PILAR UTAMA KEIMANAN SEJATI
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 3 Sya'ban 1447 H /22 Januari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Di tengah hiruk pikuk kehidupan dunia yang seringkali melalaikan, kita diingatkan tentang sebuah mutiara berharga bernama Kesabaran. Lebih dari sekadar menahan diri dari amarah atau kepedihan, para ulama menjelaskan bahwa sabar memiliki Tiga Dimensi Agung : 1) Menahan diri dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 2) Menjauhi segala hal yang diharamkan-Nya, dan 3) Teguh menghadapi segala musibah atau takdir yang dirasa pahit.
Dari Ketiga Dimensi Kesabaran ini, para ahli hikmah sepakat bahwa sabar dalam ketaatan adalah yang paling berat sekaligus tertinggi derajatnya, sebab ia menguji kekuatan iman dan kesungguhan jiwa kita.
Sabar dalam ketaatan seringkali terasa begitu menantang karena ia berhadapan langsung dengan kecenderungan nafsu dan godaan duniawi. Mengeluarkan sebagian harta untuk zakat, misalnya, menjadi ujian berat bagi hati yang terlampau mencintai dunia. Kita teringat kisah Qarun, seorang saudagar kaya raya yang enggan menunaikan zakat, meski hanya sebagian kecil dari hartanya. Betapa hati manusia bisa terenggut oleh kekikiran, bahkan untuk sekadar memenuhi perintah Allah yang jelas membawa keberkahan, membuktikan bahwa ketaatan sejati memerlukan kesabaran yang luar biasa.
Demikian pula halnya dengan shalat. Seruan adzan yang menggema seringkali menempatkan kita pada persimpangan : menunda aktivitas dunia atau menunda ibadah. Kekhawatiran akan berkurangnya rezeki akibat waktu yang dihabiskan untuk shalat seringkali menghantui.
Padahal, Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Adil dan Maha Pemurah. Sebagaimana dalam firman-Nya :
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى ١٣٢
Artinya : :Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan Shalat dan Sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha : 132)
Dalam ayat tersebut terkandung sebuah janji Allah bagi umatNya yang sabar, kemudian ayat tersebut dikuatkan lagi dengan firman-Nya dalam Surah Ath-Thalaq ayat 2-3,
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِۗ ذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢
Artinya ".Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (QS At-Thalaq · Ayat 2)
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
Artinya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS At-Thalaq · Ayat 3)
Jika menjalankan ibadah wajib seperti shalat dan zakat saja membutuhkan kesabaran yang besar, apalagi ibadah sunah seperti shalat tahajud, membaca Al-Qur’an setiap hari, berinfak di pagi hari, atau dzikir pagi-petang. Semuanya adalah ladang pahala yang luas, namun membutuhkan kesabaran, kesungguhan dan keteguhan hati yang tak putus. Ingatlah, tujuan penciptaan jin dan manusia semata-mata adalah untuk beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana termaktub dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
Artinya : "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Setiap langkah ketaatan adalah bentuk ibadah, dan setiap ibadah adalah jembatan menuju ridha Ilahi.
Menapaki jalan lurus yang diridhai Allah memang tak pernah mudah; penuh dengan godaan dan cobaan yang senantiasa menguji keimanan kita. Namun, kunci utama untuk tetap teguh di jalan ini adalah dengan Kesabaran, khususnya kesabaran dalam ketaatan. Tiada ketaatan yang sempurna tanpa diiringi kesabaran yang kokoh. Allah Subhanahu Wa Ta'ala sendiri telah memerintahkan kita dalam Surah Ali Imran ayat 200 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَࣖ ٢٠٠
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung". (QS. Ali Imron : 200)
Ayat yang agung ini, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hasan Al-Bashri, adalah perintah untuk senantiasa bersabar dalam menjalankan segala perintah Allah, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan lapang maupun sempit, hingga ajal menjemput. Inilah hakikat keberuntungan sejati : kesabaran yang tak pernah pudar dalam mengabdi kepada Sang Pencipta. Semoga kita semua dikaruniai kekuatan untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan, agar meraih kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar