TUNJUKKANLAH KAMI KE JALAN YANG LURUS
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 23 Dzulhijah 1447 H /10 Mei 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus" (Ihdinash shirathal mustaqim) adalah doa inti dalam Surat Al-Fatihah ayat 6-7, yang bermakna permohonan bimbingan Allah agar tetap berada di atas agama Islam, serta diberi kekuatan untuk mengamalkan ajaran-Nya, guna mencapai rida dan surga-Nya. Jalan ini digambarkan sebagai jalan yang jelas, tidak sesat, dan tidak pula dimurkai.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (⁶) صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّٓالِّيْنَ (⁷)
Artinya : "Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat." (QS. Al Faatihah : 6-7)
Ibnu Katsir Rahimahullah dalam Tafsirnya menjelaskan :
- Ayat Ke 6 mengandung dalil yang menganjurkan bertawassul dengan sifat-sifat yang tinggi dan amal shalih, setelah seorang hamba mengagungkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan beramal shalih untuk-Nya, lalu ia memohon akan kebutuhannya.
- Ayat Ke 7 menafsirkan, jalan yang telah diberi nikmat yaitu jalan orang-orang yang telah menaati Allah Subhanahu Wa dan Rasul-Nya. Bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat, mereka itulah orang-orang yang tidak mendapatkan petunjuk-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَأَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ، وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ، ذٰلِكُمْ وَصّٰكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya : "Dan sungguh, ini jalan-Ku yg lurus, maka ikutilah, jangan kamu ikuti jalan-jalan yang lain yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya, demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." (QS. Al An'aam : 153)
Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah berkata : "Orang-orang yang mengenal Rabb dengan baik sepakat bahwa ketika engkau sesat, maka Rabb menyerahkan sglnya kpdmu dan membiarkan apa yg terjadi antara engkau dg jiwamu. Tp ketika anda benar, maka Rabb selalu akan menuntunmu".
Dan, seorang hamba itu akan selalu berada diantara sesat dan benar, bahkan, dalam 1 jam seorang hamba bisa berada dalam kedua-duanya. Hamba yang taat kepada Rabb dan membuat-Nya ridha, maka Rabb pun berterima kasih kepada hamba dengan cara menurunkan pertolongan-Nya. Sebaliknya, hamba yang durhaka kepada-Nya dan menentang-Nya, maka Rabb pun marah dan mengabaikan-Nya dengan membiarkannya, dengan demikian hamba itu akan selalu berada diantara dua titik tersebut.
Ketika seorang hamba itu mampu mencerna semua ini dan memberikan hak Rabb dengan porsinya, maka ia akan memahami betapa ia sangat membutuhkan pertolongan Rabb dalam setiap hembusan nafas, setiap detik dan setiap kerdipan mata. Ia juga akan memahami bahwa keimanan dan tauhidnya ada di tangan Rabb. Seandainya Rabb membiarkannya sekejap saja, maka singgasana tauhidnya akan roboh dan langit keimanannya akan runtuh menimpa bumi. Ia juga memahami bahwa dzat yang melindungi keimanannya adalah Dzat Yang Menjaga Langit supaya tidak jatuh menimpa bumi, kecuali dengan seizin-Nya.
"Yaa Rabbku, tak mungkin keridhaanmu bergantung pada suatu sebab dari-Mu, apalagi pada sebab dariku, Engkau adalah Dzat yang tak membutuhkan apapun dari diri-Mu sendiri, apalagi dariku". (Syaikh Ibnu Atha'illah)
Kenapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih menghidupkanku sampai hari ini? Karena dosaku terlalu banyak dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih mengizinkanku untuk bertaubat." (Imam Ghazali)
Dan disebabkan, karena jalan yang mengantarkan seseorang kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala hanya satu, yaitu sesuatu yang dengan-Nya, Dia mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, tiada seorangpun yang dapat sampai kepada-Nya, kecuali melalui jalan ini." (Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah)
Seorang Muslim yang taat (baik muslim laki-laki maupun perempuan), minimal 17 (tujuh belas) kali sehari memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar ditunjukkan Jalan Yang Lurus. Permohonan ini tercantum dalam Surah Al Fatihah dan menjadi wajib hukumnya ketika sedang melaksanakan Sholat, baik Sholat Wajib maupun Sholat Sunnah.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar