بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 16 Rabi'ul-Akhir 1448 H /27 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Manusia adalah makhluk yang seringkali
berbuat dosa. Namun, ada yang segera memperbaikinya dan ada yang tenggelam
dalam kubangan kehinaan. Sebagai seorang mukmin sudah selayaknya kita menjaga
perasaan takut kepada Allah dan yakin bahwa Allah ‘Azza Wajalla Maha
Mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, kemudian bertobat atas segala dosa.
Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى
اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ
جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri,
janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Dengan banyaknya kezaliman manusia kepada
diri mereka sendiri berupa perbuatan maksiat, Allah membuka selebar-lebarnya
pintu rahmat-Nya, yakni pengampunan bagi mereka yang bertobat dengan
sungguh-sungguh kepada-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا
اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ
الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Demikian (juga) orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera)
mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat
mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka
kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS. Ali
Imran: 135)
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallama bersabda, Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
يا ابنَ آدمَ إنك لو أتيتَني بقُرابِ الأرضِ خطايا,
ثم لَقِيتَني لا تشركُ بي شيئًا, لأتيتُك بقُرابها مغفرةً
“Wahai anak Adam, seandainya engkau
mendatangiku dengan kesalahan seluas bumi dalam keadaan tidak berbuat
kesyirikan, Aku (Allah) akan membalasmu dengan seluas bumi ampunan.” (HR.
At-Tirmidzi)
Syarat tobat nasuha
Para ulama menetapkan syarat sebuah tobat
dikatakan sebagai tobat nasuha, yakni:
Pertama:
Bersegera meninggalkan dosa.
Kedua:
Menyesal atas apa yang telah dikerjakan.
Ketiga:
Bertekad untuk tidak mengulangi kembali kemaksiatan tersebut.
Keempat: Jika
dosanya berkaitan dengan hak manusia, maka ia harus segera mengembalikannya.
Langkah tobat nasuha
Dan jalan untuk tobat nasuha adalah jalan
yang tidak mudah dan butuh kesungguhan. Berikut adalah langkah-langkah agar
tobat kita benar-benar terhitung sebagai tobat nasuha:
Pertama:
Senantiasa merasa diawasi oleh Allah ‘Azza Wajalla, baik ketika
bersendiri maupun ketika bersama manusia yang lain. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
هُوَ الَّذِيْ
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ
وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
بَصِيْرٌۗ
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻarsy. Dia mengetahui apa
yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari
langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4)
Kedua:
Memahami bahaya perbuatan maksiat. Karena setiap dosa akan memberikan efek
negatif untuk pelakunya. Seperti perasaan tidak tenang, tidak adanya keberkahan
dalam setiap hal yang dikerjakan, selalu was-was, dan lain-lain.
Ketiga:
Senantiasa mengingat-ingat kematian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallama bersabda,
أكثروا ذكر
هادم اللَّذات: الموت
“Perbanyaklah mengingat pemutus
kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan disahihkan
oleh Ibnu Hibban)
Keempat:
Menjauh dari tempat-tempat dan teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan.
Kelima:
Banyak mengingat surga dan neraka. Terlebih ketika menguat dorongan kembali
kepada kemaksiatan. Ingatlah bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan
bebatuan. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
فَاِنْ لَّمْ
تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
“Jika kamu tidak (mampu) membuat(nya) dan
(pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(nya), takutlah pada api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 24)
Keenam:
Mencari teman-teman yang baik, sebagaimana kita dianjurkan untuk menjauhi teman
yang bisa kembali mengajak kepada maksiat, maka memiliki teman yang baik akan
membantu kita menjaga tobat kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama
bersabda,
الرجل على
دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama seseorang dilihat dari agama teman
dekatnya. Maka, berhati-hatilah ketika memilih teman.” (HR. Abu Dawud dan
At-Tirmidzi)
Ketujuh:
Memperbaiki semangat dalam mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang
diharamkan.
Semoga dengan tujuh poin singkat ini bisa
menjadikan tobat kita terjaga. Amin.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar