بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 17 Jumadil-Ula 1448 H /28 Oktober 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah...
Sungguh
bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Maka
dari itu, sudah sepantasnya kita memahami hadits tentang sahabat berikut ini. Umar
bin Khattab berkata,
ما أعطي
العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به
“Tidaklah
seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada
kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah
seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” (Quutul Qulub, 2: 17)
Sangat
banyak keuntungan memiliki sahabat yang saleh, di antaranya:
Pertama:
Sahabat yang saleh akan
selalu membenarkan dan menasehati kita apabila salah. Inilah sahabat yang
sesungguhnya, bukan hanya sahabat saat bersenang-senang saja atau sahabat yang
memuji karena basa-basi saja. Sebuah ungkapan arab berbunyi,
ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ
“Sahabat
sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang
senantiasa membenarkanmu.”
Kedua:
Sahabat yang saleh juga
akan selalu mendoakan shahabatnya karena apabila ia mendoakan sahabatnya,
sedangkan sahabatnya tidak mengetaui, maka malaikat juga meng-amin-kan doa
tersebut sambil mendoakan bagi yang berdoa tadi, artinya orang yang mendoakan
juga mendapatkan apa yang ia doakan kepada saudaranya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ
الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ
مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ
آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Sesungguhnya
doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya
adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan
saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia
mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin.
Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim no. 2733)
Ketiga:
Sifat seseorang dan
kesalehan itu “menular”, dengan berkumpul bersama orang saleh, maka kita juga
akan menjadi saleh dengan izin Allah. Perhatikan hadits berikut,
عَنْ أَبِي
مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
“مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ،
فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا
أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ،
وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
semua keutamaan memiliki sahabat yang saleh, ada keutamaan yang juga merupakan
kenikmatan besar, yaitu persahabatan orang yang saleh akan berlanjut sampai
surga dan akan kekal selamanya. Tentu ini kenikmatan yang sangat besar, karena
antara sahabat dekat pasti tidak ingin berpisah dengan sahabat lainnya.
Persahabatan sementara di dunia kemudian dipisahkan dengan kematian begitu
saja, tentu bukan akhir yang indah.
Salah
satu dalil bahwa akan ada persahabatan di hari kiamat akan berlanjut bahwa
orang yang saling mencintai (termasuk para sahabat) akan dikumpulkan bersama di
hari kiamat.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ
مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Setiap
orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” (HR. Bukhari no. 6170 dan Muslim
no. 2640)
Untuk
memfasilitasi hal ini, Allah Ta’ala memberikan keutaamaan kepada
seseorang untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya yang lain, agar mereka
bisa sama-sama masuk surga dan berkumpul kembali.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
استكثروا
من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
”Perbanyaklah
berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada
hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil, 4: 268)
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat antara
sahabat di hari kiamat,
حتى إذا
خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء
الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون
معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا
كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد
ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون
خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا
“Setelah
orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah
untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka
pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di
neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab:
”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka
diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para
mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka,
ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian
orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau
perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah
berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat
dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183)
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar