MENJAGA AKIDAH DENGAN BERISTIKAMAH DALAM IBADAH
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 16 Rabi'ul-Akhir 1447 H /8 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Untuk
menjaga akidah saat beribadah, seorang Muslim harus memperdalam ilmu
agama, terutama tentang tauhid, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah,
menjauhi kesyirikan dan bid'ah, serta memurnikan ibadah hanya kepada Allah
SWT. Selain itu, penting untuk berdoa memohon ketetapan hati, berteman
dengan orang-orang saleh, serta meningkatkan kualitas ibadah dan dzikir.
Akidah
merupakan hal prinsip yang harus kita pegang dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari. Dalam kata lain akidah merupakan pokok kehidupan kita sebagai umat
Islam, untuk menjalankan tatanan ibadah kepada Allah Swt yang diiringi
dengan mu’amalah (bersosial) yang baik pula kepada sesama
manusia.
Dalam
hal ini, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub memaparkan “Ada orang yang ketika di
kampungnya rajin salat, tetapi begitu merantau malah tidak salat. Ada yang di
kampungnya tidak mau maksiat, tetapi ketika keluar kampung, apalagi keluar
negeri, jadi berani maksiat. Orang yang istikamah, baik merantau ke Hongkong
atau Makkah, sikap dan perilakunya sama saja tetap dan selalu taat kepada
Allah. Karena baik di Makkah, New York, Hongkong, London di manapun, kita
selalu dalam pengawasan Allah.”
Berkaitan
dengan hal tersebut, berikut sabda Nabi Saw tentang istikamah:
عَنْ سُفْيَانَ
بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيِّ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ
قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ: غَيْرَكَ
– قَالَ: قُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ، فَاسْتَقِمْ. (رواه مسلم)
Artinya
: “Dari Sufyan bin Abdullah r.a. mengatakan bahwa aku bertanya, “Wahai
Rasulullah ﷺ, apa yang engkau pesan kepadaku tentang Islam, sehingga aku tidak
bertanya kepada orang selainmu?” Nabi ﷺ menjawab, “katakanlah, aku beriman
kepada Allah, kemudian istikamahlah“.
{HR. Muslim (204 H – 261 H: 57 tahun)}
Istifadah
Dari
hadis tersebut, kita mempelajari bahwasannya pesan baginda Nabi ﷺ tidak
panjang, akan tapi sangat mencakup seluruh aspek kehidupan baik akidah maupun
muamalah.
Berikut
jalan menempuh istikamah:
a. Melakukan ketaatan kepada Allah dengan bersungguh-sungguh.
b. Ikhlas dalam beribadah.
c. Mengikuti
dan mencontoh perilaku Nabi ﷺ sesuai ajaran guru dan para ulama.
d. Selalu
ada ikatan dengan al-Quran; membaca, menghafal, dan meresapi kandungan
maknanya.
Oleh
karena itu, Sayyidina Umar ibn Khattab r.a. berpesan:
قَالَ عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ: الْإِسْتِقَامَةُ أَنْ تَسْتَقِيْمَ عَلَى الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ
Artinya:
“Istikamah itu hendaknya kamu beristikamah dalam perintah dan larangan-Nya.”
Dari
pembahasan ini, kita belajar bahwa istikamah ialah menempuh jalan agama yang
lurus dan benar, dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan.
Istikamah
itu memiliki ciri khas yaitu kehidupan yang disiplin, berkepribadian teguh, dan
berkomitmen dalam segala hal.
Terakhir, istikamah akan memberi dampak yaitu memperoleh tauhid yang murni dan kokoh di atas kebenaran.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
https://majalahnabawi.com/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
https://majalahnabawi.com/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar