MANA YANG DIDAHULUKAN, UCAPKAN SALAM ATAU KETUK PINTU?
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 8 Dzulqaidah 1447 H /25 April 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Lebaran
adalah momen yang istimewa untuk mempererat tali silaturahmi. Bertamu ke rumah
sanak saudara dan sahabat menjadi salah satu cara paling hangat untuk
menyampaikan rasa kasih dan hormat.
Namun,
keindahan perjumpaan akan terasa kurang jika kita lupa akan adab bertamu.
Menjaga
tata krama saat berkunjung dari menyapa dengan sopan, menghormati privasi tuan
rumah, hingga memperhatikan waktu kunjungan, merupakan wujud penghargaan yang
membuat pertemuan lebih bermakna.
Menjaga
etika saat kunjungan menjadi sarana memperkuat hubungan sosial yang tulus dan
membawa keberkahan bagi semua pihak.
Protokol
Isti'dzan: Seni Menghargai Privasi
Silaturahmi
merupakan sarana utama dalam menjalin persaudaraan, terutama saat Lebaran.
Salah satu bentuknya adalah bertamu. Namun, dalam Islam, rumah adalah wilayah
privasi yang sangat dijaga kesuciannya melalui konsep Isti'dzan (meminta izin).
Hal
ini salah satunya tercermin dalam firman-Nya dalam surat An-Nur ayat 27 yang
berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى
تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Demikian itu lebih
baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran.” (QS. An-Nur: 27)
Mana
yang Didahulukan, Ucapkan Salam atau Ketuk Pintu?
Pernahkah
kita bingung saat berdiri di depan pintu rumah orang lain? Haruskah kita
berteriak "Assalamu’alaikum" dulu, atau mengetuk pintu baru kemudian
mengucap salam?
Jika
kita membaca surat An-Nur ayat 27 di atas, urutannya memang menyebutkan meminta
izin baru kemudian memberi salam.
Sebagian
ulama memegang teguh urutan ini secara tekstual. Simak paparan Syekh Ali
Ash-Shabuni dalam kitab Rawa'iul Bayan berikut:
ظاهر الآية الكريمة يدل على تقديم الاستئذان على السلام، وبهذا الظاهر قال بعض العلماء
Artinya:
“Makna lahiriah dari ayat Al-Qur'an yang mulia ini menunjukkan bahwa meminta
izin didahulukan sebelum mengucap salam. Pendapat ini dipegang oleh sebagian
ulama berdasarkan teks lahiriah tersebut.” (Rawa’iul Bayan, [Damaskus,
Maktabah Al-Ghazali: 1400], jilid. II, hal. 133)
Namun,
mayoritas ahli fiqih mempunyai pendapat yang lebih populer dan dianggap lebih
kuat.
Tokoh
besar seperti Imam An-Nawawi menegaskan, ucapkan salam dulu, baru minta izin
masuk. Alasannya sederhana namun mendalam: "Salam dilakukan sebelum
berucap kata." Salam adalah doa dan sapaan damai, sementara meminta izin
adalah prosedur teknisnya.
Imam
An-Nawawi menegaskan:
الصحيح المختار تقديم التسليم على الاستئذان
لحديث «السلام قبل الكلام»
Artinya:
"Pendapat yang shahih dan terpilih adalah mendahulukan salam sebelum
meminta izin berdasarkan hadits: 'Salam dilakukan sebelum berucap kata'."
(Rawa’iul Bayan, hal. 133)
Seni
Melihat Situasi: Tips "Jalan Tengah"
Untuk
memudahkan kita di lapangan, Imam Al-Mawardi memberikan panduan cerdas yang
sangat logis:
· Jika
kita sudah melihat orangnya: Misalnya, tuan rumah sedang menyapu teras atau
terlihat di balik jendela, maka ucapkan salam terlebih dahulu sebagai bentuk
penghormatan, baru ajukan izin bertamu.
· Jika
kita tidak melihat siapapun: Misalnya pintu tertutup rapat, maka ketuklah pintu
atau bunyikan bel terlebih dahulu (sebagai isyarat kehadiran), baru kemudian
ucapkan salam setelah ada tanda-tanda kehidupan di dalam rumah. (hal. 134)
Penerapan
di Era Modern: Bel dan Ketukan Pintu Zaman dulu, orang memberi kode
kehadiran dengan berdehem atau membaca tasbih keras-keras. Sekarang, kita punya
bel rumah dan ketukan pintu. Bahkan, di era smartphone ini, mengirim pesan
singkat via WhatsApp atau menelepon sebelum datang adalah bentuk "meminta
izin" yang sangat disarankan untuk menghormati waktu tuan rumah.
Oleh
karena itu, protokol ideal bertamu di zaman modern ini adalah:
Langkah
1: Bunyikan bel atau ketuk pintu dengan sopan.
Langkah
2: Ucapkan salam dengan suara yang jelas namun tidak berteriak.
Langkah
3: Tunggu jawaban.
Jika
setelah tiga kali tidak ada jawaban, saatnya pulang dengan hati lapang. (hal.
134-135)
Dari
paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pandangan utama mengenai
mana yang harus didahulukan antara mengucap salam atau meminta izin masuk:
Pertama,
sebagian ulama berpendapat, berdasarkan urutan kata dalam QS. An-Nur: 27,
meminta izin (tasta’nisu) disebut lebih dahulu sebelum memberi salam
(tusallimu).
Pada
sisi lain, mayoritas ulama mengatakan bahwa salam didahulukan sebelum meminta
izin. Pandangan ini dianggap paling shahih oleh Imam An-Nawawi berdasarkan
hadis Nabi SAW: "Salam dilakukan sebelum berucap kata."
Namun,
untuk menjembatani perbedaan dalil dari kedua pendapat tersebut, urutan dapat
disesuaikan dengan kondisi di lapangan berikut:
Kondisi
A (melihat penghuni rumah): Jika tamu sudah melihat penghuni rumah, maka salam
didahulukan sebagai bentuk penghormatan, baru kemudian meminta izin masuk.
Kondisi
B (tidak melihat penghuni rumah): Jika tamu belum melihat siapa pun, maka
meminta izin/isyarat didahulukan (seperti mengetuk atau berdehem) untuk
menyadarkan penghuni, baru kemudian mengucap salam.
Idul
Fitri adalah momentum untuk memperbaiki hubungan, bukan merusak privasi. Dengan
menjaga adab, mulai dari hal kecil seperti urutan salam dan ketuk pintu, kita
sedang menunjukkan bahwa kita menghargai tuan rumah lebih dari sekadar hidangan
yang mereka sajikan.
Ingat,
hakikat bertamu adalah membawa doa (salam) dan pulang dengan tetap menjaga
kehormatan pemilik rumah. Dengan begitu, silaturahmi kita bukan hanya
menggugurkan kewajiban, tapi benar-benar mendatangkan keberkahan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Sumber: https://islam.nu.or.id/
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Kolomnis: M. Ryan Romadhon
Sumber: https://islam.nu.or.id/
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar