Menu

Jumat, 04 Juli 2025

PUASA SUNAH

PUASA TASUA DAN ASYURA
(Jadwal, Niat dan Keutamaan)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Sabtu10 Muharam  1447 H /5 Juli 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Puasa Tasua dan Asyura Muharram 1447 H / 2025 M, Meski tergolong amalan sunnah, keutamaan yang diraih muslim apabila mengerjakan puasa tersebut sangat luar biasa sehingga sayang untuk dilewatkan.

Puasa Tasua dan Asyura dikerjakan pada bulan Muharram yang termasuk sebagai salah satu bulan haram atau mulia. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam haditsnya :

"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." (HR Bukhari Muslim)

Menurut buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H Amirulloh Syarbini dkk, mengerjakan puasa pada bulan Muharram menjadi yang terbaik kedua setelah Ramadan. Ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad. Beliau berkata :

"Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam."

Puasa Tasua dikerjakan pada 9 Muharram, sementara puasa Asyura pada 10 Muharram. Dalil terkait keduanya turut dijelaskan dalam hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Berikut bunyi sabdanya :

"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Tahun 1447 H atau Tahun 2025 M

Mengacu pada Kalender Hijriah 1447 H, terbitan Kementerian Agama (Kemenag RI), jadwal puasa Tasua dan Asyura 2025 adalah sebagai berikut :

Puasa Tasua 9 Muharram 1447 H / Jum'at, 4 Juli 2025. Sedangkan Puasa Asyura 10 Muharram 1447 H / Sabtu, 5 Juli 2025.

Hukum Puasa Tasua dan Asyura

Hukum mengerjakan puasa Tasua adalah sunnah sebagaimana mengacu dalam hadits yang berasal dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram." (HR Muslim)

Mengutif Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yang disyarah Musthafa Dib Al Bugha terjemahan Misbah, puasa Tasua yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram dimaksudkan sebagai pembeda dengan bangsa Yahudi. Mereka hanya mengerjakan puasa pada hari Asyura, yaitu 10 Muharram.

Sementara itu, puasa Asyura hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Hal ini turut dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu :

"Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu." (Muttafaq 'Alaih)

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Sebelum mengerjakan puasa Tasua dan Asyura, ada niat yang harus diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Meraih Surga dengan Puasa susunan H Herdiansyah Achmad.

1. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : "Saya berniat puasa Tasu'a sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : "Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura

Tata cara puasa Tasua dan Asyura sama seperti puasa pada umumnya. Muslim bisa membaca niat puasa Tasua dan Asyura sejak malam setelah salat Isya sampai terbitnya fajar. Sebab, kedua puasa ini tergolong sunnah sehingga tidak masalah membaca niat puasa setelah matahari terbit.

Muslim harus menahan diri sehari penuh dari lapar, haus dan hawa nafsu. Setelah azan Maghrib berkumandang, muslim harus membatalkan puasanya dengan berbuka.

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari yang ditulis Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha, berikut beberapa keutamaan puasa Tasua dan Asyura bagi muslim, antara lain :

1. Menghapus Dosa Setahun Lalu

Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

2. Pembeda dengan Puasa Bangsa Yahudi

Puasa Tasua yang dikerjakan pada 9 Muharram menjadi pembeda dengan puasa yang dijalankan oleh bangsa Yahudi. Ini sesuai dengan hadits yang berasal dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu :

"Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepada sahabat-sahabatnya, "Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!" (HR Bukhari)

3. Puasa Terbaik Setelah Ramadhan

Puasa Tasua dan Asyura dikerjakan pada bulan Muharram. Artinya, kedua amalan ini menjadi puasa terbaik kedua setelah Ramadan sebagaimana sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam berikut dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu :

"Shalat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu?", kemudian Rasulullah menjawab, "Yaitu shalat di tengah malam." Lalu ada lagi yang bertanya kepadanya, "Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?", dan Rasulullah bersabda, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

4. Mendapat Pahala 10 Ribu Orang Berhaji

Diterangkan dalam Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) oleh Imam Baihaqi terjemahan Muflih Kamil, pahala puasa Asyura setara dengan pahala 10 ribu orang pergi haji. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan shalatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang berhaji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."

Wallahu 'Alam Bishshawab...

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar