GOLONGAN YANG DEKAT PADA RAHMAT ALLAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 3 Rajab1447 H /23 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Golongan yang dekat dengan rahmat Allah adalah orang-orang yang beriman dan taat kepada-Nya, yang tercermin dalam berbagai tindakan seperti menjadi pemimpin yang adil, pemuda yang giat beribadah, seseorang yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, dan seseorang yang taat serta bertobat kepada Allah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dari Abu Hurairah ra. ia berkata,“Tatkala Allah menciptakan makhluk, ia menulis pada suatu kitab, kitab itu berada di sisi-Nya di atas “Arasy, bertuliskan, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rahmat Allah itu meliputi luasnya langit dan bumi beserta sekalian apa-apa yang ada di antara keduanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dari Abu hurairah ra. ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Allah telah menjadikan rahmat itu seratus bagian. Sembilan puluh sembilan ditahan disis-Nya, satu bagian Ia turunkan ke bumi, dari satu bagian itulah semua makhluk saling menyayangi sampai binatang itu mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun ciri-ciri orang-orang yang dekat kepada rahmat Allah itu antara lain.
Pertama, mengerjakan amal ibadah kepada Allah. Adalah mereka yang senantiasa taat lagi patuh pada perintah Allah, senantiasa membaca kitab Allah, mengerjakan shalat wajib lima waktu maupun yang sunnah serta yang membayarkan zakat, infaq dan sadaqah yang menyantuni fakir miskin dan lagi karena akan segala kasih sayang sesama mereka.
Firman
Allah Ta’ala berfirman (Qs. Faathir: 29-30).,
اِنَّ الَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ
وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرۡجُوۡنَ تِجَارَةً لَّنۡ
تَبُوۡرَۙ ٢٩
29.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur`an) dan
melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan
kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan
perdagangan yang tidak akan rugi, (Qs. Faathir: 29).
لِيُوَفِّيَهُمۡ اُجُوۡرَهُمۡ وَيَزِيۡدَهُمۡ مِّنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّهٗ غَفُوۡرٌ شَكُوۡرٌ ٣٠
30. agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.1” (Qs. Faathir: 30).
Kedua, bersyukur kepada Allah. Yaitu bila seorang manusia yang mendapat rezeki dan harta yang banyak, niscaya ia menyadari bahwa semua harta yang ia kumpulkan adalah karunia daripada Allah semata. Ia juga menyadari bahwa seluruh hartanya bukan sepenuhnya miliknya, melainkan harta dari kaum dhuafa lagi fakir dan miskin itulah sebahagiannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dari annas ra ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat ridha kepada orang yang apabila makan ia memuji kepada–Nya atau apabila minum ia memuji kepada-Nya karena merasa telah mendapatkan rahmat.” (HR Muslim).
Firman
Allah Ta’ala,
وَكَذَلِكَ
فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولواْ أَهَـؤُلاء مَنَّ اللّهُ عَلَيْهِم مِّن
بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” (Qs. Al-An’aam: 53).
Sedang daripada perjalanannya guna beroleh rezeki daripada Allah, niscaya apabila ia beroleh rezeki yang baik daripada ALLAH adalah ia bersyukur sepenuhnya atas segala karunia lagi Rahmad-Nya. Sedang apabila ia beroleh rezeki yang tiada semestinya baginya, tetaplah ia dengan segala kesyukurannya kepada ALLAH melainkan baginya memohonkan kepada ALLAH agar memberikan rahmad lagi karunia-Nya pada hari yang lain.
Firman
ALLAH Ta’ala
اللّهُ
يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ
“Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Qs. Ar-Ra’d: 26.)
Ketiga, berterima kasih kepada Allah. Yaitu mereka yang senantiasa berterima kasih kepada Allah, atas limpahan nikmat Allah dibalik kesusahan mereka. Bila mereka ditimpa kemelaratan dan kepahitan dalam urusan dunianya, lalu mereka hadapi dengan keikhlasan dan kesabaran. Maka Allah menghilangkan kemelaratan yang ada pada mereka hingga tiadalah luput atas hati dan lisan mereka untuk berterima kasih kepada Allah.
Firman
Allah Ta’ala,
وَإِذَا
مَسَّكُمُ الْضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلاَّ إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ
إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الإِنْسَانُ كَفُوراً
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan Kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.” (Qs. Al-Israa’: 67).
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ
الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya.” (Qs. Al-Aadiyaat: 6).
Keempat, cinta kepada Allah. Mereka yang selalu berbaik sangka kepada Allah. Patuh lagi taat atas segala perintah-Nya, dan berusaha meninggalkan segala apa-apa yang dilarang-Nya. Menjauhkan diri semua kemaksiatan.
Firman Allah Ta’ala, Qs. Al-Baqarah: 165
وَمِنَ
النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ
وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ
يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (Qs. Al-Baqarah: 165).
Kelima, menjalin silaturrahim. Mereka adalah orang yang senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan saudara seiman di antara mereka. Mereka menjalin silaturahim bukan hanya karena dunia yang ada pada mereka, melainkan karena kerinduan balasan pahala akhirat yang terdapat di antara mereka. Persaudaraan yang ada di antara mereka tiada terputus baik didunia maupun di negeri akhirat kelak. Mereka juga senantiasa nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong bila dalam kesusahan.
Firman Allah Ta’ala, Qs. An-Nisaa’: 1
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ
الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs. An-Nisaa’: 1).
Semoga
Allah Ta’ala memasukkan setiap muslim dalam golongan yang dekat dengan rahmat
Allah Ta’ala, (A/RS3/P2)
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA
Sumber : https://minanews.net/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar