UNTUK APA WAKTUMU?
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 26 Jumadil-Ula 1447 H /16 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Mungkin
kita masih ingat bagaimana kerasnya perjuangan para pemuda perintis kemerdekaan
bangsa ini dari belenggu penjajah. Mereka yang berjuang dengan bambu runcing
hingga tetes darah penghabisan. Mereka yang meneriakkan takbir untuk menguatkan
semangat jihad generasi muda dan pasukan pembela tanah air. Tidak dipungkiri
bahwa kemerdekaan bangsa ini merupakan berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa
kepada segenap rakyat di negeri ini.
Apalagi jika kita tengok perjuangan generasi muda di masa keemasan Islam, yaitu di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Pengorbanan dan keberanian mereka dalam mempertahankan akidah dan jalan hidup tentu tidak bisa diragukan. Keyakinan yang kuat, kebersihan hati, dan kedalaman ilmu, serta pemahaman tentang agama ini, itulah bekal mereka dalam menjalani hari demi hari perjuangan memberantas kezaliman di atas muka bumi.
Umar
bin Khattab radhiyallahu ’anhu berpesan kepada kita, “Kami
adalah suatu kaum yang telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam ini. Maka,
kapan saja kami berusaha mencari kemuliaan dengan selain cara Islam, pastilah
kami akan dihinakan.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)
Kaum
muslimin ini menjadi mulia dan berjaya tatkala mereka berpegang teguh dengan
nilai-nilai Al-Qur’an dan petunjuk Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi
wasallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ اللَّهَ
يَرْفَعُ بهذا الكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ به آخَرِينَ
“Sesungguhnya
Allah akan mengangkat sebagian kaum dengan Kitab ini (Al-Qur’an) dan akan
merendahkan sebagian yang lain juga dengan sebab Kitab itu.” (HR. Muslim dari Umar bin
Khattab radhiyallahu ’anhu). Orang yang dimuliakan adalah yang
mengikuti Al-Qur’an sedangkan mereka yang direndahkan adalah yang berpaling dan
mencampakkannya.
Saudaraku
para pemuda muslim yang dirahmati Allah, negeri ini jelas membutuhkan
ketangguhan para pemuda yang tidak hanya cerdas dalam ilmu-ilmu dunia, tetapi
juga harus lurus akidah dan jalan hidupnya. Umat Islam adalah umat terbaik yang
dikeluarkan oleh untuk segenap manusia. Mereka memerintahkan yang makruf dan
melarang dari yang mungkar serta berpegang erat dengan ajaran tauhid dan
keimanan.
Perkara
makruf yang terbesar adalah tauhid dan kemungkaran yang terberat adalah syirik.
Dari sinilah kita mengetahui bahwa sudah menjadi kewajiban para pemuda untuk
lebih dekat mengenal ajaran agamanya, sebab inilah kunci kebaikan. Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
من يرد
الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah pahamkan dia dalam hal agama.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu ’anhu)
Bekal
utama seorang pemuda
Memahami
tauhid dan akidah merupakan modal dasar dan bekal utama bagi setiap pemuda
muslim. Sebab tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia, dan akidah
merupakan pondasi dan syarat diterimanya seluruh amal kebaikan. Allah
berfirman,
وَمَا خَلَقۡتُ
ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ
“Dan
tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah
kepada-Ku.” (QS.
Adz-Dzariyat: 56)
Allah Ta’ala juga
berfirman,
وَلَوۡ
أَشۡرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ
“Dan
seandainya mereka itu berbuat syirik pasti akan lenyap semua amal yang dahulu
pernah mereka kerjakan.” (QS.
Al-An’am: 88)
Beribadah
kepada Allah adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Beribadah kepada Allah adalah dengan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan
diridai oleh Allah, baik berupan ucapan maupun perbuatan yang lahir maupun
batin. Demikianlah makna ibadah sebagaimana diterangkan oleh para ulama semacam
Ibnu Taimiyah rahimahullah.
Ibnul
Qayyim rahimahullah juga menerangkan bahwa ibadah itu dibangun
di atas dua pokok: puncak perendahan diri dan puncak kecintaan kepada Allah.
Segala bentuk ibadah itu harus dimurnikan untuk Allah. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
فَإِنَّ
حَقَّ اللّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللّهِ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً
“Hak
Allah atas para hamba adalah mereka harus beribadah kepada-Nya dan tidak
mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu
’anhu)
Gunakan
waktu untuk kebaikan
Para
pemuda muslim yang dirahmati Allah, perjalanan waktu ini begitu cepat. Hari
demi hari kita lalui, bulan demi bulan kita lewati. Anda perlu ber-muhasabah dan
berintrospeksi diri. Apakah selama ini anda telah memperhatikan agama anda?
Apakah anda telah belajar Islam dengan sungguh-sungguh? Apakah anda sudah
mengenali tauhid asas dalam agama ini?
Apabila
belum, maka sadarilah bahwa agama ini merupakan kunci kebahagiaan hidup anda.
Ia merupakan modal utama untuk meraih ketentraman dan kemuliaan. Bukan tumpukan
harta, tingginya jabatan, luasnya kekuasaan, atau gemerlapnya perhiasan dunia.
Fir’aun adalah sosok penguasa besar, tetapi ia tidak bisa bahagia dengan
kekuasaannya. Qarun adalah seorang yang kaya raya, tetapi ia juga tidak bisa
bahagia dengan hartanya. Akan tetapi, lihatlah sosok Bilal bin Rabah radhiyallahu
’anhu yang awalnya berstatus budak kemudian Allah muliakan dengan iman
dan tauhid di dalam jiwanya. Lihatlah sosok para pemuda di kalangan para
sahabat yang Allah muliakan dengan ilmu dan keteguhan imannya, bukan dengan
kecanggihan teknologi yang mereka punya.
Hasan
Al-Bashri rahimahullah memberikan nasihat, “Wahai anak
Adam, sesungguhnya kamu ini adalah kumpulan hari demi hari. Setiap hari
berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.” (lihat Ma’alim
fi Thariq Thalab Al-‘Ilmi, hal. 35)
Oleh
karena itulah, masa muda adalah waktu yang sangat berharga untuk anda dalam
mencari kebaikan dan bekal untuk masa depan. Sebagaimana anda bersemangat untuk
mencapai prestasi dalam hal dunia, maka seharusnya anda juga bersemangat untuk
mengumpulkan bekal terbaik untuk hari akhirat yaitu takwa. Sementara takwa itu
dibangun dengan ilmu dan pemahaman.
Para
ulama kita juga mengingatkan bahwa ilmu itu dicari seiring dengan perjalanan
siang dan malam. Barangsiapa yang menginginkan ilmu dengan cara yang
instan/cepat, maka ia juga akan lenyap dengan cepat. Ilmu butuh kepada
kesabaran dan perjuangan. Ilmu tidak akan diperoleh dengan badan yang selalu
bersantai-santai apalagi bermalas-malasan.
Carilah
lingkungan yang baik untuk mendukung kegiatan anda dalam beragama, belajar, dan
beramal saleh. Carilah guru dalam ilmu agama yang benar-benar berkompeten dalam
bidangnya dan memiliki akidah yang lurus. Ingatlah nasihat Ibnu Sirin rahimahullah,
إن هذا
العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, oleh sebab itu perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Disebutkan oleh Imam Muslim dalam mukadimah kitab Sahihnya.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.
Artikel: www.muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/81893-untuk-apa-waktumu.html
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber: https://muslim.or.id/81893-untuk-apa-waktumu.html
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar