PERBANYAK
ZIKIR DI WAKTU UTAMA
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 27 Jumadil-Ula 1447 H /17 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Musim-musim
terbaik untuk beramal di antaranya adalah 10 hari pertama Zulhijah. Sebagaimana
hal itu telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
ما من أيام
العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر فقالوا يا رسول الله،
ولا الجهاد في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا الجهاد
في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء
“Tidak
ada amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah daripada beramal pada sepuluh
hari ini (yaitu 10 hari awal Zulhijah).” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai
Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah juga tidak bisa mengalahkan keutamaan
beramal pada hari-hari itu?” Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali bagi orang yang berangkat
jihad dengan membawa jiwanya dan hartanya, lalu tidak kembali sedikit pun
darinya.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma)
Dalam
riwayat Bukhari, hadis ini dibawakan dengan redaksi,
ما العَمَلُ
في أيَّامٍ أفْضَلَ منها في هذه قالوا ولا الجِهادُ؟ قالَ ولا الجِهادُ،
إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخاطِرُ بنَفْسِه ومالِه، فلَمْ يَرْجِعْ بشَيءٍ
“Tidak
ada amal yang lebih utama daripada beramal pada hari-hari ini (yaitu sepuluh
hari awal Zulhijah).” Mereka (para sahabat) bertanya, “Apakah jihad (di waktu
lain) juga kalah keutamaannya dengan beramal pada hari-hari itu?” Beliau pun
menjawab, “Tidak pula jihad, kecuali bagi orang yang berangkat perang dengan
mengorbankan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan membawa apa-apa/alias
meninggal dalam keadaan syahid dan hartanya habis.”
Hadis
ini menunjukkan kepada kita betapa besar keutamaan amal saleh yang dilakukan
pada hari-hari di antara 10 hari pertama bulan Zulhijah. Sebagaimana kita
ketahui, di bulan itulah ditunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima.
Sebagaimana juga disyariatkan ibadah kurban dan salat Iduladha. Sebagaimana
juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Zulhijah atau puasa Arafah.
Selain itu, secara umum beramal pada sepuluh hari itu sejak tanggal 1 Zulhijah
sampai 10 Zulhijah merupakan amal-amal yang paling utama.
Sungguh,
ini merupakan nikmat dan anugerah yang Allah berikan kepada umat ini, kalaulah
mereka mau menyadarinya. Sebagaimana kaum muslimin bersemangat untuk mengejar
keutamaan Lailatulqadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, maka
sudah semestinya mereka pun bersemangat untuk menabung pahala kebaikan pada
sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah.
Keutamaan
zikir
Mu’adz
bin Jabal radhiyallahu ’anhu berkata, “Tidak ada sesuatu yang
lebih menyelamatkan dari azab Allah, selain berzikir kepada Allah.”
(lihat Sunan Tirmidzi tahqiq Syekh Ahmad Syakir, 5: 459)
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Zikir bagi hati
laksana air bagi seekor ikan. Lantas apakah yang akan menimpa seekor ikan jika
dia memisahkan diri dari air?” (lihat Al-Wabil Ash-Shayyib Min Al-Kalim
Ath-Thayyib oleh Imam Ibnul Qayyim, hal. 71)
Ibnul
Qayyim rahimahullah mengatakan, “Hal itu (zikir) adalah ruh
dalam amal-amal saleh. Apabila suatu amal tidak disertai dengan zikir, maka ia
hanya akan menjadi ‘tubuh’ yang tidak memiliki ruh. Wallahu a’lam.”
(lihat Madarij As-Salikin, 2: 441)
Berzikir
kepada Allah merupakan jalan untuk meraih kehidupan hati. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya
dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya adalah seperti perbandingan antara
orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.” (HR. Bukhari) (lihat Al-‘Ibadat
Al-Qalbiyah, hal. 49)
Syekh
Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah berkata, “Oleh sebab itu,
zikir kepada Allah Jalla wa ‘Ala merupakan hakikat kehidupan
hati. Tanpanya, hati pasti menjadi mati.” (lihat Fawa’id Adz-Dzikri Wa
Tsamaratuhu, hal. 16)
Zikir
juga merupakan obat bagi kerasnya hati. Suatu saat, ada seorang lelaki yang
mengadu kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah. Lelaki itu berkata,
“Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan kepadamu kerasnya hatiku.” Maka beliau
berkata, “Lunakkanlah ia dengan zikir.” (lihat Tazkiyatun Nufus Wa
Tarbiyatuha oleh Dr. Ahmad Farid, hal. 46)
Syekh
Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,
“Sesungguhnya zikir kepada Allah akan menanamkan pohon keimanan di dalam hati,
memberikan pasokan gizi, dan mempercepat pertumbuhannya. Setiap kali seorang
hamba semakin menambah zikirnya kepada Allah, niscaya akan semakin kuat pula
imannya.” (lihat At-Taudhih Wa Al-Bayan Li Syajarat Al-Iman, hal.
57)
Ibnu
Taimiyah rahimahullah berkata, “Banyak di antara hamba yang
lebih mendapatkan manfaat dengan zikir pada masa-masa permulaan daripada
membaca (ilmu). Karena zikir akan memberikan pasokan keimanan baginya,
sedangkan Al-Qur’an memberikan pasokan ilmu. Namun, terkadang ilmu itu tidak
bisa dia pahami. Sementara dirinya lebih membutuhkan pasokan iman daripada
pasokan ilmu dikarenakan ia masih berada pada jenjang permulaan. Meskipun
demikian, membaca Al-Qur’an dengan disertai pemahaman bagi orang yang cukup
mapan imannya jauh lebih utama dengan kesepakatan (para ulama).” (lihat Qawa’id
Wa Dhawabith Fiqh Da’wah ‘Inda Syaikhil Islam, hal. 202)
Syekh
Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah berkata, “Tidaklah samar
bagi setiap muslim tentang urgensi zikir dan begitu besar faedah darinya.
Sebab, zikir merupakan salah satu tujuan termulia dan tergolong amal yang
paling bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Allah
telah memerintahkan berzikir di dalam Al-Qur’an Al-Karim pada banyak
kesempatan. Allah memberikan dorongan untuk itu. Allah memuji orang yang tekun
melakukannya dan menyanjung mereka dengan sanjungan terbaik dan terindah.”
(lihat dalam Fiqh Al-Ad’iyah Wa Al-Adzkar, 1: 11)
Tsabit
Al-Bunani rahimahullah berkata, “Apakah susahnya bagi salah
seorang dari kalian jika dia hendak memanfaatkan waktu satu jam setiap harinya
untuk berzikir kepada Allah sehingga dengan sebab itu sepanjang hari yang
dilaluinya dia akan meraih keberuntungan.” (lihat At-Tahdzib
Al-Maudhu’i Li Hilyat Al-Auliya’, hal. 346)
‘Aun
bin Abdullah bin ‘Utbah rahimahullah berkata, “Majelis-majelis
zikir adalah obat bagi hati.” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat
Al-Auliya’, hal. 348)
‘Atha’
bin Maisarah Al-Khurasani rahimahullah mengatakan,
“Majelis-majelis zikir adalah majelis-majelis yang membahas hukum halal dan
haram (majelis ilmu, pent).” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat
Al-Auliya’, hal. 348)
Makhul rahimahullah mengatakan,
“Barangsiapa yang menghidupkan malamnya dengan zikir kepada Allah, niscaya pada
pagi harinya dia akan berada dalam keadaan suci seperti ketika dilahirkan oleh
ibunya.” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat al-Auliya’, hal.
347)
Semoga kumpulan tulisan ini bermanfaat bagi kami dan segenap pembaca. Barakallahu` fiikum.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Ari Wahyudi, S.Si|
Artikel: www.muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/76731-perbanyak-dzikir-di-waktu-utama.html
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber: https://muslim.or.id/76731-perbanyak-dzikir-di-waktu-utama.html
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar