MEMBANGUN KULTUR AKHLAKUL KARIMAH DI KALANGAN GENERASI MILENIAL
(Bagian Kedua)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
سْــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin, 17 Rajab 1445 H /29 Januari 2024
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Saudaraku...!
Hari ini kita lanjutkan tulisan "MEMBANGUN KULTUR AKHLAKUL KARIMAH DI KALANGAN GENERASI MILENIAL (Bagian Kedua)" dengan sub judul Sumber Akhlakul Karimah.
Saudaraku...!
Sumber Akhlak adalah yang menjadi ukuran baik-buruk atau mulia dan tercela. Al-Quran dijadikan sebagai patokan utama untuk memperbaiki akhlak. Dimulai dari akhlak pribadi, keluarga dan seterusnya hingga lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan pekerjaannya. Sumber akhlak adalah al-Qur’an dan al-Hadits, bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat, sebagaimana pada konsep etika dan moral. Dalam konsep akhlak, segala sesuatu dinilai baik-buruk, terpuji-tercela, semata-mata karena syara‟ (al-Qur’an dan Sunnah) menilainya demikian. Al-Qur’an sebagai dasar akhlak menerangkan tentang Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sebagai suri tauladan (uswatun khasanah) bagi seluruh umat manusia.
