KEISTIMEWAAN MUKJIZAT NABI MUHAMMAD
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 1 Dzulhijah 1446 H /28 Mei 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Dalam Islam kita mengenal sebuah konsep yang bernama mukjizat. Kata mukjizat berasal dari kata ‘Ajaza (عجز) yang mempunyai arti “melemahkan”. Sedangkan kalau konteksnya pada al-Qur’an bisa dipahami sebagai berikut:
إظهار صدق
النبي صلّى الله عليه وسلم في دعوى الرسالة، بإظهار عجز العرب عندئذ عن معارضته صلّى
الله عليه وسلم في معجزته الخالدة وهي (القرآن الكريم) وكذلك عجز الأجيال القادمة من
بعدهم إلى ما شاء الله تعالى
Menunjukkan
kebenaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam klaim kenabiannya,
dengan menunjukkan ketidakmampuan orang-orang Arab pada saat itu untuk
menantang beliau SAW dengan mukjizatnya yang abadi, yaitu (Al-Qur’an yang
mulia), serta ketidakmampuan generasi-generasi setelah mereka hingga Allah
menghendaki. (Muhammad
Ma’bad, Nafahat min Ulum Al-Qur’an, (Kairo:Dar al-Salam, 2005),
101.)
Setiap
nabi dikaruniai keistimewaan (Mukjizat) masing-masing, misanya Nabi Musa dengan
tongkat yang bisa membelah lautan, Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang mati,
Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan binatang dan masih banyak lainnya.
Seperti Nabi atau Rasul lainnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam juga mempunyai mukjizat yakni al-Qur’an.
Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam pernah bersabda yang
diriwayatkan Imam Bukhari;
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ
الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو
أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Abdullah
bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, Al-Laits telah menceritakan kepada
kami, Sa’id Al-Maqburi telah menceritakan kepada kami dari bapaknya dari Abu
Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata, Nabi ﷺ bersabda, “Tidak ada
seorang Nabi pun kecuali telah diberi keistimewaan-keistimewaan khusus yang
tidak diberikan kepada manusia lainnya sehingga orang-orang beriman padanya.
Dan ada pun yang diberikan padaku adalah wahyu yang Allah turunkan kepadaku.
Maka aku berharap, bahwa aku menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya pada
hari kiamat.” (HR Imam
Bukhari No. 4981)
Ibnu
Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathu al-Bari mengomentari hadis
diatas mengapa mukjizat Nabi Muhammad berupa al-Qur’an, beliau berkata;
لَمَّا
كَانَ الْعَرَبُ الَّذِينَ بُعِثَ فِيهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فِي الْغَايَةِ مِنَ الْبَلَاغَةِ جَاءَهُمْ بِالْقُرْآنِ الَّذِي تَحَدَّاهُمْ أَنْ
يَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ فَلَمْ يَقْدِرُوا عَلَى ذَلِكَ
Ketika
orang-orang Arab yang diutus kepada mereka yakni Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam, orang Arab adalah yang paling fasih dalam berbahasa
(Balaghah), beliau datang kepada mereka dengan Al-Qur’an yang menantang mereka
untuk membuat satu surat yang serupa, namun mereka tidak mampu melakukannya. (Ibn
Hajar Al-Asqalani, Fath Al-Bari li Ibn Hajar, (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1960),
7/9.)
Dari
keterangan Ibnu Hajar bisa dipahami kalau Nabi Muhammad yang mempunyai
mukjizat al-Qur’an sangat cocok dengan kondisi masyarakat Arab kala itu yang
maju dalam bidang tata bahasa. Kondisi seperti ini juga terjadi pada Nabi Isa
misalnya yang punya mukjizat menghidupkan orang mati dan bisa menyembuhkan
orang buta. Mukjizat Nabi Isa sangat cocok kepada beliau karena pada saat itu
ilmu kedokteran sangat digandrungi. Pendapat yang mengatakan kalau para Nabi
dan Rasul memiliki mukjizat yang sesuai dengan kondisi sosial dimana mereka
berdakwah didukung oleh banyak ulama. Misalnya Muhammad Abu Zahroh yang
berkata dalam kitabnya
وكل معجزة
تناسب العصر الذي بعث فيه النبي، وتتفق مع ما تدركه عقولهم، من حدود القدرة البشرية
في موضوع المعجزة وذاتها، وقد تكون علاجاً لحالهم
Dan
setiap mukjizat disesuaikan dengan zaman di mana nabi diutus, dan sesuai dengan
apa yang dapat dipahami oleh akal mereka, dalam batas kemampuan manusia terkait
tema mukjizat dan hakikatnya, serta bisa jadi merupakan solusi bagi kondisi
mereka. (Muhammad Abu
Zahra, Syari’at Al-Qur’an min Dalail I’jazihi, (Kairo: Dar
al-Arubah, 1961), 6)
Al-Qur’an
sendiri memiliki keistimewaan sendiri daripada mukjizat Nabi/Rasul yang
lainnya. Hal ini disinggung oleh Imam Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan. Menurut
Imam Suyuthi al-Qur’an merupakan mukjizat yang sifatnya Aqliyyah (akal)
berbeda dengan mukjizat yang diberikan ke Bani Israil misalnya yang
sifatnya Hissiyah (indrawi). Beliau juga ikut mengomentari
hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di atas;
إِنَّ مَعْنَاهُ
أَنَّ مُعْجِزَاتِ الْأَنْبِيَاءِ انْقَرَضَتْ بِانْقِرَاضِ أَعْصَارِهِمْ فَلَمْ يُشَاهِدْهَا
إِلَّا مَنْ حَضَرَهَا وَمُعْجِزَةُ الْقُرْآنِ مُسْتَمِرَّةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Sesungguhnya
maksudnya adalah bahwa mukjizat para nabi hilang seiring dengan hilangnya zaman
mereka, sehingga tidak ada yang menyaksikannya kecuali orang-orang yang hadir
saat itu. Adapun mukjizat Al-Qur’an, maka itu akan terus berlanjut hingga hari
kiamat. (As-Suyuti, Al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an, (Hai’ah al-Misriyah
al-‘Amah li al-Kutub, 1974), 3/4.)
Al-Qasthalani
juga berpendapat demikian, dalam kitabnya beliau berkata;
إذ باستمرار
المعجزة ودوامها يتجدد الإيمان ويتظاهر البرهان، وهذا بخلاف معجزات سائر الرسل فإنها
انقرضت بانقراضهم وأما معجزة القرآن فإنها لا تبيد ولا تنقطع
Karena
dengan keberlangsungannya mukjizat, iman akan diperbarui dan bukti akan semakin
nyata. Ini berbeda dengan mukjizat para rasul lainnya yang punah seiring dengan
punahnya mereka. Sedangkan mukjizat Al-Qur’an, ia tidak akan hilang dan tidak
akan terputus. (Abdul Malik al-Qastalani al-Qutubi al-Masri, Irsyad
as-Sari li Syarh Sahih al-Bukhari, (Mesir: Al-Matba’ah al-Kubra al-Amiriyah,
1905), 444/7)
Al-Qur’an memang istimewa dan dibawa sebagai risalah oleh orang yang juga istimewa. Sebuah anugrah yang hanya dimiliki oleh umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang masih bisa menikmati mukjizat nabinya sampai hari kiamat. Sifatnya yang aqliyah masih mampu membimbing manusia agar berpikir dari awal turunnya dan pasti akan terus mampu membimbing umat manusia sampai hari kiamat.
Penulis: Nurdiansyah Fikri
Alfani, Santri Tebuireng
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://tebuireng.online/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar