KEUTAMAAN SILATURAHMI DAN SALING MEMAAFKAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 7 Dzulqaidah 1447 H /24 April 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ
الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ
اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا
الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ
الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ،
قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ
مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
١٣٣
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ
عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
Hadirin
jamaah Jumat rahimakumullah,
Pada
kesempatan ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu
wujud nyata ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga hubungan baik
dengan sesama manusia melalui silaturahmi, memuliakan tamu, serta menjaga lisan
agar selalu berkata baik atau diam.
Sebab
orang yang benar imannya akan tercermin dari akhlaknya kepada orang lain,
sehingga dengan memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan, kita tidak hanya
memperindah hubungan antarmanusia, tetapi juga semakin mendekatkan diri kepada
Allah SWT.
Hadirin
jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam
ajaran Islam, silaturahmi bukan sekadar hubungan sosial biasa, melainkan bagian
dari keimanan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW ia bersabda, ‘Siapa saja yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa
saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menjaga hubungan
silaturahim yang baik dengan kerabatnya. Siapa saja yang beriman kepada Allah
dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.’”
Hadits
ini dengan jelas menunjukkan bahwa silaturahmi adalah tanda keimanan kita. Kita
yang benar imannya tidak akan memutus hubungan dengan keluarga, tidak akan
menyakiti saudara kita, dan selalu berusaha menebarkan kebaikan dalam ucapan
maupun perbuatan kita dalam kehidupan bersama.
Para
ulama pun menjelaskan betapa besarnya keutamaan silaturahmi. Di antaranya
adalah Syekh Sulaiman Al-Bujairimi yang menyebutkan bahwa dalam silaturahmi
terdapat banyak perkara terpuji, di antaranya adalah mampu mendatangkan ridha
Allah SWT.
Hal
ini karena silaturahmi merupakan perintah Allah SWT. Silaturahmi juga mampu
membahagiakan orang lain, dan membahagiakan sesama mukmin termasuk amal yang
sangat utama. Selain itu, silaturahmi juga menyenangkan para malaikat,
menumbuhkan kenangan baik di hati manusia, serta membuat Iblis bersedih karena
persaudaraan manusia menjadi kuat. Bahkan, silaturahmi dapat memperpanjang umur
dan melapangkan rezeki.
Silaturahmi
juga menjadi sebab kebahagiaan orang tua dan leluhur kita yang telah wafat,
serta menambah kehormatan dan pahala, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik
RA:
ثَلَاثَةٌ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
: وَاصِلُ الرَّحِمِ وَامْرَأَةٌ مَاتَ زَوْجُهَا وَتَرَكَ أَيْتَامًا فَتَقُومُ عَلَيْهِمْ
حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ أَوْ يَمُوتُوا وَرَجُلٌ اتَّخَذَ طَعَامًا وَدَعَا إلَيْهِ
الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ
Artinya,
“Ada tiga orang yang mendapat naungan Arasy pada hari kiamat: orang yang
menjaga silaturahmi, seorang istri yang ditinggal mati suaminya kemudian
membesarkan anak-anak yatimnya sampai Allah mencukupi mereka atau sampai mereka
wafat, dan orang yang membuat makanan kemudian mengajak anak yatim dan orang
miskin untuk makan.”
Hadirin
jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain
silaturahmi, Islam juga sangat menganjurkan kita untuk saling memaafkan.
Terlebih ketika kita berada di momen-momen istimewa seperti Hari Raya Idul
Fitri. Saling memaafkan adalah bagian dari upaya membersihkan diri dari dosa,
baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.
Allah
SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 178:
فَمَنۡ عُفِيَ لَهُۥ مِنۡ أَخِيهِ شَيۡءٞ فَٱتِّبَاعُۢ
بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيۡهِ بِإِحۡسَٰنٖۗ
Artinya,
“Barangsiapa yang mendapat pemaafan dari saudaranya, hendaklah ia
mengikutinya dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membalas
dengan cara yang baik pula.”
Ayat
ini mengajarkan kita bahwa memaafkan adalah bentuk rahmat dan keringanan dari
Allah SWT. Orang yang memaafkan akan mendapatkan kemuliaan, dan orang yang
meminta maaf akan terbebas dari beban dosa.
Rasulullah
SAW juga mengingatkan bahwa segala bentuk kesalahan kepada sesama manusia harus
diselesaikan di dunia ini. Karena di akhirat kelak tidak ada lagi harta untuk
menebus kesalahan. Yang ada hanyalah pahala dan dosa. Jika seseorang belum
meminta maaf, maka kelak urusannya akan diselesaikan dengan amal kebaikannya,
bahkan bisa jadi ia harus menanggung dosa orang lain.
Hadirin
jamaah Jumat rahimakumullah
Mari
kita renungkan juga betapa banyak kesalahan yang sering terjadi dalam kehidupan
kita sehari-hari. Dalam hubungan anak dan orang tua, misalnya, sering kali kita
sebagai anak berbicara dengan nada tinggi, membantah, atau mengabaikan nasihat
orang tua.
Sebaliknya,
kita sebagai orang tua juga terkadang kurang sabar, mudah marah, atau tidak
memahami perasaan anak. Dalam persahabatan, sering terjadi kesalahpahaman,
saling menyindir, membuka aib teman, atau tidak menepati janji. Dalam kehidupan
bertetangga, terkadang muncul sikap acuh, tidak peduli, mengganggu ketenangan,
atau bahkan iri hati terhadap keberhasilan tetangga.
Di
sekolah, murid kadang kurang menghormati guru, tidak mendengarkan pelajaran,
atau bersikap tidak sopan. Sementara guru terkadang kurang bijak dalam mendidik
atau terlalu keras dalam memberi hukuman.
Di
tempat kerja, hubungan antara karyawan dan atasan sering diwarnai dengan
kesalahpahaman, kurang komunikasi, saling menyalahkan, bahkan sikap tidak
profesional. Semua itu adalah realitas yang sering kita jumpai, dan jika tidak
diselesaikan dengan baik, akan merusak silaturahmi dan menimbulkan dosa. Oleh
karena itu, agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam pergaulan, kita
harus membiasakan introspeksi diri atau muhasabah.
Jangan
mudah menyalahkan orang lain, tetapi lihatlah kekurangan diri sendiri. Latih
lisan untuk berkata baik atau diam. Hindari ucapan yang menyakitkan, gosip, dan
fitnah. Kita juga harus segera meminta maaf ketika berbuat salah, tanpa menunda
dan tanpa gengsi. Belajarlah memaafkan dengan ikhlas, meskipun terasa berat.
Ingatlah bahwa Allah mencintai orang yang pemaaf.
Mari
perbanyak silaturahmi, baik dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga.
Bangun komunikasi yang baik, terbuka, dan penuh adab dalam setiap hubungan.
Tanamkan empati dengan memahami perasaan orang lain sebelum bertindak.
Perbanyaklah doa agar Allah membersihkan hati kita dari sifat dendam, iri, dan
benci. Mari jaga silaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga, dan sesama
muslim. Jangan biarkan permusuhan, salah paham, atau ego merusaknya. Bukalah
hati untuk saling memaafkan. Tak ada manusia tanpa salah. Memaafkan membawa
ketenangan; meminta maaf membawa keselamatan.
Allah
menegaskan bahawa orang yang menahan amarah dan memaafkan termasuk golongan
bertakwa.
وَسَارِعُوْٓا
اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ
وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
١٣٤
Artinya:
“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti)
langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu)
Orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,
orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan
(kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Semoga
Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang gemar menyambung silaturahmi dan
mudah memaafkan, sehingga hidup kita penuh keberkahan dan kelak mendapatkan
kemuliaan di sisi-Nya. Amin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ
اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ
الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ . اللَّهُمَّ إِنِّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَ مِن سَيِّئِ الأَسْقَامِ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ
اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى
عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
H
Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
Editor:
Amien Nurhakim Penulis: Muhammad Faizin
Sumber: https://islam.nu.or.id/
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏

Tidak ada komentar:
Posting Komentar