HINDARI BERBUAT ZALIM TERHADAP SESAMA MANUSIA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 28 Dzulqaidah 1447 H /15 Mei 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah
I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي حَرَّمَ الظُّلْمَ وَجَعَلَ
الْعَدْلَ سَبِيلَ السَّلَامِ، وَنَهَى عَنِ الْبَغْيِ وَالطُّغْيَانِ صِيَانَةً
لِلْأَنَامِ، وَفَتَحَ لِعِبَادِهِ أَبْوَابَ الرَّحْمَةِ وَالْإِكْرَامِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً
تُنْجِي مِنَ الْآثَامِ، وَتَعْصِمُ قَائِلَهَا مِنْ ظُلْمِ الْخِصَامِ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِيْ حَذَّرَ
مِنَ الظُّلْمِ فِي السِّرِّ وَالْإِعْلَامِ، وَدَعَا إِلَى الْإِحْسَانِ وَحُسْنِ
الْخِتَامِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا
الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، وَ قَدْ قَالَ :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا
تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Segala
puji kita haturkan ke hadirat Allah SWT, Dzat yang di tangan-Nya tergenggam
segala urusan langit dan bumi. Dialah yang kuasa menumbuhkan harapan di tengah
segala keterbatasan dan menguatkan hati di kala kita merasa tidak berdaya.
Karena izin-Nya pula, pada siang yang mulia ini kita masih diberikan hidayah
untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat dengan tenang.
Shalawat
dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah yang
mengubah arah sejarah manusia, yang mulanya tersesat, berubah menjadi selamat.
Semoga shalawat itu juga mengalir kepada keluarga beliau, para sahabat, dan
seluruh generasi penerus yang menjaga ajaran Islam dengan ikhlas hingga akhir
zaman.
Khatib
mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk menjadikan takwa sebagai fondasi
tindakan dalam segala aspek kehidupan. Karena takwa adalah wasiat dari Tuhan
yang Maha Esa. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali ‘Imran ayat 102:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ
تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan
sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan
muslim.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Berbuat
zalim kepada sesama manusia itu dilarang oleh Allah SWT. Karena setiap
kezaliman berarti berbuat sesuka hati dan melukai martabat makhluk yang Allah
muliakan.
Sebab
ketidakadilan, sekecil apa pun, merusak tatanan kehidupan di alam raya ini dan
dapat mencabut keberkahan yang dianugerahkan oleh Allah SWT bagi para
pelakunya. Sehingga dalam ajaran Islam, menegakkan hubungan sosial adalah
prinsip keadilan dan kebaikan yang harus kita laksanakan.
Sebagaimana
perintah tersebut, ditegaskan langsung oleh Allah dalam QS. An-Nahl ayat 90:
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ
ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan
bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan
permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Selain
memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat kebaikan kepada sesama manusia,
dalam QS. An-Nahl ayat 90 ini, Allah SWT juga melarang kezaliman dengan
menggunakan kata “al-Bagyu”, yang berarti melarang segala tindakan
penindasan terhadap sesama manusia yang disertai dengan kebencian atau
permusuhan.
Kaitannya
dengan hal itu, Al-Khazin dalam kitab Lubabut Ta’wil fii Ma’anit Tanzil,
jilid III, halaman 95, menjelaskan:
وَقِيلَ: الْبَغْيُ هُوَ التَّطَاوُلُ عَلَى الْغَيْرِ
عَلَى سَبِيلِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ. قَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّ أَعْجَلَ
الْمَعَاصِي الْبَغْيُ، وَلَوْ أَنَّ جَبَلَيْنِ بَغَى أَحَدُهُمَا عَلَى الْآخَرِ
لَدُكَّ الْبَاغِي
Artinya:
"Dikatakan: bahwa al-baghy adalah sikap sombong kepada orang lain
dengan bertindak zalim dan melalui permusuhan. Sebagian ulama berkata:
sesungguhnya maksiat yang paling cepat (mendatangkan hukuman) adalah kezaliman;
bahkan seandainya dua gunung saling melampaui batas, niscaya gunung yang
berbuat zalim itulah yang akan dihancurkan."
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Jika
kita sudah tahu bahwa zalim itu dilarang, namun masih berani melakukannya
kepada manusia yang lain, maka bersiaplah menerima dosa dari Allah SWT.
Sehingga dengannya, kita berpotensi lebih besar untuk masuk neraka.
Kepastian
paling buruk yang dapat kita tuai ketika berbuat zalim, selain daripada dosa
itu sendiri ialah mengalami kebangkrutan pada hari Kiamat. Jadi, semua amal
kebaikan dan ibadah yang telah kita lakukan di dunia, akan menjadi kafarat yang
harus kita berikan kepada orang lain yang menjadi korban kezaliman kita.
Sebagaimana
hal ini dijelaskan oleh hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, bersumber dari Abu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى
اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا:
الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ، وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ: إِنَّ
الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ
وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا،
وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا
مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ
أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian tahu
siapakah orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di
antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta
benda.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah
orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan
zakat, tetapi ia datang dalam keadaan pernah mencaci orang ini, menuduh orang
itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang
lain. Maka masing-masing dari mereka diberi bagian dari kebaikan-kebaikannya.
Jika kebaikannya telah habis sebelum seluruh hak mereka terpenuhi, maka
dosa-dosa mereka diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke
dalam neraka.” (HR. Muslim)
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Kita
harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Hormati harkat dan
martabat mereka. Jangan mentang-mentang kita bos, kita berhak untuk menindas
karyawan yang bekerja untuk kita. Begitu pula, jangan mentang-mentang fisik
kita kuat, kita bisa sesuka hati menyakiti yang lemah. Berbuatlah sesuai porsi
dan berlaku dengan adil.
Sebab
ingatlah, wahai saudaraku sekalian, perbuatan zalim itu merupakan larangan
Allah SWT yang harus kita hindari, agar kita selamat di akhirat kelak. Karena
kalau sampai kita banyak menzalimi orang lain, maka bersiaplah untuk menjadi
orang yang bangkrut. Na’udzubillah.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah
II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ
عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا
بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ
وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ
فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ
اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ
آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ
وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ
وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ
التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا
مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ
الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا
الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ
وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا
خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ
الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://islam.nu.or.id/
Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman.
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar