PENGERTIAN DAN ARTI TA'ZIM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 1 Rabi'ul-Akhir 1447 H /23 September 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ta'dhim (تَعْظِيْم)
berarti mengagungkan, memuliakan, atau menghormati dengan penuh
pengagungan lahir dan batin terhadap pihak yang dianggap mulia atau berhak
dihormati, seperti Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, atau guru. Konsep
ini melibatkan sikap hormat, kepatuhan, dan kerendahan diri yang tulus sebagai
bentuk ibadah dan pengakuan terhadap keagungan, kemuliaan, atau otoritas pihak
tersebut
1. Makna Ta’zhim : Menghormati Yang Mulia Dalam Islam
Dalam Islam, Ta'zhim bermakna penghormatan yang mendalam terhadap sesuatu yang dianggap mulia, baik karena statusnya di sisi Allah maupun karena kedudukannya dalam masyarakat. Kata Ta'zhim berasal dari bahasa Arab “عَظَّمَ – يُعَظِّمُ” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Namun, penghormatan ini bukan sekedar formalitas, melainkan lahir dari hati yang sadar akan nilai dan keindahan objek yang dihormati.
Ta'zhim bisa ditujukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai bentuk penghambaan dan pengagungan tertinggi. Dalam hal ini, Ta'zhim harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan total, rasa takut, harap, dan cinta. Segala bentuk ibadah sejatinya merupakan ekspresi Ta'zhim kepada-Nya.
Namun, Islam juga mengajarkan Ta'zhim kepada makhluk-makhluk tertentu, seperti Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, para ulama, orang tua, guru, bahkan simbol-simbol agama seperti masjid dan Al-Qur'an. Menghormati mereka bukan berarti menyekutukan Allah, tetapi bentuk nyata dari akhlak mulia.
Dalam praktiknya, Ta'zhim tampak dalam cara kita berbicara, menyampaikan pesan, dan memperlakukan pihak-pihak yang dimuliakan dalam Islam. Seorang Muslim yang memiliki rasa Ta'zhim tidak akan berjanji terhadap hal-hal yang dianggap suci.
Dengan memahami makna Ta'zhim, kita belajar untuk menempatkan sesuatu pada porsinya dan menjaga adab dalam hidup. Ini adalah kunci menjaga kemuliaan agama dan keharmonisan sosial.
2. Ta’zhim kepada Rasulullah : Bukti Cinta Sejati Umat Muslim
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah manusia paling mulia yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, mencintai dan menghormati beliau adalah bagian dari keimanan. Bahkan Allah sendiri memerintahkan umat Islam untuk bershalawat dan menunjukkan Ta’zhim kepada Nabi.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab : 56)
Ta’zhim kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan pujian lisan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan. Ini mencakup meneladani sunnah beliau, menjaga akhlak, serta tidak mengolok-olok atau meremehkan sabda dan ajaran beliau.
Dalam sejarah, para sahabat menunjukkan bentuk Ta’zhim luar biasa. Mereka tidak meninggikan suara di hadapan beliau, tidak memotong pembicaraan, bahkan tidak menyentuh rambut yang jatuh dari kepala beliau kecuali dengan penuh kehati-hatian dan cinta.
Ta’zhim ini juga harus terus hidup dalam diri umat Islam saat ini. Menyebarkan hadis, membela kehormatan Nabi dari penghinaan, dan memperingati sejarah hidup beliau adalah bentuk nyata cinta dan penghormatan.
Dalam era modern, sikap Ta’zhim sering luntur karena budaya skeptis dan kebebasan berekspresi yang kebablasan. Maka penting bagi setiap Muslim untuk tetap menjunjung tinggi kehormatan Rasulullah sebagai wujud Iman yang sejati.
Wallahu 'Alam Bishshawab...
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar