JALAN KESELAMATAN DI ZAMAN FITNAH
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 20 Jumadil-Akhir 1447 H /11 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Di
tengah-tengah zaman yang penuh fitnah dan kebingungan seperti sekarang ini, di
mana kebenaran sering kali tersembunyi dan kesesatan tersebar luas, kebutuhan
akan ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi sangat
mendesak. Karena, ilmu agama merupakan jalan keselamatan yang bisa membimbing
umat menuju kebenaran dan menjauhkan dari kesesatan.
Syekh
Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah memberikan
nasihat yang sangat berharga. Beliau mengatakan,
علينا جميعاً
أن نتواصى بتقوى الله، والجدّ والإجتهاد في تحصيل العلم، فهو سبيل النجاة في هذا الزمان،
وهو الذي نستطيع به أن نميّز بين المُحقّ والمبطل، وبين الهدى الضلال، فعلينا أن نتزود
من العلم النافع، وأن نحرص على اقتناء كتب السلف
“Wajib
atas kita semuanya untuk saling berwasiat agar bertakwa kepada Allah,
memperhatikan penuh dan bersungguh-sungguh untuk meraih ilmu (yakni ilmu agama
ini, yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah), karena ilmu agama ini adalah
jalan keselamatan di zaman kita sekarang ini. Dan dengan sebab ilmu agama
inilah, kita bisa membedakan antara perkara yang hak dan yang batil, demikian
pula untuk membedakan antara petunjuk dan kesesatan. Maka, wajib atas kita
untuk bersungguh-sungguh dalam menambah ilmu nafi’ (ilmu yang bermanfaat ini,
yaitu ilmu agama). Dan juga bersemangat untuk mengambil keuntungan/manfaat dari
kitab-kitab para ulama salaf.” (Gharatul
Asyrithah, 1: 107)
Pernyataan
beliau menegaskan bahwa ilmu agama adalah satu-satunya cara untuk menjaga diri
dari fitnah dan penyimpangan yang begitu banyak di zaman kita ini.
Pentingnya
ilmu agama dalam menjaga keselamatan akidah
Ilmu
agama merupakan landasan yang kokoh bagi seorang muslim dalam menjaga
keimanannya dan menghindari kesesatan. Tanpa ilmu yang benar, seseorang mudah
terombang-ambing dalam lautan pemikiran yang sesat dan menyesatkan. Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman,
قُلْ هَلْ
يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ
“Katakanlah,
‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?'” (QS.
Az-Zumar: 9)
Perhatikanlah
perbedaan mendasar antara orang yang memiliki ilmu dan yang tidak memilikinya.
Ilmu agama adalah cahaya yang menerangi jalan hidup seorang muslim,
membimbingnya untuk tetap berada di atas jalan yang lurus. Tanpa ilmu,
seseorang akan mudah tersesat, karena tidak memiliki pedoman yang jelas untuk
membedakan antara yang hak dan yang batil.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda,
مَن يُرِدِ
اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
“Barangsiapa
yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkan dia dalam
urusan agama.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Oleh
karenanya, pemahaman yang benar tentang agama adalah tanda bahwa Allah
menghendaki kebaikan bagi seseorang. Sebaliknya, ketidaktahuan atau kelalaian
dalam mencari ilmu adalah tanda kebinasaan yang akan menjerumuskan seseorang ke
dalam berbagai bentuk penyimpangan dan kesesatan.
Ilmu
sebagai pembeda antara yang hak dan batil
Salah
satu manfaat terbesar dari ilmu agama adalah kemampuannya untuk membedakan
antara yang hak (benar) dan yang batil (salah). Di zaman di mana banyak orang
terjebak dalam hawa nafsu, ideologi sesat, dan pemahaman yang keliru, ilmu
agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi satu-satunya cara
untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.
Allah Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ
عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
“Wahai
orang-orang yang beriman! Jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan kepada kalian furqan (pembeda antara yang hak dan yang batil), dan
menghapuskan segala kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni (dosa-dosa)
kalian. Dan Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)
Saudaraku,
ketahuilah bahwa takwa kepada Allah yang dibarengi dengan ilmu yang benar akan
memberikan furqan, yaitu kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang
bathil. Karena, dengan ilmu yang bermanfaat, seorang muslim akan memiliki
pandangan yang jernih dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, sehingga
tidak mudah terjerumus dalam kesalahan atau fitnah yang menyesatkan.
Ilmu
sebagai bekal dalam menghadapi fitnah
Fitnah
yang dimaksud di sini bisa berupa godaan dunia, pemikiran yang menyimpang, atau
ajakan untuk meninggalkan ajaran Islam yang murni. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam telah memperingatkan tentang fitnah-fitnah ini dalam
banyak hadisnya. Salah satu hadis yang relevan adalah,
بَادِرُوا
بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا
وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ
مِنَ الدُّنْيَا
“Segeralah
beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah yang menyerupai potongan-potongan malam
yang gelap. Seseorang di pagi hari masih beriman, namun di sore harinya telah
menjadi kafir. Dan seseorang di sore hari masih beriman, namun di pagi harinya
telah menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan sedikit dari keuntungan
dunia.” (HR.
Muslim)
Betapa
cepat dan berbahayanya fitnah-fitnah di akhir zaman. Seseorang yang tadinya
beriman bisa saja tergelincir ke dalam kekafiran hanya dalam waktu yang
singkat. Oleh karenanya, ilmu agama yang benar adalah pelindung utama bagi
seorang muslim dari fitnah-fitnah ini.
Semangat
menuntut ilmu dan mengikuti jejak salaf
Selain
menekankan pentingnya ilmu agama, Syekh Muqbil juga mengingatkan agar kita
senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu, serta memanfaatkan kitab-kitab para
ulama salaf sebagai rujukan. Ulama salaf adalah generasi terbaik dalam Islam,
yang hidup di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Mereka
adalah teladan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.
Allah Ta’ala berfirman,
وَٱلسَّٰبِقُونَ
ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ
رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ
“Dan
orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara
orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.” (QS. At-Taubah: 100)
Generasi
salaf adalah teladan yang harus diikuti oleh setiap muslim. Mereka adalah
orang-orang yang paling memahami agama ini dan menjalankannya dengan penuh
ketulusan. Maka, kita wajib merujuk kepada kitab-kitab mereka, mengambil
manfaat dari pengetahuan yang mereka tinggalkan, dan mencontoh cara mereka
dalam beragama.
Ilmu
sebagai jalan keselamatan
Ilmu
agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah jalan keselamatan bagi
setiap muslim di zaman penuh fitnah ini. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah
tersesat dan terjebak dalam berbagai bentuk kesesatan yang semakin banyak
tersebar di tengah-tengah masyarakat. Dengan ilmu pula, seorang muslim akan
mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, serta memiliki bekal untuk
menghadapi berbagai fitnah yang datang.
Oleh
sebab itu, kita semua wajib bersemangat dalam menuntut ilmu agama, baik melalui
majelis ilmu, kajian-kajian, maupun dengan membaca kitab-kitab para ulama
salaf. Dengan demikian, kita akan memiliki pemahaman yang benar tentang agama,
dan insyaAllah, kita akan selamat dari fitnah dan penyimpangan yang ada di
sekitar kita.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua, serta memudahkan kita dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran-Nya. Amin.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Fauzan Hidayat
Artikel: Muslim.or.id
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Fauzan Hidayat
Artikel: Muslim.or.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar