HIDAYAH ALLAH TAK PERNAH SALAH ALAMAT
(Menjemput Cahaya Di Tengah Gelap)
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 17 Rajab1447 H /6 Januari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Setiap manusia memiliki fase gelap dalam hidupnya. Ada yang terjebak dalam dosa, ada yang merasa kehilangan arah, dan ada juga yang seolah tenggelam dalam rutinitas tanpa makna. Tapi satu hal yang perlu diyakini: hidayah tak pernah salah alamat. Ia akan datang pada siapa pun yang Allah kehendaki, pada waktu yang paling tepat, dan dengan cara yang sering kali tak terduga.
Hidayah dan Takdir : Bukan Milik Orang Suci
Banyak orang merasa dirinya terlalu kotor untuk kembali kepada Allah. Padahal, justru perasaan itulah yang sering kali menjadi awal dari hidayah. Dalam Islam, tidak ada istilah “terlambat” atau “tidak pantas” untuk bertaubat. Allah Maha Pengampun, dan hidayah-Nya tidak memilih hanya orang-orang suci.
Kisah-kisah orang yang mendapatkan hidayah membuktikan bahwa Allah tak pernah menutup pintu ampunan. Ada yang dulunya pelaku maksiat, pemabuk, bahkan kriminal, namun kemudian berubah total dan menjadi pribadi yang saleh, lembut, dan penuh cinta kepada agama.
Hidayah tidak mengenal status sosial, pendidikan, apalagi masa lalu. Ia bisa menyapa siapa saja: dari jalanan yang panas hingga ruang kuliah yang sunyi, dari tahanan yang gelap hingga kamar yang mewah.
Ketika Gelap Maka Disitulah Awalnya Cahaya
Seorang teman pernah bercerita tentang masa tergelapnya. Ia kehilangan pekerjaan, rumah tangganya hancur, dan ia mulai menyalahkan hidup. Dalam keputusasaan itu, ia duduk sendiri di malam hari dan hanya bisa menangis. Tanpa disadari, tangis itu berubah jadi doa.
Beberapa hari kemudian, tanpa rencana, ia mendatangi masjid saat adzan Subuh berkumandang. Ia ikut shalat berjamaah, dan merasakan ketenangan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Sejak saat itu, hidupnya perlahan berubah. Ia kembali beribadah, memperbaiki diri, dan memulai bisnis kecil yang jujur.
Ia mengatakan, “Kalau bukan karena gelapnya masa lalu, mungkin saya tidak akan pernah menghargai indahnya cahaya.” Di sinilah kita melihat bahwa dalam kesulitan dan kejatuhan, Allah sering menyelipkan jalan pulang.
Menjeput Hidayah : Usaha Yang Harus dilakukan
Meskipun hidayah adalah murni pemberian Allah, bukan berarti kita hanya menunggu tanpa usaha. Seperti halnya rezeki, hidayah juga harus dijemput. Caranya? Dengan mendekat kepada Allah.
Mulailah dari yang sederhana : perbanyak dzikir, baca Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat per hari, hadiri kajian walau hanya seminggu sekali, atau cukup duduk sendiri di malam hari dan berdialog dengan Allah. Tidak ada cara yang sia-sia selama kita benar-benar ikhlas mencarinya.
Jangan pernah remehkan kebaikan kecil. Mungkin satu ucapan istighfar, satu sedekah, atau satu air mata tobat bisa menjadi titik awal datangnya cahaya yang akan membimbing kita selamanya.
Hidayah Yang Konsisten Butuh Perjuangan
Setelah mendapatkan hidayah, perjuangan belum selesai. Justru di situlah ujian dimulai. Godaan lama akan datang kembali, lingkungan bisa jadi tidak mendukung, bahkan keluarga sendiri bisa menjadi penghalang.
Namun, Allah tidak akan meninggalkan orang yang telah Ia beri petunjuk. Selama kita terus berjuang, Allah akan terus menguatkan hati kita. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ﴿٣٠﴾
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian Istiqamah maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu." (QS. Fussilat : 30)
Istiqamah adalah kunci. Walaupun jatuh, bangkitlah kembali. Meskipun goyah, tetaplah bertahan. Karena setiap langkah kecil menuju Allah akan dibalas dengan keberkahan yang besar.
Hidayah Di Zaman Digital
Hari ini, hidayah bisa datang lewat berbagai cara yang tidak pernah dibayangkan. Media sosial, YouTube, podcast, bahkan meme islami bisa menjadi pintu masuk seseorang untuk mengenal Islam lebih dalam.
Sudah banyak kisah viral tentang anak muda yang awalnya hanya scroll TikTok, lalu terhenti pada video pengingat kematian, dan akhirnya terdorong untuk berubah. Atau seorang gamer yang tanpa sengaja mendengar ceramah saat live stream, lalu mulai tertarik belajar agama.
Zaman sekarang memberi kita dua sisi : bisa Menyesatkan, tapi juga bisa Menyelamatkan. Pilihan ada di tangan kita. Isi timeline dengan hal baik, ikuti akun-akun dakwah, dan jadikan media sebagai jembatan menjemput hidayah, bukan jebakan yang menyesatkan.
Hidayah Itu Nyata, Asal Kita Mau Mencarinya
Tak ada yang lebih indah dari hidup yang dipenuhi makna. Dan makna itu hanya bisa ditemukan jika hati kita terhubung dengan Pencipta. Hidayah bukan milik orang tertentu. Ia adalah undangan cinta dari Allah kepada siapa pun yang membuka hatinya.
Jadi jika kamu merasa sedang berada di titik gelap, jangan menyerah. Bisa jadi, itu adalah cara Allah mengetuk pintumu. Jangan abaikan suara hati yang rindu pulang. Karena saat kamu melangkah satu langkah kepada-Nya, Allah akan melangkah seribu langkah mendekatimu.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar