KETIKA DUNIA MELALAIKANMU, JANGAN LUPAKAN SALATMU!
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 13 Rajab1447 H /2 Januari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khotbah pertama
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ
اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ
فَإِنَّ
خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ
الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ,
وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat sekalian.
Segala
puji bagi Allah Ta’ala, Dzat yang kita memohon pertolongan
kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan
diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah
beri petunjuk, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang
siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya
petunjuk.
Wahai
kaum Muslimin sekalian,
Hidup
ini hanyalah rangkaian waktu yang datang dan pergi, mereka yang beruntung
adalah yang mampu memanfaatkan kesempatan dan waktu yang ada sebelum
terlewatkan. Tiada cara terbaik untuk memanfaatkan waktu kecuali dengan
mendekatkan diri kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa tiada sesuatu yang lebih
mendekatkan seorang hamba kepada Allah Ta’ala melebihi
salatnya.
Wahai
hamba Allah, salat adalah pilar utama agama Islam, kewajiban agung yang Allah
tetapkan atas seluruh kaum Muslimin, dan ia adalah wasiat terakhir
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum wafat.
Salat,
wahai orang-orang yang dimuliakan Allah, adalah kunci ketenangan dan
keberuntungan jiwa. Jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengarkan
firman Allah Ta’ala,
قَدْ
أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh
beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam
salatnya.” (QS. Al-Mukminun: 1-2)
Salat,
wahai jemaah sekalian, juga merupakan cahaya penerang bagi hati, kelapangan
bagi dada, keberkahan bagi umur, serrta mendatangkan kelapangan pada rezeki
kita. Renungkanlah kisah Maryam dengan Nabi Zakaria,
كُلَّمَا
دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَٰمَرْيَمُ
أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن
يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Setiap
Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.
Zakariya bertanya, “Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?”
Maryam menjawab, “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi
rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (QS. Ali Imran: 37)
Lihatlah
bagaimana Allah meluaskan rezeki kepada Maryam tatkala ia rajin beribadah
kepada Allah Ta’ala. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan
hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya. Allah akan senantiasa menolong hamba
tersebut dan memudahkan hamba tersebut.
Salat,
wahai hamba Allah, akan menghapus dosa-dosa kita. Allah berfirman,
وَأَقِمِ
ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ إِنَّ ٱلْحَسَنَـٰتِ يُذْهِبْنَ
ٱلسَّـيّئَـٰتِ ذٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّكِرِينَ
“Dirikanlah
salat pada dua tepi siang dan pada waktu-waktu malam yang dekat darinya.
Sesungguhnya amal-amal yang baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah
peringatan bagi orang-orang yang mengingat Allah.” (QS. Hud: 114)
Bahkan
saat kita sedang merasa sempit, bingung, dilema, merasa berat menghadapi
berbagai permasalahan dan cobaan, maka salat adalah sebaik-baik penenang dan
obat dari semua itu. Rasulullah tatkala merasa sempit atas ujian yang beliau
hadapi dalam berdakwah, maka Allah Ta’ala memerintahkannya
untuk salat.
وَلَقَدْ
نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ * فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ
وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
“Kami
sungguh mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka
katakan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah termasuk
orang-orang yang bersujud.” (QS.
Al-Hijr: 97-98)
Karenanya,
setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapi
persoalan berat, beliau segera menunaikan salat. Hal ini sebagaimana dikisahkan
oleh sabahat Huzaifah Ibnu Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu,
كان رسولُ
اللهِ صلَّى اللهُ علَيهِ وسلَّمَ إذا حزَبه أمرٌ صلَّى
“(Menjadi
kebiasaan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila ada sesuatu yang
membuatnya khawatir, beliau mendirikan salat.” (HR. Abu Dawud no. 1319 dan Ahmad no. 23299)
Salah
seorang sahabat Nabi dari Kabilah Khuzaah bercerita bahwa ia mendengar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يا بلالُ
أقمِ الصلاةَ وأرِحْنا بها
“Wahai
Bilal, dirikanlah salat (kumandangkan ikamah salat), istirahatkan kami
dengannya.” (HR.
Abu Dawud no. 4985. Syekh Al-Albani dalam kitabnya Hidayah
Ar-Ruwwat no. 1209 mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih)
Salat
memiliki rasa yang manis dan kenikmatan mendalam, sebuah telaga yang sejuk
untuk beristirahat dari lelah dan sibuknya urusan duniawi. Barang siapa yang
tidak merasakan manis dan sejuknya ibadah salat, maka sungguh ia terhalang dari
kenikmatan yang besar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَجُعِلَتْ
قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dan
dijadikan penyejuk mataku dalam salat.” (HR. An-Nasa’i no. 3939)
Al-Hasan
al-Bashri rahimahullah berkata, “Carilah kenikmatan
dalam tiga hal: dalam salat, dalam membaca Al-Qur’an, dan dalam zikir. Jika
kalian menemukannya, maka teruslah (dalam perbuatan tersebut) dan
bergembiralah. Jika engkau tidak menemukannya, ketahuilah bahwa pintu telah
tertutup.” (Hilyatu Al-Aulia, 6: 171)
Ibnu Taimiyah rahimahullah juga pernah
menjelaskan bahwa apabila diri kita tidak mendapati manisnya beramal saleh,
belum bisa menikmati manisnya salat, masih bermalas-malasan di dalam
melaksanakannya, maka pasti ada yang salah dan keliru dalam proses
pelaksanaannya. Entah itu niat kita yang masih belum tepat, kekhusyukan yang
belum terwujud, wudu yang belum sempurna, banyak bergerak dan kekurangan
kekurangan lainnya. Itulah yang harus kita perbaiki terlebih dahulu.
Pertanyaannya
wahai jemaah sekalian,
Sudahkah
kita merasakan kenikmatan pada salat-salat kita yang telah lalu?
Apakah kita memperhatikan syarat, rukun, dan adabnya?
Bagaimana khusyuk dan ketenangan kita di dalamnya?
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seseorang yang pernah salat di
belakang beliau dengan salat yang buruk dan tidak khusyuk,
يا فلانُ
، ألا تُحسِنُ صلاتَكَ ؟ ألا ينظرُ المصلِّي كيفَ يصلِّي لنفسِهِ
“Wahai
fulan, tidakkah engkau memperbagus salatmu? Hendaknya seorang yang salat
melihat bagaimana dia salat untuk dirinya sendiri?” (HR. An-Nasa’i no. 872)
Sungguh
tidak ada yang membutuhkan salat kita melebihi diri kita sendiri, tidaklah kita
melaksanakan salat kecuali pahalanya akan kembali kepada kita sendiri.
Mari
kita perbaiki kembali ibadah salat kita. Kita hadirkan keikhlasan dan
kekhusyukan di dalamnya, kita kerjakan semua rukun, wajib, dan sunahnya.
Sehingga salat kita diterima oleh Allah Ta’ala.
أَقُولُ
قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ؛ فَإِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khotbah kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ
Wahai
hamba Allah,
Kedudukan
kita di sisi Allah bergantung pada kualitas salat kita. Wajib hukumnya bagi
setiap Muslim untuk memperhatikan salatnya, karena ia adalah amal terbaik dan
tiang utama agama seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
اسْتَقِيمُوا
وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ، وَلَا يُحَافِظُ
عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
“Beristikamahlah
kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah,
sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah salat; dan tidak ada yang
menjaga wudu, kecuali orang mukmin.” (HR. Ibnu
Majah no. 279 dan At-Thabrani, 8: 352. Disahihkan oleh Syekh Al-Albani
dalam Shahih Ibnu Majah)
Salat
adalah tolak ukur kebaikan seorang muslim. Jika baik salatnya, maka baik pula
amal ibadah lainnya. Sebaliknya, jika buruk salatnya, maka buruk pula seluruh
ibadah lainnya. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَوَّلُ
مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ
سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِه
“Amal
pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik,
maka seluruh amalnya baik. Jika rusak, maka rusak pula seluruh amalnya.” (Diriwayatkan oleh Imam
At-Thabrani dalam Al-Ausath no. 1859. Syekh Al-Albani
menghukumi hadis ini dengan hadis shahih lighairihi)
Nasihat
terakhir kami, janganlah kita termasuk orang yang lalai dari salat kita, lalai
dari melaksanakan salat lima waktu, lalai dari melaksanakannya secara
berjemaah. Jangan sampai diri kita termasuk yang mendapatkan doa celaka dan
celaan Allah dalam firman-Nya,
فَوَيْلٌ
لِّلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Celakalah
orang-orang yang salat, (yaitu) mereka yang lalai dari salatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4-5)
Wahai
kaum Muslimin sekalian,
Sesibuk
apapun diri kita, secapek apapun diri kita, seletih apapun diri kita dalam
menjalani kehidupan di dunia ini, jangan sekali-kali meninggalkan salat kita.
Karena Allah Ta’ala menjanjikan pahala yang jauh lebih baik
dari amalan kita, Allah juga menjamin rezeki kita. Ia berfirman,
رِجَالٌ
لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ
وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ
*لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ
يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan
zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan
menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan
balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah
memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An-Nur: 37-38)
Semoga
Allah Ta’ala meneguhkan kita di atas ketaatan kepada-Nya,
menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu ingat untuk bersyukur dan
melaksanakan salat. Ya Allah, berilah kami kekhusyukan dan ketenangan dalam
salat, jadikan salat sebagai penyejuk pandangan kami.
إِنَّ اللهَ
وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ
، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، َللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ
أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةَ نَبِيِّكَ
اللَّهُمَّ
انصر إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ
ارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ
الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ
تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
اللَّهُمَّ
إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel Muslim.or.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar