SIFAT ‘IBADURRAHMAN
2. Menjaga Shalat, Tak Terkecuali Shalat Malam
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 9 Jumadil-Ula 1447 H /31 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
2. Menjaga Shalat, Tak Terkecuali Shalat Malam
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا*
Artinya : “Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan : 64)
Di antara sifat hamba-hamba Ar-Rahman yang tampak jelas adalah menjaga shalat. Shalat merupakan amalan fisik yang paling agung, baik shalat wajib maupun shalat sunah, tak terkecuali shalat malam, karena ia adalah sunah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
Terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan menjaga shalat; dan karena itulah, Allah menyebutkannya secara khusus dalam ayat sebelumnya bahwa ia termasuk sifat hamba-hamba Ar-Rahman yang sejati.
Di antara hadist yang menjelaskan tentang keutamaan shalat malam adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ: صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya : “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim No. 1163)
Dan sabda beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam, :
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ
Artinya : “Hendaklah kalian melakukan shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia bisa mendekatkan diri kepada Rabb kalian, menghapus dosa-dosa, dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi No. 3549, disahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab Irwa’ Al-Ghalil No. 452)
Adapun waktu melakukan shalat malam, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah melakukannya semalam suntuk. Terkadang beliau shalat di awal malam, pertengahan malam, dan akhir malam. Lalu, beliau lebih sering melakukan shalat malamnya di akhir malam, yaitu di waktu sahur, yang merupakan waktu paling utama untuk shalat malam. Sebab pada waktu itu, Allah Rabb semesta alam turun ke langit dunia, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, :
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya : “Rabb kita Tabaraka Wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam hingga sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman, ‘Siapa yang berdo'a kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan do'anya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari No. 1145 dan Muslim No. 752)
Sudah semestinya bagi seseorang yang ingin menasihati dirinya sendiri untuk bersemangat agar memiliki bagian dari shalat malam, sekalipun hanya dengan beberapa rekaat saja, agar ia tetap mendapatkan keutamaan yang agung ini.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Artinya : "Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." (QS. Al-Furqan : 65-66)
Hamba-hamba Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), di samping mereka senantiasa memperindah amal dan ibadahnya kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala, mereka masih merasa takut dan gentar terhadap azab dan murka-Nya. Inilah keadaan orang-orang mukmin yang sempurna. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ
Artinya : "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Mu’minun : 60)
Yaitu, mereka senantiasa mengutamakan ibadah dan ketaatannya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, tetapi dalam hati mereka selalu ada rasa takut jikalau amal yang mereka kerjakan tidak diterima oleh Allah. Sehingga mereka pun khawatir akan mendapatkan azab dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karenanya.
Inilah sifat yang sangat agung yang dimiliki oleh seorang ‘Ibadur-rahman, mereka memperindah setiap amalannya, tetapi pada saat yang sama mereka juga merasa khawatir jika amal yang ia lakukan tidak diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang ayat ini :
( وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ )
Artinya : ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut.’ Apakah mereka itu adalah para peminum khamr dan pencuri?’ Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, ‘Tidak, wahai putrinya Ash-Shiddiq. Akan tetapi, mereka adalah orang-orang yang berpuasa, melaksanakan salat dan bersedekah, namun mereka masih merasa takut amalan mereka tidak diterima." (HR. Tirmidzi No. 3175, dan disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah No. 162)
Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, “Seorang mukmin menghimpun antara kebaikan dan rasa takut kepada Allah, sedangkan orang munafik menghimpun antara keburukan dan rasa aman (dari azab Allah). Kemudian beliau membaca firman Allah :
( إِنَّ الَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ )
Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang karena takut kepada Rabb mereka, merasa khawatir (akan azab-Nya)’.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsir-nya, 17 : 68)
Orang munafik – Wal ‘Iyadzubillah – sangat buruk amalannya dan dia merasa aman dari azab Allah serta tidak ada takut sedikit pun (dalam hatinya). Berbeda dengan orang mukmin, karena ada rasa takut terhadap azab Allah yang akan menjadi penghalang baginya dari melakukan maksiat. Demikian pula rasa harap akan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi pendorong baginya untuk semakin menambah amal-amal kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah Jalla Wa ‘Ala. Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman :
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
Artinya : “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra : 57)
Dan ucapan hamba-hamba Ar-Rahman dalam doa mereka sebelumnya, :
( رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ )
Artinya : "Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab neraka jahanam dari kami.” Ini juga mencakup doa agar dijauhkan dari sebab-sebab yang membawa kepada azab neraka, dengan taufik dari Allah untuk menjauh darinya. Sebagaimana terdapat hadis sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah mengajarkan kepada Aisyah, Ummul Mukminin, agar berdoa dengan mengucapkan,:
اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ الجَنَّةَ، وما قرَّبَ إليها من قولٍ أو عملٍ، وأعوذُ بكَ منَ النَّارِ، وما قرَّبَ إليها من قولٍ أو عملٍ
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan segala sesuatu yang mendekatkan kepadanya berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala sesuatu yang mendekatkan kepadanya berupa ucapan maupun perbuatan.” (HR. Ibnu Majah No. 3846, dan disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah No. 1542)
Dan ucapan mereka, :
( إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا )
Artinya : “Sesungguhnya azabnya adalah kesengsaraan yang kekal”, maksudnya, azabnya itu kekal, terus-menerus, keras, dan tidak terputus. Kemudian, :
( إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا )
Artinya : “Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal.” Maksudnya, seburuk-buruk tempat menetap, dan seburuk-buruk tempat untuk hidup kekal (selamanya).
adaan hamba-hamba Ar-Rahman dalam menjaga shalat malam, mereka senantiasa beribadah, bermunajat, tunduk, dan khusyuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam sujud, rukuk, dan berdiri mereka. Jika keadaan mereka seperti itu dalam shalat malam — yang tidak diwajibkan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla atas mereka — maka bagaimana lagi keadaan mereka saat shalat lima waktu yang merupakan rukun agama paling agung setelah dua kalimat syahadat?! Tidak diragukan lagi bahwa mereka jauh lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga dan melaksanakannya.
Bersambung bagian No. 3
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar