Menu

Selasa, 13 Januari 2026

KETIKA HATI DIKETUK

KISAH KISAH MENYENTUH TENTANG HIDAYAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Rabu 25 Rajab1447 H /14 Januari 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana dan kapan hidayah akan datang. Ia datang tiba-tiba, sering kali di saat seseorang berada dalam titik terendah hidupnya. Hidayah adalah anugerah Allah yang tidak bisa dipaksakan, tapi bisa dijemput dengan usaha dan do'a. Tulisan ini akan mengajak kita menyelami beberapa kisah inspiratif tentang mereka yang telah merasakan indahnya hidayah—sebuah perubahan hati yang membuka jalan menuju kebaikan.

1. Hidayah di Tengah Dunia Malam

Al kisah seorang perempuan yang dulu bekerja di dunia hiburan malam. Bagi sebagian orang, kehidupan yang ia jalani dianggap glamour: lampu gemerlap, musik keras, dan pergaulan bebas. Tapi di balik semua itu, ia menyimpan kehampaan yang tidak bisa ia jelaskan.

Satu malam, saat ia merasa benar-benar lelah dengan hidupnya, dia duduk di pojok kamar dan menangis tanpa tahu sebabnya. Ia membuka ponselnya dan secara acak memutar sebuah video ceramah. Video itu membahas tentang kasih sayang Allah yang tak terbatas, bahkan untuk mereka yang merasa paling berdosa.

Sejak malam itu, ia mulai rutin mendengar kajian. Sedikit demi sedikit, ia meninggalkan dunia malam, mulai belajar shalat, dan memperbaiki pergaulannya. “Saya tidak tahu kenapa bisa sampai di titik ini. Tapi malam itu, saya merasa Allah mengetuk hati saya,” ujarnya.

2. Seorang Ateis yang Menemukan Keyakinan

Seorang mantan ateis yang tumbuh di lingkungan akademis. Sejak remaja, ia merasa agama hanyalah produk budaya. Namun, pertanyaan eksistensial terus menghantuinya : siapa yang menciptakan kehidupan, dan mengapa ia ada di dunia ini?

Dalam perjalanan ke luar negeri untuk studi, ia bertemu dengan teman sekamar asal Timur Tengah yang seorang Muslim taat. Pada awalnya merasa risih, tapi lambat laun ia tertarik dengan cara hidup temannya yang penuh ketenangan dan disiplin.

Dia mulai membaca Al-Qur’an terjemahan sebagai bentuk rasa ingin tahu. Ia tidak langsung percaya, tapi ia mulai menemukan jawaban yang logis dan menyentuh hati. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan pencarian, ia mengucap syahadat. “Hidayah itu bukan sekadar emosi, tapi juga dialog panjang antara Hati dan Akal,” katanya.

3. Hidayah Yang Datang dari Musibah

Kadang, hidayah datang lewat jalan yang menyakitkan. Seperti yang dialami oleh seorang pengusaha sukses yang tiba-tiba bangkrut karena terkena penipuan.

Dulu, ia merasa tak butuh siapa pun. Ibadah hanya sekadar formalitas. Tapi saat jatuh dan ditinggalkan banyak teman, ia merasa benar-benar sendiri. Dalam keputusasaan itu, ia datang ke masjid terdekat hanya untuk mencari ketenangan.

Di situlah ia mulai kembali Shalat, membaca Al-Qur’an, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia menemukan makna hidup yang sebelumnya tak pernah ia sadari. Kini, meski kondisi keuangannya belum kembali seperti dulu, ia merasa lebih kaya secara batin.

“Hidayah itu ternyata kadang dibungkus dalam musibah,” kata Wawan. “Tapi ketika kita bisa membukanya, isinya adalah kedamaian yang tak ternilai.”

4. Anak Punk Yang Berubah Karena Al Qur’an

Suatu hari, seorang relawan dakwah jalanan menceritakan pengalamannya bertemu dengan sekelompok anak punk. Ia awalnya hanya ingin berbagi makanan, tapi salah satu dari mereka, sebut saja Rian, bertanya tentang arti hidup.

Obrolan mereka berkembang. Rian yang awalnya hanya penasaran, mulai tertarik. Ia diberi mushaf kecil oleh sang relawan. Meski awalnya tidak paham, Rian terus membacanya setiap malam.

Hari demi hari, hatinya mulai terasa berbeda. Ia memutuskan untuk keluar dari komunitas punk dan memulai hidup baru. Ia kini menjadi seorang relawan juga, membantu anak-anak jalanan menemukan arah hidup.

“Saya nggak tahu kenapa bisa berubah. Tapi saat saya baca Al-Qur’an, saya merasa ada yang bicara langsung ke hati saya,” tutur Rian dengan mata berkaca-kaca.

Hidayah : Hadiah Dari Allah, Bukan Hak Kita

Kisah-kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari ribuan, bahkan jutaan kisah serupa di seluruh dunia. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, usia berbeda, dan kondisi hidup yang sangat beragam. Tapi satu hal yang sama : hati mereka diketuk oleh Hidayah.

Hidayah tidak bisa dibeli, tapi harus dijemput. Caranya? Dengan membuka hati, membersihkan niat, dan terus mencari kebenaran. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ   كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ  ﴿١٢٥﴾

Artinya : "Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat Hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-An’am : 125)

Kita tidak tahu kapan hidayah itu akan datang. Tapi kita bisa mempersiapkan hati kita agar pantas menerimanya. Dan jika sudah mendapatkannya, jangan sia-siakan. Karena hidayah adalah karunia yang lebih berharga dari dunia dan seisinya.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar