BUKTI KARAMAH BUKAN MITOS
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 1 Jumadil-Ula 1447 H /23 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Karamah dalam Islam adalah kejadian luar biasa atau keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang saleh, terutama para wali, untuk menunjukkan kebesaran-Nya, dan bukan mitos. Bukti kebenarannya berasal dari Al-Qur'an dan hadis sahih, seperti makanan yang diberikan kepada Maryam dan makanan yang bertasbih. Karomah bukan ukuran keimanan, melainkan anugerah dari keteguhan iman dan amal saleh yang istiqamah, dan bisa menjadi ujian spiritual bagi penerimanya untuk melihat apakah mereka akan tetap rendah hati atau justru sombong.
Bukti Karomah Bukan Mitos
· Konteks Al-Qur'an:
Kisah Maryam dalam Surat Ali Imran ayat 37, di mana Allah memberinya rezeki makanan tanpa terhitung, adalah contoh karomah yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًاۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَكِ هٰذَاۗ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٣٧
Artinya : Dia (Allah) menerimanya (Maryam) dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemui di mihrabnya, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan (Surat Ali Imran ayat 37)
· Hadis Sahih:
Terdapat hadis-hadis sahih yang menceritakan keistimewaan yang terjadi pada para sahabat dan orang-orang saleh, seperti makanan yang bertasbih dan para malaikat yang memberi salam kepada Imran bin Hushain.
Dalam tradisi Islam, karomah merupakan kejadian luar biasa yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang Shaleh. Karomah bukan sihir, bukan pula khayalan, melainkan realitas yang tercatat dalam sejarah dan diakui oleh banyak ulama. Keberadaan karomah membuktikan bahwa keimanan yang tulus dan kedekatan dengan Allah bisa melampaui batas logika manusia biasa.
Secara terminologi, karomah berasal dari kata Karamah yang berarti Kemuliaan atau Kehormatan. Dalam konteks keislaman, ia mengacu pada peristiwa luar biasa yang terjadi atas izin Allah kepada wali-wali-Nya, bukan sebagai mukjizat seperti yang dimiliki para nabi, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan pertolongan dari Allah kepada orang-orang beriman yang Shaleh.
Dalam sejarah Islam, banyak tokoh Sufi dan ulama besar yang dikisahkan memiliki karomah. Misalnya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang dikenal dengan kedekatannya pada Allah dan banyak mencatat kejadian luar biasa dalam hidupnya. Namun penting untuk dicatat, karomah bukan tujuan, melainkan hasil dari ketakwaan dan penghambaan yang murni.
Para ulama menjelaskan bahwa karomah hanya bisa terjadi jika seseorang menjaga keikhlasan, ketaatan, dan menjauhi maksiat. Karomah tidak akan terjadi pada orang yang hatinya penuh riya atau berharap pujian. Justru orang-orang yang diberi karomah sejati sering kali menyembunyikannya, karena takut hal itu menjadi sumber ujub dalam diri mereka.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa karomah adalah perkara yang benar dan diakui dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Ia menjadi bukti bahwa kekuasaan Allah melampaui segala batas, dan bahwa Dia dapat memberikan pertolongan luar biasa kepada siapa pun yang Allah kehendaki.
Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk tidak terlalu berfokus pada karomah. Lebih penting adalah meneladani akhlak dan amal para Wali Allah, bukan mengejar kejadian luar biasa yang bisa menyesatkan jika tidak dipahami secara benar. Sebab karomah bukan ukuran keimanan, tetapi hasil sampingan dari iman dan amal Shaleh yang Istiqamah.
Dengan memahami karomah secara proporsional, kita akan terhindar dari sikap berlebihan dan tetap menjaga akidah yang lurus. Karomah adalah anugerah, bukan prestasi pribadi. Ia menjadi bukti keajaiban iman dan ketundukan total kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Wallahu 'Alam Bishshawab...
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar