AWAS BAHAYA JUDI DI SEKITAR KITA
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 2 Jumadil-Ula 1447 H /24 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Khotbah pertama
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ
اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ
الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ,
وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat yang dimuliakan
Allah Ta’ala.
Pertama-tama,
khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada para jemaah sekalian,
marilah senantiasa menjaga kualitas ketakwaan kita dan keluarga kita kepada
Allah Ta’ala. Baik itu dengan senantiasa menjalankan apa-apa yang
diperintahkan oleh Allah Ta’ala, dan dengan meninggalkan
perkara-perkara yang dilarang oleh-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.
At-Tahrim: 6)
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala, Jika melihat sosmed dan berita
akhir-akhir ini, maka tidak akan asing di mata kita ataupun di telinga kita
akan banyaknya berita kriminal, pembunuhan, kasus bunuh diri yang terjadi di
negeri tercinta kita Indonesia. Berita-berita menghebohkan yang jika kita
telusuri lebih jauh, maka akan kita dapati bahwa di antara sebab terbesarnya
adalah keterlibatan pelakunya dalam perbuatan yang Allah haramkan, yaitu
perjudian.
Sungguh,
dunia perjudian merupakan salah satu fenomena yang patut disayangkan dan harus
menjadi perhatian setiap kaum muslimin. Tersebarnya akses-akses situs judi
online, bertebarannya iklan-iklan permainan judi online, slot, dan lain
sebagainya, pada akhirnya membuat banyak dari saudara semuslim kita atau bahkan
keluarga kita sendiri yang terjerat dan tertipu hingga terperosok ke dalam
kemaksiatan tersebut.
Saudaraku
sekalian, di dalam Al-Qur’an dengan sangat jelas Allah Ta’ala telah
mewanti-wanti umat Islam dari bahaya perjudian, melarang mereka dari
melakukannya, dan mengharamkannya, bahkan dengan jelas Allah sebutkan
alasannya. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ
رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan.
Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma’idah: 90)
Jemaah
yang dimuliakan Allah ‘Azza wa Jalla, di dalam ayat tersebut,
Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perjudian merupakan salah satu
perbuatan setan yang mereka gunakan untuk menjerat dan menjebak manusia. Sebuah
tipu muslihat bagi mereka yang menginginkan kekayaan dan harta yang melimpah
dalam waktu singkat. Sungguh, judi adalah jebakan untuk manusia yang lalai lagi
tidak memperhatikan jalan rezeki dan penghasilannya. Padahal, di ayat yang
lain, Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَأْكُلُوا
أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا
فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
”Dan
janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan
jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim,
supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan
(jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)
Ma’asyiral
mukminin yang
semoga senantiasa dalam lindungan Allah Ta’ala,
Telah
kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah perjudian, pastilah ada yang akan
mendapatkan keuntungan besar dan tentunya ada yang mendapatkan kerugian dan
kebuntungan. Mereka sama-sama membayar sejumlah uang, namun pemenanglah yang
akan mengambil semuanya. Inilah salah satu hakikat mengambil harta manusia
dengan cara yang buruk lagi batil yang Allah haramkan pada ayat tersebut.
Allah Ta’ala juga
mengabarkan kepada kita akan dua bahaya lainnya dari perjudian. Pertama, ia
merupakan salah satu pintu permusuhan, pertikaian, dan perseteruan di antara
manusia. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا
يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ
وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم
مُّنتَهُونَ
“Sesungguhnya
setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu
lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat
Allah dan sembahyang. Maka, berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Ma’idah: 91)
Sungguh
benar firman Allah Ta’ala, tidaklah kita melihat sebuah kriminal,
kekerasan, dan perselisihan, kecuali seringkali erat kaitannya dengan dunia
minuman keras dan perjudian. Sungguh, inilah musibah yang diinginkan setan
kepada umat manusia. Setan ingin umat ini berpecah belah. Setan ingin umat
manusia berselisih dan bermusuhan. Dan dengan terbukanya pintu kemaksiatan
tersebut, maka kemaksiatan lainnya pun akan dengan mudah mereka bisikkan kepada
manusia.
Ketahuilah
wahai saudaraku, setan adalah musuh terbesar seorang hamba. Ia tidak akan
senang, kecuali apabila telah berhasil menghasut mereka untuk bermaksiat kepada
Allah Ta’ala.
Syekh
Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah juga mengingatkan kita
mengenai bahaya kedua dari perjudian yang Allah sebutkan pada ayat yang tadi
kita baca,
“Dan
di antara (keburukan minuman keras dan perjudian) adalah sesunggguhnya hal-hal
ini menghalangi hati dan tubuh dari mengingat Allah dan dari melakukan salat.
Padahal, keduanya merupakan tujuan seorang hamba diciptakan, serta merupakan
sebab kebahagiaan dan kegembiraannya. Sungguh, minuman keras dan perjudian
merupakan pengalih terbesar dari keduanya, menyibukkan hatinya, dan membuat
akal pikiran hanya dipenuhi dengan kedua hal kotor tersebut, hingga pada
akhirnya berlalulah waktu yang panjang sedang ia tidak menyadari di manakah
jiwanya berada.” (Tafsir
As-Sa’di, Al-Ma’idah: 90-91)
Sungguh,
perjudian merupakan salah satu fitnah yang sedang kita hadapi di zaman ini,
fitnah yang harus kita lawan dan kita hindari. Fitnah ini harus senantiasa kita
ingatkan dan kita wanti-wanti kepada keluarga kita dan orang-orang terdekat
kita, karena perjudian begitu mudahnya diakses oleh seseorang, bahkan
kemaksiatan ini bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, tanpa adanya batasan
dan larangan. Na’udzubillahi min dzalik.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khotbah kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
Jemaah
salat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala.
Tidak
ada yang dapat menyelamatkan kita dari fitnah perjudian ini, kecuali dengan
bertauhid kepada Allah Ta’ala dan bertakwa kepada-Nya. Dengan
bertauhid dan meyakini bahwa Allahlah yang memberikan dan membagikan rezeki,
serta yakin bahwasanya rezeki kita telah dituliskan dan ditakdirkan, maka akan
menjadikan hati kita lebih tenang serta mencukupkan diri kita dengan jalan
rezeki yang Allah Ta’ala halalkan. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ
يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ
“Hai
manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang
dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada ilah
(sesembahan yang berhak disembah) selain Dia, maka mengapakah kamu berpaling
(dari ketauhidan)?” (QS.
Fathir: 3)
Dalam
ayat lain, disebutkan,
وَكَأَيِّنْ
مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
“Dan
berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.
Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.” (QS.
Al-Ankabut: 60)
Syekh
As-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa ada binatang di muka
bumi yang lemah tidak memiliki kekuatan dan tidak memiliki kecerdasan yang
kuat, ia tidak bisa menyimpan rezekinya. Tetapi rezeki selalu bersamanya karena
Allah yang menjaminnya di setiap waktunya. (Tafsir As Sa’di, hal. 452)
Jangan
sampai kekhawatian kita kepada rezeki dan nafkah serta ketamakan kita kepada
harta menjadikan kita melanggar aturan-aturan Allah Ta’ala.
Menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan kekayaan, padahal Allahlah
yang berhak mengatur dan memberikan semua itu.
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala, Allah Ta’ala berjanji
bahwa siapa saja yang bertakwa, bertauhid, dan bertawakal kepada-Nya, maka
Allah Ta’ala akan memberikannya rezeki, bahkan dari arah yang
tidak disangka-sangkanya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَّقِ
ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن
يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ
قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
“Barangsiapa
bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Semoga
Allah menghindarkan kita semua dan sanak famili kita dari fitnah perjudian yang
begitu mengancam dan berbahaya ini. Memberikan kita rasa tawakal dan takwa yang
tinggi kepada Allah Ta’ala, sehingga diri kita tidak terbuai dengan
godaan harta instan dari cara perjudian dan yang semisalnya.
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ
، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء
“Ya
Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan
yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan.”
إِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ
انصر إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنَِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ
ارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ
الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ
تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
اللَّهُمَّ
إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
***
Penulis: Muhammad
Idris, Lc.
Artikel: Muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: Muslim.or.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar