ADAB-ADAB TERHADAP ORANG SAKIT
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 13 Rabi'ul-Akhir 1447 H /5 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Menjaga
kebersihan diri dan lingkungan
Menjaga
kebersihan diri ketika menjenguk orang sakit adalah adab yang sangat penting,
terutama dalam situasi pandemi atau ketika penyakit yang diderita bersifat
menular. Ingatlah bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman, dan kita
dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan di setiap keadaan. Ketika
menjenguk orang sakit, pastikan kita menjaga kebersihan tangan, menggunakan
masker jika diperlukan, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Selain
untuk melindungi diri kita sendiri, langkah-langkah ini juga untuk menjaga
keselamatan orang yang sedang sakit agar tidak tertular penyakit lain atau
memperparah kondisi mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan
agar kita senantiasa memperhatikan kebersihan dan menjauhkan diri dari segala
hal yang dapat membahayakan orang lain.
Tidak
mengeluh atau menakut-nakuti
Hindarilah
menyampaikan keluhan tentang masalah pribadi atau membicarakan hal-hal yang
dapat membuat orang yang sakit merasa cemas atau takut. Misalnya, hindari
bercerita tentang pengalaman orang lain yang mengalami penyakit serupa dengan
akhir yang buruk, atau menyampaikan hal-hal yang negatif. Fokuskan percakapan
kita pada doa, kata-kata yang positif, serta motivasi yang dapat menguatkan
hati mereka.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam mengajarkan kita untuk selalu membawa kebaikan dalam
setiap perkataan dan perbuatan. Dengan bersikap optimis dan penuh kasih sayang,
kita dapat membantu meringankan beban psikologis yang dialami oleh orang yang
sakit.
Hikmah
di balik penyakit dan ujian
Penyakit
bukanlah semata-mata musibah, tetapi juga merupakan salah satu bentuk ujian dan
rahmat dari Allah. Di balik penyakit, terdapat banyak hikmah yang bisa kita
ambil, baik bagi orang yang sakit maupun orang di sekitarnya. Beberapa hikmah
yang bisa kita petik di antaranya adalah:
Penyakit
sebagai penghapus dosa
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ،
إِلَّا حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah
seorang muslim tertimpa penyakit atau sejenisnya, kecuali Allah akan
menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan
daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhâri, no. 5660 dan Muslim, no. 2571 dari Abdullah
bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)
Hadis
ini menjelaskan bahwa penyakit yang menimpa seorang mukmin dapat menjadi jalan
untuk pengampunan dosa-dosa yang telah dilakukannya. Oleh karena itu, penyakit
harus diterima dengan sabar dan ikhlas sebagai bagian dari takdir Allah. Saat
menjenguk orang sakit, hendaknya kita mengingatkan akan hal ini, terutama jika
kita dapati saudara kita tersebut mulai putus asa karena sakit kronis yang
dideritanya. Ingatkan juga untuk terus sabar dan berprasangka baik (husnuzan) kepada
Allah.
Penyakit
mengajarkan kita untuk tawakal kepada Allah
Melalui
sakit, Allah mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu di dunia ini,
termasuk kesehatan, ada dalam genggaman-Nya. Kita diperintahkan untuk selalu
bergantung kepada-Nya dan memohon kesembuhan hanya kepada-Nya. Oleh karena itu,
hendaknya kita ingatkan saudara kita yang sedang sakit untuk bertawakal hanya
kepada-Nya, tentunya dengan tetap menempuh sarana-sarana mendapatkan kesembuhan
yang diijinkan oleh syariat.
Menguatkan
ikatan persaudaraan
Ketika
seseorang sakit, kunjungan dan doa dari saudara seiman akan semakin mempererat
tali persaudaraan di antara umat Islam. Hal ini juga merupakan bentuk kasih
sayang yang dianjurkan dalam agama, sebagaimana sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ
مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ
وَالْحُمَّى
“Perumpamaan
orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi
bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka
seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).”
(HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)
Doa
kepada orang sakit adalah salah satu bentuk ibadah yang penuh dengan keutamaan.
Dengan berdoa, kita menunjukkan kepasrahan dan ketergantungan kita kepada
Allah. Melalui doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, kita berharap agar Allah memberikan kesembuhan dan
keberkahan kepada orang yang sedang sakit. Tidak hanya itu, doa juga memperkuat
ikatan persaudaraan di antara sesama muslim dan menjadi sarana bagi kita untuk
mengumpulkan pahala serta mendapatkan rida Allah.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
_____________________
Penulis: Fauzan Hidayat
Artikel: Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar