Menu

Senin, 03 Agustus 2026

TAKWA BAGIAN KE 1

HUBUNGAN ANTARA TAKWA DENGAN AKHLAK MULIA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 20 Syafar 1448 H /4 Agustus 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya mengenai sebab yang terbanyak membuat orang masuk ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang bagus.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani)

Para ulama menjelaskan bahwa di dalam hadist ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  menggandengkan antara Takwa dengan Akhlak Yang Mulia; karena dengan takwa akan memperbaiki hubungan hamba dengan Allah, sedangkan dengan akhlak yang mulia akan memperbaiki hubungan hamba dengan sesama manusia. (Lihat keterangan Ibnul Qayyim Rahimahullah  yang dikutip oleh Syekh Abdurrazzaq Al-Badr dalam Ahaditsul Akhlaq, hal. 7)

Akhlak mulia menjadi sebab Allah mencintai seorang hamba. Dari Usamah bin Syarik Radhiyallahu ’Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda, “Hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, disahihkan oleh Al-Albani)

Termasuk sebab untuk meraih cinta Allah adalah memberikan manfaat kepada umat manusia; dan ini pun termasuk bagian dari akhlak yang mulia. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ’Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling bermanfaat bagi manusia…” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir  dan Ibnu Asakir dalam Tarikh-nya, sanadnya dihasankan Al-Albani)

Dan di antara bentuk akhlak yang mulia adalah beristigfar dan bertobat kepada Allah. Karena itulah, Allah pun menyandingkan Tauhid dengan Istigfar. Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah mencontohkan :

واللَّهِ إنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وأَتُوبُ إلَيْهِ في اليَومِ أكْثَرَ مِن سَبْعِينَ مَرَّةً

Artinya : “Demi Allah, sesungguhnya aku beristigfar (memohon ampunan) kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih banyak dari 70 kali.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu).

Mak-hul meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa beliau berkata :

ما رأيت أحدًا أكثر استغفارًا من رسول الله صلى الله عليه وسلم

Artinya : “Tidaklah aku melihat seseorang yang lebih banyak istighfarnya dibandingkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”

Kemudian beliau (Mak-hul) mengatakan :

ما رأيت أكثر استغفارًا من أبى هريرة

Artinya : “Tidaklah aku melihat ada orang yang lebih banyak beristighfar daripada Abu Hurairah.” (Riwayat ini dinukil oleh Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Bukhari)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  juga bersabda :

طوبى لِمَن وجد في صحيفته استغفاراً كثيراً

Artinya : “Beruntunglah bagi orang yang mendapati di dalam lembaran catatan amalnya nanti ucapan istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Busr Radhiyallahu ’Anhu, dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di akhir-akhir hidupnya setelah sekian lama menjalani perjuangan dakwah dengan jiwa dan raganya pun diperintahkan oleh Allah untuk beristighfar kepada-Nya, sebagaimana disebutkan dalam surah Al Qur'an.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا

Artinya : "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An Nasr : 3)

*Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang lainnya :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ

Artinya : "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat). (QS. Al Hijr : 98)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda, “Semua umatku pasti masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat pun bertanya, “Siapakah orang yang enggan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Barangsiapa taat kepadaku, maka dia masuk surga; dan barangsiapa yang durhaka kepadaku, maka dia lah orang yang enggan itu.” (HR. Bukhari)

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ’Anhuma, beliau berkata :

إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ: رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم

Artinya : “Sungguh dahulu kami sering menghitung kebiasaan Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dalam satu majelis beliau mengucapkan kalimat ‘Rabbighfirlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim‘ (yang artinya), “Wahai Rabbku, ampunilah aku dan berikanlah tobat kepadaku, sesungguhnya Engkau Mahapenerima tobat lagi Mahapenyayang.” (HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إلى اللهِ، فإنِّي أَتُوبُ في اليَومِ إلَيْهِ مِئَةَ مَرَّةٍ

Artinya : ‘Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim dari Al-Aghar Al-Muzani Radhiyallahu ’Anhu)

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar