KESABARAN NABI IBRAHIM DALAM AJARAN ISLAM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 26 Sya'ban 1447 H /14 Februari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Kisah kesabaran Nabi Ibrahim AS dalam Islam mencakup ujian dakwah melawan kaum penyembah berhala (termasuk ayah sendiri, Azar), dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud (dan diselamatkan Allah), menghadapi penantian panjang akan keturunan bersama Siti Sarah, meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di lembah tandus, hingga perintah agung untuk menyembelih Ismail, yang semuanya dijawab dengan ketaatan total, ketawakalan penuh, dan keikhlasan, menunjukkan puncak keteguhan hati seorang hamba kepada Allah SWT.
Nabi Ibrahim adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk membimbing umat manusia. Kisah hidupnya penuh dengan pelajaran moral dan spiritual, terutama dalam hal kesabaran. Tulisan singkat ini akan mencoba menggali pelajaran kesabaran dari kehidupan Nabi Ibrahim dan bagaimana ajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam.
Kisah kesabaran Nabi Ibrahim mencakup perjalanan hidupnya yang penuh ujian dan uji coba dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Salah satu ujian terbesar yang dihadapinya adalah ketika Allah memerintahkan beliau untuk meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya, Isma’il, di padang pasir yang tandus, Makkah. Nabi Ibrahim dengan tulus dan penuh ketundukan melaksanakan perintah Allah, meninggalkan keluarganya dalam keadaan yang sulit.
Pelajaran pertama dari kisah ini adalah kepatuhan kepada perintah Allah meskipun sulit dan tidak masuk akal di mata manusia. Kesabaran Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah mencerminkan tingkat keimanan dan ketundukan yang luar biasa. Ini mengajarkan umat Islam untuk tetap bersabar dan taat kepada perintah Allah meskipun menghadapi cobaan yang sangat berat.
Ujian kesabaran Nabi Ibrahim tidak berhenti sampai di situ. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menguji kesetiaan dan kepatuhan beliau melalui perintah untuk menyembelih putranya, Isma’il. Meskipun ujian ini sangat berat, Nabi Ibrahim menunjukkan tingkat kesabaran yang luar biasa dan ketaatan kepada Allah. Allah kemudian menggantikan Isma’il dengan seekor domba untuk disembelih, sebagai tanda ujian yang telah dijalani oleh Nabi Ibrahim.
Pelajaran kesabaran dari kisah ini adalah bahwa ujian hidup bisa datang dalam berbagai bentuk dan tingkat kesulitan. Namun, kesabaran dan kepercayaan kepada Allah adalah kunci untuk melewati ujian tersebut. Kesabaran Nabi Ibrahim juga mengajarkan umat Islam untuk selalu meyakini bahwa setiap ujian yang diberikan Allah memiliki hikmah dan tujuan yang baik, meskipun pada awalnya mungkin sulit untuk dimengerti.
Selain itu, kesabaran Nabi Ibrahim juga tercermin dalam dakwah dan perlawanan beliau terhadap penyembahan berhala. Meskipun dihadapkan dengan tekanan dan ancaman, Nabi Ibrahim tetap teguh dan sabar dalam menyampaikan tauhid, keyakinan akan keesaan Allah. Kesabaran ini akhirnya membuahkan hasil ketika Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api yang dinyalakan oleh kaumnya sebagai hukuman terhadap keyakinannya.
Kisah Nabi Ibrahim memberikan inspirasi bagi umat Islam untuk menjadikan kesabaran sebagai sifat yang menguatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah. Kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, ketidakpastian, atau cobaan moral dapat membentuk karakter yang kuat dan penuh ketakwaan.
Dalam kesimpulan, kisah Nabi Ibrahim memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran dalam ajaran Islam. Kesabaran beliau dalam menghadapi ujian hidup, tunduk kepada perintah Allah, dan mempertahankan tauhid sebagai ajaran dasar Islam memberikan inspirasi bagi umat Muslim untuk tetap sabar dan tawakal dalam setiap ujian kehidupan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar