KIAT SELAMAT DARI FITNAH AKHIR ZAMAN
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 24 Jumadil-Ula 1447 H /14 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Khotbah
pertama
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ
اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ
الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ,
وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral
muslimin, jemaah
Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Pertama-tama,
marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, karena
takwa merupakan bekal terbaik bagi seorang muslim baik di kehidupan dunia ini
maupun di akhirat nanti. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا
فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah,
dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala,
Sesungguhnya
kita hidup di penghujung zaman. Zaman di mana fitnah syahwat dan syubhat merajalela.
Zaman di mana seorang muslim tidak henti-hentinya diterjang berbagai macam
fitnah dan ujian. Zaman di mana kebenaran seringkali menjadi kabur dan
kemaksiatan serta perbuatan dosa dihias dan dipercantik seolah-olah indah dan
baik untuk dilakukan. Baginda besar kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam, sejak ribuan tahun yang lalu telah mengingatkan akan
banyaknya fitnah di zaman ini. Beliau bersabda,
إنَّ بين
أيديكم فِتَنًا كقِطَعِ اللَّيْلِ المُظلِمِ، يُصبِحُ الرَّجُلُ فيها مُؤمِنًا ويُمْسي
كافرًا، ويُمْسي مُؤمِنًا ويُصبِحُ كافرًا، القاعدُ فيها خَيْرٌ مِن القائمِ، والقائمُ
فيها خيرٌ مِن الماشي، والماشي فيها خَيْرٌ مِن السَّاعي، قالوا: فما تأمُرُنا ؟ قال: كونوا أحلاسَ بُيوتِكم.
“Akan
datang kepada kalian fitnah sebagaimana malam yang gelap gulita. Pada masa itu,
seorang beriman di pagi hari lalu kafir di sore hari, orang yang beriman di
pagi hari lalu menjadi kafir di sore harinya. Orang yang duduk lebih baik dari
orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan dan
orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari.” Para sahabat bertanya,
“Lalu, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Tetaplah
kalian di rumah-rumah kalian.” (HR.
Abu Dawud no. 4262)
Betapa
besarnya fitnah tersebut sampai-sampai ia tidak bisa membedakan mana yang hak
dan mana yang batil, hingga dengan mudahnya terjerumus ke dalam kekufuran atau
hal-hal yang akan mengantarkan kepadanya, sebagaimana disebutkan di dalam
hadis. Bisa jadi di pagi hari seseorang masih menunjukkan keislamannya, akan
tetapi di sore harinya ia berubah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat
mengeluarkannya dari Islam. Naudzubillahi min dzalik.
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala,
Dikisahkan
bahwa dahulu kala sebagian kaum muslimin datang mengadu kepada Anas bin
Malik radhiyallahu ‘anhu perihal apa yang menimpa mereka
dari fitnah Hajjaj bin Yusuf. Kemudian beliau radhiyallahu ‘anhu memberikan
nasihat,
اصْبِرُوا؛
فإنَّهُ لا يَأْتي علَيْكُم زَمَانٌ إلَّا الذي بَعْدَهُ شَرٌّ منهُ، حتَّى تَلْقَوْا
رَبَّكُمْ، سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ
“Bersabarlah,
sebab tidaklah kalian melalui suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk
daripada sebelumnya, sehingga kalian berjumpa Tuhan kalian. Aku mendengarnya
dari Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Bukhari no. 7068)
Sebagian
dari kita mungkin akan bertanya, bukankan ini ketidakadilan? Mereka yang hidup
jauh dari sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun
justru mendekatkan cobaan fitnah yang lebih besar dan lebih berat?!
Ketahuilah
wahai saudaraku, sungguh syariat Islam adalah syariat yang adil dan menjunjung
tinggi keadilan. Mengenai kondisi umat yang mendapatkan ujian fitnah ini,
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda menjelaskan tentang
keutamaan mereka,
الْعِبادَةُ
في الهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إلَيَّ
“Ibadah
saat terjadi banyak fitnah itu seperti hijrah menujuku.” (HR. Muslim no. 2948)
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda,
إِنَّ عِظَمَ
الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
“Sesungguhnya
besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila
Allah mencintai sebuah kaum, niscaya Allah akan memberikan cobaan kepada
mereka. Maka, barangsiapa yang rida (dengan ketetapan Allah –pent), maka Allah
akan rida kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak rida, maka Allah pun tidak akan
rida kepadanya.” (HR. Tirmidzi no.
2396 dan Ibnu Majah no. 4031 dengan sanad yang hasan.)
Di
dalam hadis tersebut, dijelaskan bahwa semakin besar ujian dan fitnah yang
dihadapi oleh seorang hamba, maka semakin besar pula pahala kesabaran dan
ketaatan yang diperolehnya. Dijelaskan juga bahwa semakin banyak seorang hamba
itu diuji, maka itu adalah salah satu pertanda bahwa Allah Ta’ala mencintai-Nya.
Semoga
kita semua termasuk hamba Allah yang bersabar ketika diuji, serta termasuk
hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendapatkan rasa kasih sayang dan cinta
dari-Nya.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khotbah
kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
Jemaah
salat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala.
Ma’asyiral
mukminin, yang
mencintai dan dicintai oleh Allah Ta’ala,
Di
zaman yang penuh dengan fitnah ini, di zaman di mana kebanyakan manusia
seringkali menjadi bingung karena banyaknya kerancuan dalam beragama dan
bercampurnya kebatilan dengan kebenaran, tidak ada solusi yang lebih baik
selain fokus dalam belajar dan memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang bersumber
dari Al-Qur’an dan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
mengamalkannya, dan berpegang teguh dengan keduanya dalam kehidupan
sehari-hari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
bersabda,
أُوصيكم
بتقوى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ والسمعِ والطاعةِ، وإن تأمَّر عليكم عبدٌ، فإنه من يعِشْ
مِنكُم فسيرى اختلافًا كثيرًا فعليكُم بسنتي وسُنَّةِ الخلفاءِ الراشدِينَ المهدِيِّينَ
تمسّكوا بِهَا، وعَضّوا عليهَا بالنَّواجذِ، وإياكم ومحدثاتِ الأمورِ فإنَّ كلَّ محدثةٍ
بدعَةٌ، وكلَّ بدعةٍ ضلالةٌ
”Aku
wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada
penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan
sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku,
niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, wajib atas kalian untuk
berpegang teguh dengan sunahku dan sunah para khulafaur rasyidin yang
mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan
hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid`ah adalah
sesat.” (HR. Abu
Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676, dan Ibnu Majah no. 43)
Syekh
Binbaz rahimahullah mengatakan,
“Tidak
ada jalan keluar agar terhindar dari segala macam fitnah dan selamat darinya,
kecuali dengan memahami Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunah Rasul-Nya shallallahu
‘alaihi wasallam, serta mengetahui manhaj (metode beragama) para pendahulu umat
kita dari kalangan para Sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang
mengikuti jalan mereka dari kalangan para imam ulama Islam serta para pendakwah
ke jalan hidayah.”
Jemaah
Jumat yang berbahagia,
Saat
badai fitnah ini menerjang dengan begitu kerasnya, membuat kita seakan-akan
sudah tidak sanggup lagi untuk menanggungnya, maka ingatlah agar jangan sampai
meninggalkan jemaah kaum muslimin dan para ulama serta para pemimpinnya. Hal
ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam kepada Hudzaifah sahabat beliau,
تَلْزَمُ
جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ
وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ
شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
“(Dalam
situasi tersebarnya fitnah, maka hendaklah) kamu tetap bersama jemaah kaum
muslimin dan imam mereka.” Hudzaifah bertanya, “Jika mereka tidak memiliki
jemaah dan imam (bagaimana)?” Beliau menjawab, “Jauhilah semua firqah
(golongan) itu, meskipun kamu harus menggigit akar pohon sampai maut
menjemputmu dan kamu berada di atasnya.” (HR. Bukhari no. 3606)
Allah Ta’ala juga
berfirman,
وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan
berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai.” (QS.
Ali Imran: 103)
Berada
di barisan kaum muslimin dan bersama mereka adalah karunia. Adapun perpecahan
dan perselisihan di antara mereka, maka akan membawa bencana dan malapetaka.
Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa serigala hanya akan menerkam domba yang
sedang sendirian dan terpisah dari rombongannya.
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala, semua usaha kita agar terhindar dari
fitnah tidak akan sempurna, kecuali dengan melibatkan Allah di dalamnya.
Sepantasnya bagi diri kita untuk terus memohon dan berdoa kepada-Nya agar
diberikan hidayah dan keselamatan dari ancaman fitnah yang besar ini.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepada kita,
تَعَوَّذُوا
بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ قَالُوا: نَعُوذُ بِاللَّهِ
مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Berlindunglah
diri kepada Allah dari fitnah-fitnah yang nampak dan yang tersembunyi.” Mereka
para sahabat berkata, “Kami berlindung diri kepada Allah dari fitnah-fitnah
yang nampak dan yang tersembunyi.” (HR. Muslim no. 2867)
Berdoa
dan memohon perlindungan dari fitnah juga diperintahkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam untuk senantiasa kita lakukan sesaat sebelum salam
dan sesudah tasyahud akhir. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan
salah satu doa yang senantiasa dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di
dalam salatnya,
اللَّهُمَّ
إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ
الدَّجَّالِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ
إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
“Ya
Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta
perlindungan pada-Mu dari cobaan Al-Masih
Ad-Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari segala macam fitnah
dan ujian ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu
dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang.” (HR. Bukhari, no. 832 dan
Muslim, no. 589)
Ma’asyiral
mukminin yang
dirahmati Allah Ta’ala,
Marilah
kita berdoa agar Allah Ta’ala menyelamatkan kita dari berbagai
macam fitnah dan ujian dalam kehidupan kita, baik itu fitnah dalam bentuk
harta, kedudukan, ketidakcukupan, ataupun fitnah kebodohan yang menimpa
sehingga membuat kita terjatuh ke dalam kesalahan dan perbuatan dosa. Semoga
Allah jadikan kita hamba-hamba-Nya yang cerdas di dalam menyikapi setiap fitnah
yang ada, tidak mudah terbawa arus dan berhati-hati dalam mengambil langkah di
setiap keputusan yang kita ambil.
إِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ
انصر إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنَِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ
ارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ
الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ
تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
اللَّهُمَّ
إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel: Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar