SIFAT SIFAT NABI
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 30 Rabi'ul-Akhir 1447 H /22 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
3. Belajar Fathonah Dari Rasulullah : Cerdas Dalam Mengambil Keputusan
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah teladan utama dalam sifat Fathonah. Beliau dikenal sebagai sosok yang cerdas, bijak, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun politik.
Kecerdasan Rasulullah Dalam Berdakwah
Dalam berdakwah, Rasulullah menggunakan strategi yang bijak. Di Mekkah, beliau fokus pada penguatan akidah. Sementara di Madinah, beliau membangun masyarakat yang berlandaskan keadilan dan persaudaraan. Ini menunjukkan kecerdasan beliau dalam memahami situasi dan kondisi.
Fathonah dalam Memimpin
Sebagai pemimpin, Rasulullah menunjukkan kecerdasan luar biasa. Dalam Perjanjian Hudaibiyah, misalnya, beliau menerima perjanjian yang tampak merugikan umat Islam, tetapi keputusan itu justru membuka jalan besar bagi perkembangan dakwah.
Pelajaran dari Rasulullah
- Mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.
- Mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi.
- Bersikap sabar dan bijak dalam menghadapi tekanan.
Mengasah Fathonah dalam Kehidupan
Umat Islam bisa belajar Fathonah dari Rasulullah dengan banyak membaca, berdiskusi, dan mendalami ilmu agama serta kehidupan sosial agar mampu mengambil keputusan yang tepat.
Penutup
Fathonah Rasulullah mengajarkan bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal logika, tetapi juga kebijaksanaan dalam menggunakannya untuk kebaikan umat.
4. Fathonah Dalam Kehidupan Sehari-hari : Mengasah Akal Untuk Kebaikan
Fathonah bukan hanya milik para pemimpin atau ulama, tetapi juga perlu dimiliki oleh setiap Muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat ini membantu kita membuat keputusan yang tepat dan mengarahkan akal untuk tujuan yang bermanfaat.
Makna Fathonah Sehari-hari
Memiliki Fathonah berarti mampu melihat masalah dengan jernih, mencari solusi dengan bijak, dan bertindak dengan hati-hati. Misalnya, dalam mengelola keuangan, memilih pekerjaan, atau menyelesaikan konflik di rumah.
Manfaat Fathonah di Kehidupan
- Menghindari keputusan yang tergesa-gesa yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.
- Meningkatkan kualitas hidup karena setiap tindakan dipertimbangkan dengan matang.
- Menjadi pribadi yang bijak dan disenangi banyak orang.
Langkah Mengasah Fathonah
- Banyak membaca dan menuntut ilmu agar wawasan bertambah.
- Belajar dari pengalaman, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
- Mengendalikan emosi agar keputusan tidak didorong oleh amarah atau ego.
Fathonah dan Akhlak
Kecerdasan tanpa akhlak bisa menjerumuskan seseorang ke jalan yang salah. Karena itu, fathonah harus disertai dengan niat tulus dan akhlak mulia agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Penutup
Fathonah dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk menjadi pribadi yang bijak. Dengan mengasah akal untuk kebaikan, kita dapat menghadapi hidup dengan lebih tenang dan bermanfaat.
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar