KEMENANGAN SEJATI
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 23 Syawal 1446 H /22 April 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Pembebasan Kota Makkah (Fath Makkah) merupakan puncak kemenangan bagi Nabi Muhammad SAW. Kemenangan ini secara politik mengokohkan posisi beliau sebagai kepala negara dan sekaligus membuktikan kebenaran janji dan pertolongan Allah SWT kepadanya. Firman Allah, (QS. Al-Fath [48] : 1).
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
Artinya ''Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang sangat nyata.'' (QS. Al-Fath [48] : 1).
Namun, dengan kemenangan ini, Rasulullah SAW dan kaum Muslimin tidak lantas bersorak-sorai dan menepuk dada. Nabi justru banyak tapakur dan bersujud kepada Allah SWT sebagai tanda syukur kepada-Nya. Apalagi setelah diturunkan kepada beliau surat Kemenangan (al-Nashr) ini: (QS. Al-Nashr [110] : 1-3).
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ
1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ
2. dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ
3. maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Diceritakan, ketika memasuki Makkah dalam pembebasan kota itu, Nabi turun dari untanya, lalu sujud syukur. Tidak lama setelah itu, di depan Ka'bah, beliau melakukan shalat delapan rakaat. Shalat Nabi ini dipahami oleh para sahabat sebagai puji dan syukur kepada Allah atas nikmat dan kemenangan yang diberikan kepadanya. Jenderal Sa'ad bin Abi Waqqash mengikuti sunah Nabi ini. Ketika berhasil menaklukkan kawasan Madain (kota Persia lama), Jenderal Sa'ad bersujud kepada Allah dan melakukan shalat delapan rakaat seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi SAW pada waktu fath Makkah.
Dalam surah al-Nashr di atas, selain tasbih dan shalat, Rasulullah juga diperintahkan supaya memohon ampun kepada Allah baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Sebagai Nabi dan Rasul Allah, Nabi Muhammad tentu tidak memiliki dosa apa-apa. Dosa-dosa beliau, kalau ada, telah diampuni oleh Allah baik yang lalu maupun yang belakangan (QS. Al-Fath : 2). Ini berarti, bagi dirinya sendiri, istighfar Nabi itu hanya dimaksudkan sebagai contoh dan teladan (Uswah) bagi umat manusia.
Perintah istighfar dalam ayat di atas, menurut Imam al-Razi, tidak untuk Nabi, tetapi untuk orang lain. Istighfar di sini bermakna al-afwu, berani memberi maaf dan tidak mendendam kepada orang-orang yang selama ini telah berbuat jahat dan memusuhi Nabi. Jadi, meski kemenangan berada di tangan Nabi, beliau tetap dilarang dan tidak dibenarkan melakukan balas dendam dan politik bumi hangus untuk menghancurkan musuh-musuhnya.
Sungguh menarik, kepada penduduk Makkah yang sedang ketar-ketir itu, Nabi bertanya, ''Apa yang harus kuperbuat untuk kalian?'' Semua mereka menjawab, ''Kebaikan. Saudara (kami) yang mulia, anak dari saudara (kami) yang mulia.'' Lalu, Nabi bersabda, ''Pergilah semua! Kalian bebas merdeka.'' Sejak itu, penduduk Makkah biasa disebut At-Thuloqa, yaitu orang-orang yang dibebaskan. Mereka selanjutnya menerima dan berafiliasi ke dalam Islam.
Di puncak kemenangan (politik) yang digapainya, Rasulullah justru sangat intens mendekatkan diri kepada Tuhan dengan tasbih, tahmid, dan istighfar. Pengalaman Nabi ini patut menjadi pelajaran bagi para pemimpin, sehingga setiap kemenangan yang dicapai bermakna bagi kemajuan bangsa.
Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis : Ahmad Anshori, Lc.
Artikel : Muslim.or.id
#NgajiBareng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar