MENJADI MUSLIM TANGGUH DAN MEMILIKI KEIMANAN KEPADA ALLAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 5 Syafar 1447 H /30 Juli 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Sebagai Hamba Allah Subahanahu Wa Ta'ala kita hanya menjalankan tugas kita sebagai pemimpin di bumi. Sebagai pemimpin, tentu memberikan contoh yang baik dan menjaga lingkungan kita dari perilaku yang munkar, mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Salah satu cara untuk menjaga dan membentengi diri dari hal buruk dengan memperkuat keimanan kepada Allah serta menjadi muslim yang tangguh.
Ayat-ayat Al Quran memberikan panduan dan inspirasi bagi setiap Muslim untuk menjalani hidup dengan tangguh dan penuh keimanan.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:286):
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ
"Allah tidak memberatkan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah maaf kepada kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau adalah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Surah Al-Baqarah ayat 286 mengajarkan bahwa Allah memberikan ujian sesuai dengan kekuatan dan kemampuan setiap individu. Seorang Muslim tangguh tidak hanya mampu menghadapi ujian, tetapi juga berserah diri kepada Allah dalam segala keadaan. Keyakinan bahwa Allah tidak memberatkan hamba-Nya melebihi batas kemampuan adalah sumber kekuatan dan ketangguhan dalam setiap langkah kehidupan.
Muslim yang memiliki keteguhan iman, kekuatan fisik, jiwa dan mental, serta kemampuan menghadapi berbagai ujian hidup dengan syukur, sabar dan ikhlas. Seorang Muslim tangguh tidak hanya kuat dalam menghadapi tantangan dunia, tetapi juga konsisten dalam mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
1540- وعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: المُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، واسْتَعِنْ بِاللَّهِ، ولَا تَعْجَزْ، وإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا كَانَ كَذَا وكَذَا، ولَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ، ومَا شَاءَ الله فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
Daripada Abi Hurairah r.a, katanya: Rasulullah s.a.w bersabda (maksudnya), “Orang mukmin yang kuat (segalanya ) itu, lebih baik dan lebih dikasihi Allah daripada mukmin yang lemah sedang setiap (mukmin) itu semuanya baik. Utamakanlah (berusahalah) terhadap perkara yang menjamin kemanfaatanmu dan sentiasa bermohon pertolongan Allah tanpa rasa lemah semangat. Kiranya kamu telah ditimpa sesuatu (bencana dan ujian), maka janganlah berkata: kalau aku lakukan ia akan jadi ‘demikian–demikian’ (berangan-angan) tetapi ini (apa yang berlaku) sudah ditakdirkan Allah swt. Dia lakukan apa saja yang dikehendaki-Nya. Sebenarnya perkataan (kalau) itu, boleh membuka ruang pintu masuk kerja syaitan.” [HR. Muslim]
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://asamuslim.id/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar