بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 22 Rabi'ul-Akhir 1448 H /3 Oktober 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Berbakti
pada orang tua merupakan ibadah dan kewajiban seorang hamba yang merupakan di
antara kewajiban yang paling utama dan merupakan salah satu amal yang bisa
mengantarkan seorang hamba menuju surga. Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam
Al-Qur’an menyandingkan berbakti pada orang tua dengan perintah untuk bertauhid
dan menjauhi kesyirikan yang merupakan inti dari agama Islam untuk menunjukkan
agungnya ibadah berbakti pada orang tua. Ini sebagaimana disebutkan dalam surah
Al-Isra’ ayat ke-23,
وَقَضَى
رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Tuhanmu
telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan berbuat-baiklah
pada kedua orang tua.”
Allah
Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman pada surah An-nisa ayat ke-36,
واعبدوا
الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا
“Sembahlah
Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan berbuat
baiklah kepada orang tua.” (
Allah
Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman pada surah Luqman ayat ke-14,
أَنِ اشْكُرْ
لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu.”
Sebaliknya,
durhaka atau menyakiti kedua orang tua dalam bentuk apa pun merupakan salah
satu di antara dosa yang paling besar, pelakunya diancam masuk neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يدخل
الجنة عاق
“Tidak
akan masuk surga orang yang durhaka (kepada orang tuanya).” (HR. Nasa’i dan
Ahmad)
Maka
dari itu, dari dalil-dalil yang ada, bisa disimpulkan bahwa berbakti pada orang
tua merupakan perintah Allah yang agung setelah bertauhid dan durhaka kepada
orang tua merupakan di antara dosa yang paling besar setelah kesyirikan.
Berbakti
pada orang tua tidak diragukan lagi merupakan suatu yang utama dan salah satu
bentuk ibadah yang mulia. Lalu, bagaimana jika orang tua sudah meninggal?
Apakah masih ada kesempatan bagi kita untuk tetap berbakti kepada mereka.
Ataukah sudah terputus kesempatan bagi kita untuk berbakti kepada mereka
setelah keduanya meninggal? Mungkin dari kita ada yang merasa tidak sempurna
untuk berbakti pada keduanya ketika mereka masih hidup atau kita ingin terus
berbakti pada mereka setelah mereka tidak lagi di dunia ini.
Berbakti
pada orang tua yang paling utama tentunya ketika mereka berdua masih hidup.
Akan tetapi, kesempatan itu tidaklah hilang ketika mereka berdua sudah tidak
ada. Perlu diingat bahwa salah satu di antara amal yang tidak terputus adalah
anak yang saleh yang selalu mendoakan. Ini sebagaimana dalam hadis yang
diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
إذا مات
ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له
“Jika
seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal:
sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Maka
dari itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk bisa terus berbuat baik
kepada orang tua setelah keduanya meninggal adalah dengan menjadi orang yang
saleh dan senantiasa mendoakan keduanya.
Selain
menjadi anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tua setelah keduanya
meninggal, adakah amal lain yang bisa dilakukan untuk berbakti pada orang tua
yang sudah meninggal? Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
ditanya oleh seseorang dari Bani Salimah, “Apakah masih ada bentuk untuk
berbakti pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal?” Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam menjawab,
الصلاة
عليهما، والاستغفار لهما، وإنفاذ عهدهما من بعدهما، وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما،
وإكرام صديقهما
“Mendoakan
keduanya, meminta ampunan untuk keduanya, memenuhi janji keduanya setelah
meninggal dunia, menyambung silaturahim yang tidak tersambung, kecuali dengan
keduanya, dan memuliakan teman keduanya.” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Berdasarkan
hadis di atas, disebutkan 5 cara yang bisa dilakukan untuk berbakti pada kedua
orang tua, yaitu:
Pertama:
Mendoakan keduanya
Di
antara bentuk berbakti pada kedua orang tua yang sudah meninggal adalah dengan
cara mendoakan kedua orang tua yang sudah meninggal. Sebagaimana yang
disebutkan dalam hadis yang telah lewat bahwa di antara amal yang tidak
terputus adalah anak saleh yang mendoakannya. Maka dari itu, perbanyaklah doa
kebaikan bagi kedua orang tua.
Kedua:
Meminta ampunan bagi keduanya
Amalan
lain yang bisa dilakukan untuk kedua orang tua yang sudah meninggal adalah
dengan meminta ampunan bagi kedua orang tua. Memohon ampunan bagi kedua orang
tua merupakan di antara doa yang paling agung yang merupakan doa yang dilakukan
oleh para nabi sebagaimana doa Nabi Nuh ‘alaihi salam dalam surah Nuh
ayat ke-28,
رَبِّ اغْفِرْ
لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Wahai
Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan
beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.”
Juga
doa nabi Ibrahim dalam surah Ibrahim ayat ke-41,
رَبَّنَا
اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Wahai
Tuhan kami, ampunilah aku, ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari
diadakan perhitungan.”
Memohon
ampunan bagi orang tua juga merupakan salah satu amal yang bisa menaikkan
derajat orang tua kita di akhirat nanti sebagaimana hadis yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ
عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ:
يَا رَبِّ! أَنَّى لِي هَذِهِ؟! فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
“Sesungguhnya
Allah ‘Azza Wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga.
Lalu, ia berkata, ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini?’ Maka, Allah berfirman,
‘Dari istigfar anakmu kepadamu.’ ”
Ketiga:
Menunaikan wasiat keduanya
Amalan
selanjutnya bagi yang bisa dilakukan untuk kedua orang tua yang sudah meninggal
adalah menunaikan wasiat keduanya. Maka dari itu, di antara hal yang pertama
kali perlu dilakukan setelah meninggalnya kedua orang tua adalah menunaikan
wasiat keduanya. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa untuk menunaikan wasiat
ini, kita harus memperhatikan batasan syariat, seperti wasiat tidak boleh
melebihi sepertiga harta dan tidak mengandung hal yang dilarang syariat.
Keempat:
Menyambung silaturahim yang tidak bisa tersambung kecuali dengan kedua orang
tua
Menyambung
silaturahim tentu merupakan hal yang wajib. Akan tetapi, kewajiban tersebut
menjadi lebih tegas lagi ketika kedua orang tua telah meninggal, terutama pada
kerabat yang tersambung silaturahmi gara-gara kedua orang tua seperti dengan
paman, bibi, dan anak-anak mereka.
Kelima:
Berbuat baik kepada sahabat orang tua
Selama
masa hidup ayah dan ibu, tentunya mereka memiliki sahabat-sahabat yang dekat
dengan mereka. Perlu diketahui bahwa salah satu bentuk berbakti pada orang tua
yang sudah meninggal dan bukti cintanya seorang anak pada orang tuanya adalah
berbuat baik pada sahabat keduanya dan tidak memutuskan hubungan dengan mereka
setelah meninggalnya kedua orang tua. Ini sebagaimana hadis sahih yang
diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Ibnu
Umar radhiyallahu ’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
إن من أبر
البر صلة الرجل أهل وُدِّ أبيه
“Sesungguhnya
kebajikan yang paling utama adalah apabila seseorang menyambung hubungan dengan
keluarga sahabat ayahnya.” (HR. Muslim)
Dalam
riwayat lain, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أحَبَّ
أنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ؛ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيهِ بَعْدَهُ
“Barangsiapa
yang ingin menyambung ayahnya di kuburnya, maka sambunglah hubungan dengan
teman-teman ayahnya semasa hidupnya.” (HR. Ibnu Hibban)
Demikianlah, beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk tetap berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal agar kita bisa menyempurnakan bakti kita pada mereka selama hidup dan juga setelah mereka meninggal.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber Artikel: Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar