kecuali memuji Allah atas apa yang telah diberikan
kepada kita. Pujian kita kepada-Nya menandakan keridaan kita atas limpahan
rezeki-Nya, dan tidak ada balasan dari keridaan seseorang kepada Allah, kecuali
kemenangan yang besar. Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam mengajarkan kepada kita untuk rida kepada Allah Ta’ala dengan
senantiasa memuji-Nya atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya kepada kita.
Bahkan, terhadap makanan dan minuman yang kita makan setiap harinya.
إنَّ اللَّهَ
لَيَرْضَى عَنِ العَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ
الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya
Allah rida kepada hamba yang menyantap makanan lalu memuji Allah atas makanan
itu, atau minum lalu memuji Allah atas minuman itu.” (HR. Muslim no. 2734)
Ma’asyiral
Mu’minin, yang
semoga diridai oleh Allah Ta’ala.
Sesungguhnya
di antara kemuliaan seseorang, saat ia sudah di penghujung sebuah waktu adalah
meluangkan waktunya seorang diri, untuk mengintrospeksi dan mengoreksi dirinya
atas amalan apa yang telah diperbuat dan amalan apa yang telah terlewat.
Demikian juga dengan waktu yang telah Allah berikan, sudahkah ia manfaatkan
ataukah ia sia-siakan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
mengatakan,
الْكَيِّسُ
مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ
هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
“Orang
yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari
setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti
hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2459, beliau
mengatakan hadis ini ‘hasan’)
Imam
Tirmidzi mengatakan, “Maksud sabda Nabi ‘Orang yang mempersiapkan diri’
adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya pada waktu di dunia sebelum dihisab
pada hari kiamat.”
أَقولُ
قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ
لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ
البَرُّ الكَرِيمُ.
-------------------------------------------------------------------------------------
Khotbah kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
Wahai
orang-orang yang beriman.
Ketahuilah,
sesungguhnya kunci kesuksesan orang-orang terdahulu maupun untuk generasi yang
akan datang adalah tidak menunda-nunda dalam beramal. Apa yang bisa kita
kerjakan di hari tersebut, maka tidak kita tinggalkan untuk dikerjakan esok
harinya. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari sebagaimana
firman Allah Ta’ala,
وَمَا تَدْرِي
نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا
“Tidak
ada satu pun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.” (QS. Luqman: 34)
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda,
اغْتَنِمْ
خَمْسًا قبلَ خَمْسٍ: شَبابَكَ قبلَ هِرَمِكَ ، وصِحَّتَكَ قبلَ سَقَمِكَ ، وغِناكَ
قبلَ فَقْرِكَ ، وفَرَاغَكَ قبلَ شُغْلِكَ ، وحَياتَكَ قبلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan
dengan baik lima perkara sebelum (datangnya) 5 perkara, yaitu: (1) Masa mudamu
sebelum (datang) masa tua. (2) Masa sehatmu, sebelum (datang) masa sakit. (3)
Masa mampumu sebelum datang masa fakir. (4) Masa luangmu, sebelum datang masa
sibuk. (5) Masa hidupmu sebelum (datang) kematian.” (HR. Al-Hakim no. 7846 dan
Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 10248 dengan sanad yang
sahih)
Beliau
juga bersabda,
بَادِرُوا
بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا
وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ
مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah
melakukan amalan saleh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam
yang gelap. Yaitu, seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore
hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di
pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari
keuntungan dunia.” (HR.
Muslim no. 118)
Jemaah
salat Jumat yang berbahagia.
Di
antara kunci sukses dalam beramal yang lainnya adalah membuat perencanaan untuk
waktu yang akan datang, bagaimana rencana beramal kita pada tahun depan,
sehingga kehidupan kita lebih tertata dan lebih tertib.
Orang
yang berakal adalah yang bisa menambah intensitas ibadahnya setiap harinya. Ada
sebuah ungkapan yang sangat indah,
مَا نَدِمْتُ
عَلَى شَيْءٍ كَنَدَمِي عَلَى يَوْمٍ نَقَصَ فِيهِ أَجَلِي، وَلَمْ يَزْدَدْ فِيهِ
عَمَلِي
“Sungguh
aku tidak pernah menyesali sesuatu melebihi penyesalanku pada hari di mana
umurku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”
Peningkatan
sesuatu itu tidak hanya dalam kuantitasnya saja, akan tetapi bisa saja berupa
peningkatan dalam kualitas. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
bersabda,
إِنَّ اللهَ
ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya
Allah ‘Azza wa Jalla menyukai jika salah seorang kalian mengerjakan
sesuatu, dia mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh (profesional).” (HR. Thabrani no. 275 dan As-Suyuti no.
1855, dihasankan oleh Syekh Albani dalam Shahih Al-Jaami’.)
Dan
sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah
yang dikerjakan secara konsisten walaupun jumlahnya sedikit. Hal ini tentu saja
menunjukkan bahwa agama kita lebih mengutamakan kualitas sebuah amalan daripada
kuantitasnya.
Syekh
Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,
“Mengusahakan amalan agar sesuai sunah Nabi itu lebih utama dari memperbanyak
amalan. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,
لِيَبْلُوَكُمْ
أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Supaya
Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2)
Dalam
ayat tersebut Allah Ta’ala tidak berfirman, ‘yang paling
banyak amalannya’.”
Semoga
Allah menuliskan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang dapat bersyukur,
mengisi hari-hari kita dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala,
konsisten di dalamnya dan tidak menunda-nundanya. Semoga kita termasuk
hamba-Nya yang lebih mengutamakan kualitas amal daripada kuantitasnya, yaitu
beramal dengan ikhlas mengharap rida Allah dan sesuai dengan tuntunan serta
petunjuk dari Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ
وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ
وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا
خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ
مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا
وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى
، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ
كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel: www.muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar