BUGHAT
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 7 Rabi'ul-Akhir 1447 H /29 September 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
3. Bughat Di Era Modern : Antara Perlawanan Dan Ketaatan
Di era modern, istilah bughat sering dikaitkan dengan pemberontakan atau separatisme yang menentang pemerintahan sah. Meski kondisi politik berbeda dengan masa klasik, prinsip syariat terkait bughat tetap relevan, yaitu menjaga stabilitas dan menghindari pertumpahan darah.
Bughat di zaman ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari perlawanan bersenjata, kudeta militer, hingga gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari negara. Semua ini pada dasarnya adalah bentuk penolakan terhadap pemimpin sah, dan menurut syariat termasuk tindakan yang dilarang.
Namun, sebagian kalangan berargumen bahwa perlawanan bisa dibenarkan bila pemimpin bersikap zalim. Pandangan ini kerap diperdebatkan, karena dalam hadis Nabi jelas disebutkan agar umat bersabar menghadapi pemimpin zalim, kecuali jika pemimpin tersebut melakukan kekufuran nyata. Artinya, syarat untuk membolehkan perlawanan sangat berat dan tidak bisa dijadikan alasan sembarangan.
Di sisi lain, dunia modern memberikan ruang bagi penyaluran aspirasi tanpa bughat. Demokrasi, misalnya, membuka jalan bagi rakyat untuk menyampaikan kritik, mengganti pemimpin, atau menuntut keadilan tanpa harus mengangkat senjata. Dengan cara ini, prinsip syariat yang menolak bughat bisa tetap terjaga, sekaligus memberi ruang bagi rakyat untuk memperbaiki kondisi.
Bughat di era modern juga membawa risiko lebih besar karena teknologi persenjataan yang semakin maju. Jika dahulu bughat hanya menimbulkan konflik lokal, kini bisa menghancurkan negara secara total. Kerugian ini tentu lebih besar daripada manfaat yang diharapkan.
Karena itu, umat Islam perlu bijak dalam membedakan antara perlawanan yang sah secara konstitusional dan bughat yang terlarang dalam agama. Ketaatan kepada pemimpin, selama tidak melanggar syariat, adalah bagian dari menjaga keamanan dan persatuan. Perlawanan hanya sah bila dilakukan dengan cara yang damai, konstitusional, dan tidak menimbulkan kerusakan lebih besar.
4. Dampak Bughat Terhadap Persatuan Umat Islam
Bughat bukan hanya sekadar persoalan politik, tetapi juga ancaman serius bagi persatuan umat Islam. Sejak masa awal Islam, pemberontakan internal telah meninggalkan luka sejarah yang panjang dan masih terasa dampaknya hingga kini.
Salah satu dampak Bughat adalah terjadinya perpecahan di tengah umat. Pemberontakan Khawarij terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib, misalnya, menimbulkan perpecahan besar yang kemudian melahirkan kelompok-kelompok dalam Islam. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana Bughat dapat melahirkan fitnah yang merusak Ukhuwah Islamiyah.
Dampak lain dari Bughat adalah hilangnya stabilitas politik. Ketika umat terpecah, musuh dari luar akan dengan mudah memanfaatkan situasi. Hal ini terbukti dalam sejarah, di mana kekuatan asing sering masuk ketika umat Islam sibuk berperang melawan sesama. Kondisi ini tentu bertentangan dengan tujuan Islam yang mengutamakan persatuan dan kekuatan kolektif.
Bughat juga menyebabkan kehancuran sosial dan ekonomi. Pemberontakan biasanya menimbulkan perang, kerusakan infrastruktur, serta korban jiwa. Akibatnya, pembangunan terhambat, dan rakyat kecil yang paling merasakan penderitaan. Hal ini jelas bertolak belakang dengan prinsip syariat yang menekankan terjaganya jiwa, harta, dan ketenteraman.
Dalam konteks modern, Bughat dapat memicu konflik horizontal yang sulit dipadamkan. Pertentangan antar warga negara bisa semakin tajam dan membentuk jurang perpecahan yang dalam. Dampak jangka panjangnya adalah melemahnya daya tawar umat Islam di hadapan tantangan global.
Oleh karena itu, Islam memandang Bughat sebagai ancaman serius bagi persatuan. Umat perlu mengedepankan dialog, musyawarah, dan mekanisme damai dalam menyelesaikan perselisihan. Hanya dengan cara ini, persatuan umat bisa tetap terjaga dan kekuatan Islam tetap solid.
Wallahu 'Alam Bishshawab...
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar