Menu

Sabtu, 01 November 2025

Bagian Keempat

SIFAT ‘IBADURRAHMAN
4. Bersikap Pertengahan Dalam Membelanjakan Harta, Tidak Berlebih-lebihan, Namun Juga Tidak Pelit

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Ahad 11 Jumadil-Ula 1447 H /2 November 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

4. Bersikap Pertengahan Dalam Membelanjakan Harta, Tidak Berlebih-lebihan, Namun Juga Tidak Pelit

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, :

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS. Al-Furqan : 67)

Termasuk sifat hamba-hamba Ar-Rahman adalah sikap pertengahan mereka dalam mengelola hartanya, tidak boros (berlebihan) dan tidak pula pelit (kikir). Karena mereka mengetahui bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan meminta pertanggungjawaban mereka pada hari kiamat tentang nikmat yang telah diberikan-Nya itu kepada mereka. Sebagaimana disebutkan secara sahih dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, :

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

Artinya : “Tidak akan bergeser (sedikit pun) dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya, kemana dihabiskannya; tentang ilmunya, bagaimana dia mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya; serta tentang tubuhnya, untuk apa digunakannya.” (HR. At Tirmidzi No. 2416, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami‘ No. 7300)

Adapun sikap mereka yang tidak berlebihan dan tidak pula kikir dalam membelanjakan hartanya itu dikarenakan mereka tidak suka menghambur-hamburkan hartanya melebihi batas yang telah Allah ‘Azza wa Jalla izinkan, baik untuk kebutuhan wajib mereka maupun yang dianjurkan. Sebaliknya, dalam berhemat pun; mereka justru bersemangat untuk membelanjakan hartanya pada sesuatu yang memang mereka butuhkan, yang mana dapat menunjang kehidupan mereka dan menjadi bekal tambahan serta penolong untuk kebaikan mereka di akhirat.

Dan ini yang diwajibkan bagi seorang muslim, hendaknya ia bersikap pertengahan dalam setiap urusannya, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula meremehkan, baik dalam perkara ini maupun perkara lainnya, baik dalam perkara agama maupun perkara dunia.

Dari Ka‘ab bin Farukh, dari Qatadah, dari Mutharrif bin ‘Abdullah, ia berkata, :

خيرُ هذه الأمور أوساطُها، والحسنةُ بين السيئتين

Artinya : “Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan, dan kebaikan itu berada di antara dua keburukan.”

Lalu aku bertanya kepada Qatadah, :

ما الحسنةُ بين السيئتين؟

Artinya : “Apa maksud kebaikan yang berada di antara dua keburukan itu?”

Maka, beliau menjawab (dengan mengutip firman Allah, QS. Al-Furqan : 67),

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsir-nya, 17 : 500)

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar